Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 36...


__ADS_3

Setelah Ranty keluar ruangan Lesti untuk melaksanakan sholat, Lesti pun langsung mengambil hpnya untuk menghubungi suaminya Rico untuk mengajaknya makan bersama dengan Farel dan juga Ranty


"Tut... Tut... Tut... " Suara panggilan telepon.


Tak lama pun panggilan telepon Lesti diangkat oleh Rico.


"Halo, Assalamualaikum." Ucap Rico.


"Waalaikumsalam." Jawab Lesti.


"Ada apa sayang, apa anak papa menyusahkan mama lagi?." Tanya Rico.


"Gak mas anak kita nurut kok, gak macam - macam di dalam perut." Ucap Lesti sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat membesar.


"Terus ada apa menghubungi mas jam segini, habis gini juga mas jemput, memang istri dan anak papa mau minta apa?." Tanya Rico lagi.


"Lesti pingin makan mie mas, tapi nanti mas ajak mas Farel makan juga ya, sekalian nanti aku ajak Ranty juga." Ucap Lesti manja.


"Kenapa harus mengajak mereka juga?." Tanya Rico.


"Ya ingin saja mas." Jawab Lesti.


"Gak mungkin kamu mengajak mereka kalau gak lagi merencanakan sesuatu."


"Sebenarnya aku sedikit kesal sama mas Farel kenapa kesempatan sudah ada di depan mata dan lampu hijau dari tante Dewi tidak di gunakan sebaik mungkin untuk menyatakan perasaan nya. Memang mau tunggu apa lagi." Ucap Lesti sambil menghembuskan nafasnya.


"Gak semudah kamu bilang sayang, Farel harus memastikan semuanya apa Ranty bisa menerima dia dan Rafi, walau Ranty bilang suka sama mereka belum tentu Ranty mau menikahi Farel, kita beri dukungan saja biar semua kita serahkan kepada Farel yang menjalaninya." Ucap Rico menjelaskan kepada Lesti.


"Iya mas, tapi aku tetap ingin mengajak mereka untuk makan mie."


"Ya sudah nanti aku sampaikan kepada Farel, jam empat aku jemput. Ok."


"Gak usah mas, nanti aku berangkat bareng sama Ranty saja, mas Rico berangkat sama mas Farel saja dari kantor biar nanti waktu pulang bisa satu mobil sama Ranty kan mereka satu apartemen. Biar mas Farel bisa lebih dekat sama Ranty." Ucap Lesti.


"Iya iya istri ku tersayang."

__ADS_1


"Ya sudah mas kerja dulu nanti kalau sudah mau berangkat kesana kamu kabari aku ya. Assalamualaikum." Ucap Rico mengakhiri.


"Iya mas, hati - hati di jalan nanti. Waalaikumsalam." Jawab Lesti yang mengakhiri sambungan telepon nya.


Tak lama pun Ranty kembali keruang Lesti setelah dia melaksanakan sholat. Lesti langsung menyampaikan keinginannya untuk mengajak Ranty makan mie di salah satu tempat makan yang terkenal di Surabaya.


"Mau ya Ran temenin aku makan mie?." Tanya Lesti.


"Memang makan rujak segitu banyaknya masih kurang ya?." Tanya Ranty balik.


"Ya kurang lah makan buah masak kenyang buat ibu hamil." Jawab Lesti.


"Mau ya....?."


"Iya deh mau tapi aku makan kue ini dulu ya, mubazir kalau gak di makan. Memang mau makan dimana?."


"Makan di warung mapan saja ya?."


"OK, apa cuma kita berdua saja?."


"Ya boleh dong, terserah kamu aja yang penting bumil senang. Oh iya sekalian aku mau bungkus kue ini untuk Edi dan Rafi dua kotak ya." Ucap Ranty sambil menunjuk kue yang akan di bungkus.


"Siap, apa sih yang gak buat kamu." Ucap Lesti sambil memberi hormat.


Setelah selesai makan kue dan minum, Lesti dan Ranty langsung pergi menuju warung mapan untuk menikmati mie pangsit keinginan Lesti tak lupa sebelum berangkat Lesti menghubungi Rico karena dia akan berangkat dan membungkus kue pasangan Ranty.


**********


Di kantor Hermawan Group Rico berjalan dengan cepat menuju ruangan Farel setelah di hubungi oleh Lesti. Tanpa mengetuk pintu dan memberi salam dia langsung masuk berjalan menghampiri Farel yang sedang merapikan mejanya.


"Rel." Panggil Rico yang berjalan menghampiri nya.


"Kamu ini gak pakek ketuk pintu gak pakek salam langsung nyelonong masuk saja." Ucap Farel yang kaget dan kesal.


"Maaf Rel buru - buru takut kamunya sudah pulang." Ucap Rico.

__ADS_1


"Memang ada apa kamu mencari ku?." Tanya Farel penasaran.


"Lesti menyuruh ku mengajak kamu untuk ikut makan mie di warung mapan, ikut ya?." Tanya Rico.


"Malas Ah, mending aku gak ikut dari pada jadi obat nyamuk nanti di sana." Jawab Farel.


"Yakin gak mau ikut, Ranty ikut lho." Ucap Rico sambil menaik turun kan alisnya.


Setelah mendengar ucapan Rico, Farel pun langsung semangat, tampa melanjutkan merapikan meja kerjanya, dia langsung mengambil kunci mobilnya.


"Tunggu kamu mau kemana?." Tanya Rico heran.


"Katanya mau makan mie." Jawab Farel.


"Tadi katanya gak mau." Ucap Rico.


"Itu kan tadi sekarang mau, ayo jadi gak." Ucap Farel sambil tersenyum lebar.


"Ayo, tapi pakek mobil ku saja ya kesana nya." Ucap Rico.


"Terus tar kalau balik ke apartemen gimana?." Tanya Farel.


"Kamu kan satu apartemen sama Ranty, tinggal bareng saja sama dia baliknya, besok kamu berangkat kerja minta saja di jemput pak Ahmad gitu saja kok bingung."


"Oh iya ya."


"Kamu tu sebenarnya beneran suka dan serius su sama Ranty gak sih, Farel yang dulu mana yang dengan mudah nya menaklukkan wanita?."


"Apaan sih, itu dulu setiap orang kan bisa saja berubah. Untuk saat ini aku lebih memilih pelan - pelan saja dan mau terbaru - buru." Ucap Farel terlihat pasrah.


Rico menarik nafas panjang "Ya sudah terserah kamu saja, yuk berangkat."


Mereka berdua pun berangkat bersama meninggalkan kantor untuk menuju ke warung mapan.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2