Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 109...


__ADS_3

Farel dan Rico berjalan bersamaan, kedua laki-laki itu membuat para wanita yang melihat mereka terpana walau umur mereka sudah berkepala tiga tetapi pesona mereka masih terpancar tidak jauh dengan para lelaki yang berumur di bawah mereka. Saat hendak akan masuk ke dalam lift tiba-tiba Monik memanggil dan datang menghampiri Farel serta Rico untuk memberikan tiga gelas kopi.


"Kak Farel." Panggil Monik sambil membawa kopi.


Farel memang sudah terbiasa setiap kali dia akan naik ke kantornya Monik selalu memanggil dan memberikan sebuah kopi.


"Ini kopi seperti biasanya. Karena ada kak Rico sekalian aku belikan tiga, semoga kak Rico suka." Ucap Monik.


Untung saja Desta mengatakan kalau Farel sedang bersama dengan Rico sehingga Monik bisa membeli tiga kopi. Hal itu Monik lakukan agar Rico tidak curiga.


"Aku sudah mengatakan berkali-kali kalau kamu sedang di kantor tolong jangan memanggil ku dengan sebutan kak." Ucap Farel tegas.


"Maaf kak... Eh pak." Jawab Monik.


"Ya sudah kembali bekerja dan terima kasih kopinya dan ingat jangan sampai lupa ini di kantor jaga tingkah laku mu." Ucap Farel pergi meninggalkan Monik bersama dengan Rico.


Monik pun langsung menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya lalu mengucapkan salam kepada Farel dan Rico.


Farel dan Rico pun langsung masuk ke dalam lift. Rico merasa ada hal yang aneh, saat itu Rico teringat dengan cerita Ranty tentang perubahan sikap Farel saat Monik mulai magang di kantor.


"Sejak kapan kamu mulai dekat lagi dengan Monik?." Tanya Rico.


"Dekat gimana? Biasa saja kok, cuma dia sering kasih aku kopi saja." Jawab Farel.


"Hati - hati Rel! Apa kamu gak ingat apa yang dia lakukan waktu acara lamaran mu dulu. Bisa - bisa dari kopi akan terjadi hal - hal yang tidak terduga." Ucap Rico mengingatkan.


"Siap bro, thanks ya sudah mengingatkan ku." Jawab Farel.


**********


Di rumah sakit


Siang itu Ranty merasa tubuh dan badannya terasa pegal setelah melakukan dua operasi. Ranty memberitahu Cahyo kalau dirinya ingin beristirahat sebentar dan meminta untuk memberitahunya kalau ada hal yang penting. Kurang lebih lima belas menit Ranty beristirahat, dia pun terbangun karena suara hpnya yang berbunyi. Ranty langsung melihat siapa yang menghubunginya ternyata Ayana kakak iparnya, Ranty pun Jm7 langsung menerima sambungan telepon itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum." Ucap salam Ranty.


"Waalaikumsalam, kamu sibuk?." Tanya Ayana.


"Gak mbak, memang ada apa?." Tanya Ranty balik.


"Temani aku ke dokter Diana yuk, sekalian kita makan siang." Ucap Ayana.


"OK mbak tapi aku sholat dulu ya, biar enak jadi gak ada tanggungan." Jawab Ranty.


"Iya kalau sudah selesai dengan urusan mu, langsung ke ruangan ku ya." Ucap Ayana.


"Siap, kalau gitu aku siap - siap dulu ya mbak. Assalamualaikum." Ucap Ranty.


"Waalaikumsalam." Jawab Ayana mengakhiri sambungan teleponnya.


Setelah sambungan telepon dengan Ayana berakhir, Ranty pun langsung bersiap - siap. Dua puluh menit kemudian Ranty langsung berjalan menuju ruangan Ayana.


"Masuk." Jawab Ayana dari dalam ruangan.


Ranty pun langsung membuka pintu dan mengucapkan salam. "Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Jawab Ayana.


"Masuk dulu Ran." Ucap Ayana menyuruhnya masuk.


Ranty langsung masuk dan duduk tepat di depan Ayana yang sedang merapikan dan membereskan beberapa berkas yang ada di meja kerjanya.


"Kamu kenapa kok lesu ?." Tanya Ayana yang melihat adik iparnya lesu.


"Gak tahu mbak, cuma beberapa hari ini badan ku terasa capek sekali." Jawab Ranty.


"Memang kamu sudah memeriksakan diri mu belum?." Tanya Ayana.

__ADS_1


Ranty hanya menggelengkan kepalanya.


"Ingat walau kamu dokter kamu juga belum tentu bisa mendianoksa keadaan tubuh mu." Ucap Ayana.


"Apa jangan - jangan kamu hamil Ran." Ucap Ayana.


Ranty terdiam, berfikir dan mengingat - ingat siklus datang bulannya. Akhirnya Ranty mengingat kalau dia sudah telat dua minggu dari tanggal dia datang bulan. Ayana yang melihat Ranty terdiam pun memanggilnya karena Ayana sudah selesai dengan pekerjaannya.


"Ran... Ran... Ranty." Panggil Ayana tanpa ada respon.


Ayana pun menepuk bahu Ranty. "Hey, kok diam tar kesambet lho." Ucap Ayana.


Ranty pun langsung tersadar dari diamnya. "Astagfirullah." Ucap Ranty terkejut.


"Mbak ini ngingetin saja."


"Habis kamu di panggil diam saja, mikir apa? Masalah hamil?." Tanya Ayana.


"Iya." Jawab Ranty sambil menganggukkan kepala.


"Ya sudah nanti sekalian saja cek dengan ku." Ucap Ayana.


"Iya mbak." Jawab Ranty yang masih kepikiran.


"Ayo kita ke ruangan dokter Diana. Dia sudah mengirimkan pesan agar kita kesana." Ucap Ayana.


Ranty menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti Ayana.


Mereka berdua sudah sampai di dalam ruangan dokter Diana. Di dalam ruangan Dokter Diana sudah menunggu mereka untuk melakukan pemeriksaan. Ayana di periksa terlebih dahulu setelah itu baru giliran Ranty yang di periksa. Hampir satu jam mereka di dalam ruangan dokter Diana. Ayana dan Ranty sangat senang mendapatkan kabar gembira dari dokter Diana. Sebelum mereka pergi dari ruangan dokter Diana. Dokter Diana memberikan beberapa resep dan saran kepada mereka berdua.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2