Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 31...


__ADS_3

Sore itu setelah selesai mandi dan sholat ashar ibu Dewi dan Ranty duduk santai di ruang tamu sambil melihat acara TV. Sedangkan Edi dan Rafi setelah mandi dan sholat ashar mereka melanjutkan bermain PS di dalam kamar Edi.


Ranty menunggu Farel yang akan segera datang untuk menjemput Rafi setelah di beri kabar oleh Ranty.


Di ruang tamu.


"Ranty." Panggil ibu Dewi.


"Iya bu." Jawab Ranty yang fokus melihat acara berita di TV.


"Apa kamu suka dengan nak Farel?." Tanya ibu Dewi.


"Apa!." Ucap Ranty yang terkejut mendengar pertanyaan ibu Dewi.


"Ibu tanya apa kamu suka dengan nak Farel?." Tanya ibu Dewi lagi.


"Aku gak tahu bu, aku juga bingung dengan perasaan ku ini, semenjak hubungan ku dengan mas Rasid gagal jujur saja aku masih menutup hati ku dengan lelaki yang akan mendekati ku sampai sekarang ini. Tetapi ada yang berbeda saat aku dekat dengan Rafi dan pak Farel ada perasaan nyaman saja kalau aku berada di dekat mereka." Jawab Ranty.


"Terus apa yang akan kamu lakukan sekarang ini, Ibu harap kamu bisa bahagia dan melupakan masa lalu mu. Ibu ingin melihat mu menikah dan mempunyai anak seperti teman - teman mu yang lain." Ucap Ibu Dewi yang tampak sedih.


"Biarkan waktu yang menjawabnya, kalau Alloh sudah memutuskan takdirnya dan Jodohku, siapapun akan aku terima dengan ikhlas jadi ibu tenang saja." Ucap Ranty.


Saat mereka sedang asik berbicara tiba - tiba terdengar suara pintu di ketuk. Ranty yang mendengarkan nya langsung berjalan ke arah pintu dan membukakannya. Terlihat Farel dengan menggunakan baju batik rapi sedang berdiri dibalik pintu.


Ranty yang melihatnya penampilan Farel langsung terkagum dengan makhluk ciptaan Allah itu. "Subhanallah." Batin Ranty.


"Assalamualaikum." Ucap salam Farel.


Farel hanya diam karena melihat Ranty yang mematung melihat dirinya,


"Assalamualaikum." Ucap Farel yang memberi salam lagi dan menepuk pundaknya agar Ranty tersadar dari lamunannya.


Ranty pun tersadar saat Farel menepuk pundaknya. "Waalaikumsalam pak maaf, silahkan masuk dulu." Ucap Ranty yang mempersilahkan Farel masuk.


Ranty langsung mengajak Farel untuk masuk kedalam menuju ruang tamu yang di sana ada ibu Dewi yang sedang duduk santai menikmati secangkir teh.


"Assalamualaikum bu." Ucap salam Farel kepada ibu Dewi.


"Waalaikumsalam, eh nak Farel ayo duduk sini."

__ADS_1


"Ranty buatkan teh untuk nak Farel sekali kamu bawakan lumpia nya." Ucap Ibu Dewi yang semangat.


Ranty yang mendapatkan perintah langsung menuju dapur untuk menyiapkan apa yang di perintah oleh ibunya.


"Terima kasih bu, saya jadi merepotkan ini." Ucap Farel.


"Gak kok." Jawab ibu Dewi.


Setelah teh dan lumpia selesai disiapkan, Ranty langsung berjalan menuju ruang tamu untuk menyuguhkannya kepada Farel yang sedang asik berbicara dengan ibunya. Setelah itu Ranty duduk di sebelah Ibu Dewi dan mendengar pembicaraan Farel dan Ibu.


"Kenapa tadi buru - buru kemari kalau masih ada acara?." Tanya ibu Dewi yang barusan mendengar cerita kalau hari ini Farel ada acara.


"Gak apa kok bu, takutnya Rafi merepotkan dokter Ranty dan salah saya juga kalau tidak memberitahukan kepada Rafi kalau hari ini saya juga ada acara." Jawab Farel.


"Kruyuk... Kruyuk...." Suara perut Farel yang tiba-tiba berbunyi. Karena saat acara peresmian dia tidak sempat menikmati acara makan - makan.


Ranty dan Ibu Dewi yang mendengar langsung tertawa karena suara perut Farel yang lumayan keras. Farel terlihat malu karena suara perutnya terdengar oleh mereka berdua.


"Maaf bu, Ran." Ucap Farel menahan malu.


"Memang pak Farel tadi gak sempat makan di sana?." Ucap Ranty sambil menahan tawanya.


"Ya sudah nak Farel makan disini saja Ranty tadi masak Rawon enak lho, mau gak?." Tanya ibu Dewi.


"Mau dong bu, saya gak akan menolak karena itu makanan kesukaan saya." Ucap Farel terlihat senang.


"Ranty kamu siapkan makanan nya buat nak Farel. Oh iya ibu tinggal dulu istirahat ya. Jangan sungkan makan yang banyak biar sehat." Ucap Ibu Dewi kepada Farel dan langsung masuk ke kamar untuk beristirahat.


Farel hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum kepada ibu Dewi yang meninggal mereka berdua. Ranty langsung berjalan ke dapur lagi menyiapkan makanan untuk Farel.


Saat Ranty di dapur Farel pun berjalan menuju dapur untuk melihat apa ada yang bisa dia bantu. Farel hanya diam melihat Ranty yang dengan cepat menyiapkan makanan di atas meja makan. Kerena empal daging tinggal sedikit, akhirnya Ranty hanya menghidangkan nasi, Rawon, enam potong empal daging yang tersisa serta sambal yang masih tersisa.


"Silahkan duduk pak maaf seadanya." Ucap Ranty.


"Iya terima kasih banyak jadi merepotkan aku." Jawab Farel.


Farel langsung duduk dan saat akan mengambil nasi tiba-tiba Ranty dengan cepat membantu Farel mengambil nasi beserta lauk nya untuk dirinya tak lupa Ranty mengambilkan segelas air putih. Farel yang melihat hanya bisa terdiam.


"Silahkan pak." Ucap Ranty.

__ADS_1


Farel hanya terdiam melihat makanan yang disiapkan Ranty tanpa menyentuh nya.


"Pak Farel gak jadi makan, apa kurang banyak lauk?." Tanya Ranty heran melihat sikap Farel.


Farel hanya menggelengkan kepala nya. "Makanannya enak kok aku suka Rawon, cuma aku teringat sesuatu." Ucap Farel.


"Teringat apa pak?."


"Teringat tentang Nata saat menyiapkan makanan untuk aku persis apa yang kamu lakukan saat ini dan ini pertama kalinya ada yang menyiapkan makan di atas piring ku." Ucap Farel sedih.


"Maaf pak, aku gak tahu kalau sikap ku ini membuat bapak teringat tentang bu Nata." Ucap Ranty menyesal.


"Gak apa itu sudah masa lalu, sudah menjadi kenangan yang indah buat ku, kalau aku masih sedih dan mengingat masa lalu kasihan juga Nata gak akan tenang disana." Ucap Farel.


"Ya sudah pak, buruan di makan nanti keburu dingin." Ucap Ranty tersenyum.


"Iya makasih." Ucap Farel.


Farel pun langsung menyantap makanan yang di siap kan oleh Ranty dengan lahap dan tanpa tersisa. Ranty yang melihatnya dan menemani Farel hanya tersenyum.


"Kamu gak makan Ran?." Tanya Farel.


"Aku sudah makan tadi, pelan - pelan saja makannya pak. Ini makanannya masih banyak kok kalau kurang nanti aku gorengkan telur sebagai lauk tambahan makan Rawon." Ucap Ranty.


"Habis enak ini Rawon yang terenak setelah Rawon buatan Nata. Aku boleh nambah gak?." Ucap Farel sambil memberikan piring kosong kepada Ranty untuk di isi lagi.


"Boleh pak." Ucap Ranty sambil menerima piring dari Farel dan mengisinya lagi dengan nasi, kuah Rawon dan empal daging.


"Makasih."


"Oh iya Rafi dan Edi mana Ran dari tadi kok gak keliatan dan terdengar suaranya." Tanya Farel.


"Oh iya sampai lupa aku. Rafi sedang bermain PS dengan Edi di kamar. Biar aku lihat dan memanggilkan Rafi." Ucap Ranty yang pergi meninggalkan Farel dan berjalan menuju kamar Edi.


Farel hanya menganggukkan kepala nya dan tetap melanjutkan makan.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2