Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 13...


__ADS_3

"Papa nanti kita keruang dokter Ranty ya setelah kontrol." Ucap Rafi.


"Memang anak papa mau apa ketemu dengan dokter Ranty?." Tanya Farel sambil fokus menyetir mobil.


"Gak ada apa - apa sih Pa, cuma kangen saja dengan dokter Ranty, memang papa gak tahu dokter Ranty kan lebih cantik dari pada tante Monik teman papa yang sukanya nempel sama papa kayak perangko." Ucap Rafi.


"Anak papa sudah besar ya tahu yang namanya cewek cantik, kalau sama mama cantik siapa?." Tanya Farel sambil tertawa pelan.


"Ya yang jelas sama - sama cantiknya pa, pokoknya nanti aku mau ketemu sama dokter Ranty." Ucap Rafi sambil cemberut.


"Iya - iya nanti setelah selesai kontrol kita menemui dokter Ranty, tapi papa gak janji kita bisa ketemu dengan dokter Ranty ya." Ucap Farel.


"OK pa." Ucap Rafi senang.


Tak lama kemudian Farel dan Rafi pun sampai ke rumah sakit, mereka pun langsung masuk kedalam dan menuju poli orthopedi. Setelah selesai kontrol mereka langsung berjalan menuju keruang dokter Ranty, tetapi saat akan menuju ruangan dokter Ranty, Farel dan Rafi bertemu Ranty di jalan dan saat itu Ranty akan menuju kantin untuk makan siang.


"Dokter Ranty." Sapa Rafi sambil berlari menuju Ranty dan langsung memeluknya.


"Hey sayang, Rafi kesini untuk kontrol ya, sama budhe atau sama papa." Tanya Ranty yang saat itu hanya melihat Rafi sendirian tanpa Farel.


"Sama papa dokter." Jawab Rafi yang masih memeluk Ranty.


"Assalamualaikum dok, maaf atas kelakuan Rafi yang langsung memeluk dokter." Ucap Farel.


"Eh... Waalaikumsalam, pak Farel gak apa pak, saya juga senang bisa ketemu Rafi." Ucap Ranty yang sedikit kaget.


"Dokter Ranty mau kemana, Rafi sama papa kangen mau ketemu sama dokter Ranty." Ucap Rafi sambil tersenyum manis.


"Kangen." Ucap Ranty dan Farel dalam hati.


"Memang kapan aku bilang kangen ke dokter Ranty ada - ada saja Rafi ini." Ucap dalam hati Farel sambil menghembuskan nafasnya.


Ranty yang mendengar ucapan Rafi terlihat kaget dan hanya tersenyum.


"Maaf dok atas ucapan Rafi tadi."

__ADS_1


"Gak apa kok pak."


"Dokter kok gak jawab pertanyaan Rafi, malah ngobrol sama papa." Ucap Rafi manja.


"Oh ya maaf, dokter mau maka siang, Rafi sudah makan siang belum, kalau belum makan bareng dokter yuk." Ucap Ranty.


"Belum dok, boleh gak Pa kita makan di kantin rumah sakit sama dokter Ranty?." Tanya Rafi.


"Boleh lagian kita juga belum makan siang, maaf dok apa kita boleh bergabung untuk makan siang bersama dokter." Tanya Farel.


"Boleh lah pak, saya tambah senang temani Rafi dan pak Farel, oh iya pak kalau boleh jika berbicara dengan saya jangan terlalu banyak mengucapkan kata maaf karena bapak gak salah dan kalau bisa jangan terlalu formal." Ucap Ranty.


"Oh..... Iya dok." Ucap Farel.


"Dok ayo, aku sudah lapar." Ucap Rafi yang langsung menggandeng tangan Ranty.


"Papa ayo buruan."


Mereka bertiga pun langsung berjalan bersamaan menuju kantin untuk makan siang.


**********


"Kamu kenapa? Gak biasanya merokok seperti itu, lihat sudah hampir habis satu bungkus, ingat umur." Ucap Billy dan langsung duduk di sebelah Farel.


"Tenang mas, seenggaknya aku gak setua mas Billy." Ucap Farel sambil menghembuskan nafasnya.


Billy menggelengkan kepala nya. "Kamu gak akan seperti ini kalau gak ada masalah. Memang ada masalah apa?." Tanya Billy.


"Aku bingung dengan permintaan Rafi mas, tadi siang waktu kontrol dia mengajak ku untuk bertemu dengan dokter Ranty dan......" Ucap Farel sambil menceritakan kejadian tadi siang saat Farel dan Rafi di rumah sakit.


"Dan waktu pulang ke rumah dia meminta ku untuk menjadikan Ranty sebagai mamanya." Ucap tambahan Farel.


"Kalau menurut ku, kamu coba turuti permintaan anak mu, ingat anak mu juga perlu kasih sayang seorang ibu, kalau kamu tahu setiap Yoga lagi manja - manjaan sama bundanya, tatapan Rafi terlihat iri saat aku melihatnya, kamu sudah lama sendiri Rel. Lima tahun Nata sudah meninggalkan mu dan Rafi, dia pasti sedih melihat mu dan anaknya yang gak bahagia, sekarang kamu harus bisa membuka hati untuk wanita yang tepat untuk anak mu dan dirimu." Ucap Billy menjelaskan kepada Farel.


"Ya mas akan aku coba, oh iya mas kamu ingat gak gadis bis kota yang membuat mas marah besar?." Tanya Farel dengan tersenyum.

__ADS_1


"Memang ada apa dengan gadis bis kota cinta pertama mu itu, apa kamu bertemu dengan dia lagi?." Tanya Billy heran.


"Ya mas aku bertemu dengan nya lagi, mas tahu gak siapa gadis bis kota itu?, ternyata dia dokter Ranty mas." Ucap Farel.


"Apa dokter Ranty." Ucap Billy kaget.


"Bagus kalau gitu, Rafi juga suka dengan dokter Ranty dan dia juga menginginkan kalau dokter Ranty untuk menjadi mama nya, terus apa yang kamu pusingkan dan kamu bingungkan katanya kamu mau membuka hati, mana Farel yang suka ganti - ganti wanita, yang suka menggoda wanita, atau kamu masih mau menjalin hubungan dengan wanita ganjen Monik anak tante Ida." Ucap Billy.


"Idih sapa mau mas sama dia. Aku cuma takut di tolak dan status ku sekarang adalah duda satu anak. Apa dia mau?." Ucap Farel sedih.


"Kamu coba dulu menjalin pertemanan dengan dia seperti apa yang kamu lakukan untuk mendekati Nata. Monik saja suka duda kenapa Ranty gak suka. He... He... He... Yang jelas kamu coba dulu ini juga buat Rafi anak mu." Ucap Billy kepada Farel.


Farel menganggukkan kepala nya mengiyakan ucapan Billy.


**********


Sore itu Ranty akan mengantar orang tuanya ke bandara, seperti biasa karena saat itu dia tidak bekerja Ranty pung menggunakan pakaian santai tetapi masih terlihat sopan.


"Ibu, ayah sudah gak ada yang ketinggalan kan?." Tanya Ranty.


"Sudah kok." Jawab Pak Purnama.


"Ya sudah kalau gitu kita langsung berangkat saja takut macet jam segini biasanya Surabaya langganan macet." Ucap Ranty sambil memasuki koper kedalam bagasi mobil.


Mereka pun langsung berangkat menuju bandara. Hanya Ranty yang mengantar pak Purnama dan bu Dewi ke bandara sedangkan Edi tidak bisa ikut mengantar karena ada kegiatan di kampus untuk mahasiswa baru. Kurang lebih empat puluh lima menit perjalanan dari apartemen mereka pun sampai di bandara, walau di dalam mobil bu Dewi terus saja mengomel karena gaya menyetir Ranty.


"Alhamdulillah, akhirnya selamat, kamu itu Ran kalau menyetir mobil yang sabar pelan - pelan saja, jangan ngebut seperti itu. Kamu mau ibu jantungan." Ucap Ibu Dewi kesal.


"Kalau Ranty gak ngebut takut telat ibu ku sayang." Ucap Ranty yang menggandeng lengan ibu Dewi dengan manja.


"Kamu itu." Ucap Ibu Dewi sambil mencubit hidung Ranty.


"Sudah ayo buruan masuk." Ucap Pak Purnama.


"Iya Ayah..... " Jawab Ranty dan Ibu Dewi bersama.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2