
Saat Farel sedang tidur dengan nyenyak nya tiba-tiba dia terbangun karena suara HP-nya. Farel pun langsung mengambilnya, dia tidak ingin membangunkan istrinya yang juga sedang tidur di sebelahnya. Karena suara HP milik nya yang terlalu keras, Ranty pun terbang.
"Siapa mas malam-malam menghubungi mu?." Tanya Ranty dengan suara seraknya.
"Aku juga gak tahu ini aku juga mau mengambil HP dan melihat siapa yang menghubungi ku malam-malam." Ucap Farel sambil mengambil HP-nya.
Setelah mengambil HP-nya Farel melihat siapa yang menghubunginya malam-malam, saat dia melihat layar HP-nya ternyata Billy yang menghubunginya dan saat akan mengangkat panggilan itu, tiba-tiba panggilan tersebut mati karena Farel terlalu lama mengangkatnya.
"Siapa mas?." Tanya Ranty penasaran.
"Mas Billy sayang yang menghubungi ku. Ada tiga panggilan tak terjawab dan beberapa pesan WA dari nya." Jawab Farel heran.
"Mungkin ada hal yang penting mas, coba mas hubungi mas Billy lagi." Ucap Ranty.
"Iya akan aku telepon sekarang juga, kamu tidur lagi saja ya." Ucap Farel.
Ranty menganggukkan kepalanya dan melanjutkan tidurnya karena saat itu Ranty masih merasa mengantuk.
Setelah memastikan Ranty tidur lagi, Farel pun turun dari tempat tidur dan langsung masuk ke ruang kerjanya yang berada di dalam kamarnya juga untuk menghubungi Billy agar istrinya tidak terganggu. Di dalam ruang kerjanya Farel langsung menghubungi Billy tak perlu waktu lama telepon nya pun langsung tersambung. dan diangkat oleh kakak nya.
"Assalamualaikum, ada apa mas malam-malam menghubungi ku?." Tanya Farel dengan nada kesal.
"Waalaikumsalam, maaf Rel aku menggangu mu. Kalau bukan masalah penting aku gak akan mungkin menghubungi mu." Jawab Billy.
"Memang ada apa mas?." Tanya Farel penasaran.
"Aku tadi di hubungi oleh Jaka, dia mendapatkan informasi bawah Monik akan melakukan tindakan berbahaya kepada kalian berdua." Jawab Billy.
"Memang mas Jaka dapat info dari mana kalau Monik akan mencelakai ku dan Ranty?." tanya Farel lagi.
"Dari Desta, laki-laki yang selalu menemani Monik kemana pun. Dia juga yang telah membantu Monik untuk melancarkan rencananya untuk menggagalkan rencana lamaran mu dan memberikan obat terlarang kepada Monik untuk di berikan kepada mu." Jawab Billy.
__ADS_1
"Kurang ajar, Terus di mana sekarang orang itu gak akan aku berikan ampun lagi." Ucap Farel.
"Tenang Rel ingat istri mu sedang hamil, semua sudah aku infokan kepada Anton dan sekarang Anton beserta anak buahnya sedang mencari keberadaan Monik dan untuk sementara Desta juga ikut membantu mencari keberadaan Monik, Jaka mengatakan kepada ku dia pastikan Desta tidak akan kabur dan dia akan mempertanggung jawabkan kesalahan nya....
(Billy menjelaskan tentang pembicaraan nya bersama dengan Jaka di telepon kepada Farel)." Ucap Billy menjelaskan.
"Kalau tahu gini akibatnya, dari awal aku sudah penjarakan si Monik itu." Ucap Farel.
"Kenapa baru mikir sekarang? aku, Rico dan Anton sudah menasehati dan memberitahu mu agar kamu penjarakan Monik biar dia kapok dan jera." Ucap Billy.
"Awalnya aku sudah ada rencana seperti itu, tapi Ranty melarang ku. Karena hal itu yang membuat ku mengurungkan niatku untuk melaporkan nya ke polisi." Ucap Farel.
"Sekarang kamu sudah tahu kan rencana Monik, kamu harus hati-hati dan jaga istri mu. Untuk sementara biarkan Rafi tinggal di rumah kami karena di sani lebih aman dan aku sudah meminta Ayana untuk memberi cuti kepada Ranty." Ucap Billy.
"Iya mas, makasih banyak sudah memberitahu ku. Aku akan berhati-hati dan menjaga Ranty." Ucap Farel.
"Untuk sementara kamu gak perlu menghawatirkan kantor biar Rico yang menghandle nya untuk sementara dan kamu fokus menjaga diri dan Ranty hingga Monik tertangkap." Ucap Billy.
"Ya sudah kamu istirahat, besok kita lanjutkan pembicaraan ini di kantor. Assalamualaikum." Ucap Billy.
"Waalaikumsalam." Ucap Farel membalas salam Billy dan mengakhiri sambungan teleponnya.
Beberapa saat Farel sempat terdiam setelah mengakhiri sambungan teleponnya dengan Billy. Saat Farel sedang melamun dan berfikir, Farel pun terkejut dan tersadar dari lamunannya karena Ranty yang tiba-tiba memegang bahunya.
"Astaghfirullah, kaget aku sayang." Ucap Farel.
"Maaf mas aku mengejutkan mu, soalnya aku khawatir dengan mu. Sudah hampir satu jam kamu tidak kembali ke kamar. Apa yang kamu bicarakan dengan mas Billy itu sangat penting sehingga kamu terdiam dan melamun seperti itu?." Tanya Ranty.
Farel menatap wajah istrinya yang cantik itu, ditariknya tangan dan badan Ranty lalu didudukkan tubuh Ranty dipengakuan nya. Farel memeluk erat tubuh Ranty perasaannya tidak menentu setelah mendengar apa yang di ceritakan oleh Billy, ada rasa yang membuat takut sehingga Farel takut untuk melepaskan pelukannya dari Ranty.
Ranty yang menerima perlakuan itu hanya terdiam dan rasa ingin tahunya mulai muncul akhirnya Ranty pun bertanya kepada Farel.
__ADS_1
"Kenapa mas? memang ada masalah penting di kantor ya? sehingga mas Billy harus menghubungi mu malam-malam begini?." Tanya Ranty.
"Bukan kantor, melainkan Monik, Ran!." Jawab Farel perlahan melepaskan pelukannya.
"Monik, memang ada apa dengan Monik? bukannya dia ada di kantor cabang Malang?." Tanya Ranty semakin heran.
"Monik sudah beberapa hari dia tidak masuk kerja, dan mas Billy tadi memberitahu ku kalau Monik akan melakukan tindakan yang akan mencelakai kita berdua.... (Farel menceritakan semua yang Billy sampaikan kepada Farel." Jawab Farel.
Ranty terdiam setelah mendengar cerita Farel. Ada perasaan bersalah terhadap Monik karena telah merebut kebahagiaannya.
Farel yang melihat Ranty terdiam pun bertanya. "Kenapa diam?."
Ranty menghela nafasnya. "Mungkin monik jadi seperti ini karena salah ku mas, aku sudah merebut diri mu dari dirinya." Ucap Ranty sedih.
"Ini semua bukan salah mu sayang, ini semua takdir Allah. Kalau saja aku gak bertemu dengan diri mu, aku juga gak akan menikahi Monik." Jawab Farel.
"Sayang aku sudah pernah mengatakan kepada mu, aku akan menikahi seseorang apa bila orang itu bisa membuat Rafi senang dan Rafi mau menerima dirinya, seperti kamu, Rafi sangat menyukai dan menyayangi mu. Aku yang sangat beruntung karena kamu yang mau menerima aku dengan segala kekurangan ku dan mau menerima Rafi sebagai anak mu. Kalau aku menikah dengan Monik yang ada aku mempunyai seorang anak lagi bukan istri. Sudah gak usah kamu pikirkan kasihan anak kita yang ada di dalam perut mu, nanti juga ikut mikir." Ucap Farel sambil mengelus perut Ranty yang masih datar.
Ranty hanya menjawab dengan anggukkan kepalanya saja.
"Sudah malam ayo kita tidur, besok kita akan sibuk." Ucap Farel sambil menggandeng tangan Ranty.
"Tunggu mas, kita sholat tahajud dulu yuk, kita minta dan berdoa agar segala sesuatu hal di lancarkan oleh Allah dan dijauhkan dari hal-hal yang buruk." Ucap Ranty.
"Kalau ayo, kita siap-siap dulu buat sholat tahajud berjamaah." Jawab Farel.
Mereka berdua langsung kembali kamar mereka untuk melaksanakan Sholat bersama.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.
__ADS_1