Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 128...


__ADS_3

Setelah mobil yang membawa Farel dan Ranty pergi, Billy langsung menghubungi Ayana. Billy menceritakan sekilas apa yang terjadi agar saat Farel sampai ke rumah sakit Ranty bisa langsung ditangani dengan cepat tanpa menunggu lama.


Setelah itu Billy pun menyusul Anton yang telah terlebih dahulu menuju lantai tujuh, belum sempat naik dan masuk ke dalam lift tiba-tibaAnton keluar dari lift karyawan dengan menggendong monik yang sudah tidak sadarkan diri dan langsung menaruhnya di sofa yang berada di lobi. Anton melepaskan jasnya dan langsung menaruhnya di bagian perut yang terkena pisau untuk menahan luka akibat tusukan itu.


"Pak bisa minta tolong bapak pegang ini." Ucap Anton kepada Billy.


"Iya." Ucap Billy yang ikut tegangan.


"Tolong yang lain jangan berkerumun ini bukan tontonan dan semua pegawai tetap bekerja sesuai dengan apa yang di kerjakan, sampai ada yang ketahuan memvideokan atau menyebarkan luaskan hal ini. Kami akan mengambil tindakan tegas." Ucap Anton.


Setelah Anton mengatakan hal itu beberapa orang sudah mulai pergi meninggalkan lobi. Anton menghubungi anak buahnya dan meminta melaporkan semua apa yang terjadi yang mengakibatkan hal ini terjadi. Tak perlu waktu lama anak buah Anton semua berkumpul tanpa bertanya apa yang terjadi, salah satu anak buah Anton yang mengawal Farel dan Ranty langsung bercerita apa yang terjadi.


Mobil ambulans pun datang Monik langsung di larikan ke rumah sakit di temani oleh Billy. Karena Anton tidak dapat menemani ke sana karena dia harus menyelesaikan urusan yang ada di kantor terlebih dahulu.


**********


Saat perjalanan menuju rumah sakit, Farel langsung menghubungi Ayana, tetapi Ayana mengatakan langsung saja ke rumah sakit karena semuanya sudah siap. Farel pun merasa lega karena kakaknya sudah menghubungi terlebih dahulu Ayana sehingga Farel tidak harus repot.


Mereka pun sampai ke rumah sakit, dengan cepat Farel menggendong Ranty masuk ke IGD, saat mereka masuk ke dalam semua sudah di siapkan dokter Diana pun sudah menunggu kedatangan mereka. Farel langsung meletakkan Ranty di bad yang berada di sana.


"Dokter tolong selemat mereka ya dok." Ucap Farel.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin pak Farel, bapak berdoa agar semua nya selamat bisa pak Farel tunggu di luar dulu." Ucap dokter Diana.


Farel pun keluar dan menunggu di luar, saat sedang menunggu Ayana dan Billy datang bersama menemui Farel yang berada di luar.


"Gimana Ranty Rel?." Tanya Ayana.


Farel hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Yang sabar ya, semua sudah aku urus kamu fokus dengan Ranty saja." Ucap Billy untuk menenangkan.


"Iya mas, makasih banyak. Tolong untuk masalah Monik mas urus saja yang mengurus. Aku percayakan semua masalah ini ke mas Billy." Ucap Farel.


Dua puluh menit kemudian dokter Diana keluar dan meminta Farel untuk masuk ke dalam. Saat Farel masuk dia melihat Ranty yang sudah di pasang infus dan alat bantu pernafasan. Untung Ranty saat itu masih sadar dan masih dapat mendengar walau keadaannya masih sangat lemah.


"Temuilah Ranty, setelah itu baru aku jelaskan keadaan Ranty dan anak kalian." Ucap dokter Ranty.


"Baik dok, terima kasih." Ucap Farel lalu berjalan mendekati Ranty yang sedang berbaring.


"Sayang kamu gak apa kan?." Tanya Farel dengan wajah sedihnya.


Ranty tersenyum agar suaminya tidak terlalu khawatir. "Aku baik-baik saja, kamu jelek mas kalau kamu nangis." Jawab Ranty.


Farel gak bisa membalas candaan Ranty saat melihat keadaan istrinya yang seperti itu. Farel hanya bisa menundukkan kepalanya dan memegang tangan Ranty.


"Aku akan jelaskan, sebelumnya aku minta untuk kalian berdua yang sabar dan ikhlas ya. Semua ini sudah takdir Allah." Ucap dokter Diana.


(Maaf bagi pembaca yang tahu masalah kandungan apabila saya salah, saya mohon maaf ini hanya cerita ya dan saya juga bukan dokter kandungan, jadi mohon bijak dalam berkomentar)


"Memang ada apa dok?." Tanya Farel.


Dokter Diana mulai menunjukkan beberapa hasil dari USG dan pemeriksaan yang barusan dia lakukan kepada Ranty.


"Apa ini dok?." Tanya Farel karena sama sekali tidak mengerti apa yang di berikan oleh dokter Diana.


"Akan aku jelaskan." Ucap dokter Diana.


"Coba kalian berdua lihat ke layar itu. Itu adalah hasil USG kandungan dokter Ranty, dokter Ranty pasti tahu dan paham yang terjadi dengan kandungan mu kan."

__ADS_1


Ranty yang melihat layar itu hanya diam dan meneteskan air matanya, sedangkan Farel hanya bisa bertanya-tanya apa yang terjadi.


"Maaf dok saya jujur tidak mengetahui tentang penjelasan dokter." Ucap Farel.


"Maaf pak, memang saya belum menjelaskan kepada pak Farel. Bayi yang ada di kandungan dokter Ranty sudah tidak bisa di selamatkan, bisa di bilang dokter Ranty keguguran akibat terjatuh dan benturan yang terjadi saat terjatuh tadi mengakibatkan masalah pada kandungan dokter Ranty. Karena hal itu dokter Ranty akan sulit mengandung. Bukan tidak bisa pak, bisa mengandung lagi tapi kemungkinan untuk mengandung lagi akan lama. Ini hanya bahasa kedokteran kalau semua takdir Allah, kapan pun dokter Ranty bisa hamil dia akan hamil..... (Dokter Diana menjelaskan lebih detail masalahnya), begitu pak." Ucap dokter Diana menjelaskan.


"Lakukan yang terbaik saja untuk Ranty dok. Untuk sementara hal itu bisa kita bicarakan nanti lagi." Jawab Farel.


"Yang sabar dan ikhlas ya. Saya sudah mencoba melakukan yang terbaik. Kami akan siapkan ruang operasi untuk melakukan kuret. pak Farel bisa menemani dokter Ranty dulu." Ucap dokter Diana pergi meninggalkan mereka berdua.


"Maafin aku sayang." Ucap Farel sambil memeluk Ranty.


"Maafin aku juga mas, gak bisa menjaga anak kita." Ucap Ranty yang merasa bersalah.


"Gak usah kamu pikirkan itu dulu mungkin ini bukan rezeki kita, sekarang kamu sehat dulu saja. Nanti kita pikirkan kedepannya berdua. Kamu yang kuat ya sayang." Ucap Farel.


Persiapan untuk operasi pun sudah selesai, Ranty segera di bawa ke ruang operasi untuk melakukan kuret. Farel dengan setia menemani dan menunggu Ranty hingga operasi selesai.


**********


Di ruangan lain Monik yang sudah selesai menjalankan operasi pada bagian perutnya masih belum sadarkan diri, karena setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut Monik mengalami cedera kepala yang sangat serius akibat terjatuh dan kepalanya mengalai benturan yang keras.


Dokter mengatakan bahwa monik mengalami hematoma berarti ada sekumpulan gumpalan darah yang terjadi di luar pembuluh darah akibat benturan yang keras terjadi. (Hematoma di otak adalah cedera yang amat serius.Gumpalan darah bisa menyebabkan tekanan dalam tulang tengkorak hingga penderitanya hilang kesadaran atau mengalami kerusakan otak permanen).


Keluarga dari pak Agam sudah berkumpul semua termasuk juga Desta dan ada beberapa polisi yang sudah berada di sana. Anton dan Billy pun juga berbeda di sana setelah mengurus beberapa hal yang terkait dengan ke jadian hari itu.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2