
Di dalam kamar Monik membuang dan melempar semua barang ada didalam kamarnya membuat kamarnya menjadi berantakan. Di saat bersamaan Gladys yang berjalan menuju kamarnya mendengar suara didalam kamar Monik. Gladys pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu dan masuk kedalam kamarnya adiknya.
"Tok tok tok."
Gladys mengetuk pintu kamar ko Monik. Karena tidak ada tanggapan dari Monik, Gladys pun langsung masuk kedalam kamar Monik. Dia melihat kamar adiknya berantakan, di lihatnya Monik duduk di pojok kamar sambil menangis. Gladys pun langsung berjalan menghampiri dan duduk di sebelah Monik.
Gladys yang melihat Monik langsung menghembuskan nafasnya. "Kamu kenapa seperti ini dek?." Tanya Gladys sedih.
"Apa mau mu senang bukan kamu melihat aku kalah. Ingat aku gak kalah akan aku rebutan apa yang aku inginkan dan aku gak akan membiarkan mereka bahagia jika aku gak bahagia." Ucap Monik.
"Kamu ini kenapa sih, dari dulu kamu sudah tahu kan kalau Farel cuma menganggap mu cuma adik gak lebih dari itu." Ucap Gladys.
"Aku gak mau hidup seperti mu kak, hidup miskin, susah yang hanya menikah dengan orang seperti Jaka dan....." Ucap Monik berhenti.
"Cukup kamu menghina suami ku Nik, walau kami gak punya apa-apa, miskin dan hidup susah, kami tetap bahagia. Aku cuma mengingatkan mu jangan berbuat hal yang aneh - aneh dan akibatnya merugikan dirimu sendiri." Ucap Gladys dengan nada tinggi.
"Gak perlu kamu menasihati ku. Lihat dirimu sendiri." Ucap Monik.
"Terserah kamu saja kalau kamu sudah tahu akibatnya jangan menyesal." Ucap Gladys berdiri dan langsung meninggalkan Monik.
Gladys gak habis pikir apa yang di pikirkan adiknya, dia memijat kening yang merasa sakit. Jaka yang baru saja naik atas dan akan menuju kamar mereka melihat Gladys baru saja keluar dari kamar Monik langsung menghampirinya dan memegang pundak untuk membantunya berjalan menuju kamar mereka.
"Kamu gak apa dek?." Tanya Jaka Kawatir.
"Aku gak apa - apa kok mas. Ayo ke kamar." Jawab Gladys.
Setelah masuk kedalam kamarnya Jaka memapah istrinya untuk duduk di tempat tidur.
"Mau mas bantuan berbaring?."
__ADS_1
"Gak usah mas, aku duduk saja. Kita pulang saja ya mas, aku gak mau kamu terus - terus di hina sama mama dan Monik." Ucap Gladys sedih.
"Kalau mas sih gak masalah dek, mas sudah kebal dengan hinaan itu, takutnya kamu yang gak kuat dan mempengaruhi kehamilan mu. Kalau kamu mau pulang ya nanti sehabis sholat asyar kita pulang." Ucap Jaka sabar.
"Makasih ya mas." Ucap Gladys sambil memeluk Jaka.
**********
Di kamar Ranty
"Selamat ya akhirnya teman ku bakalan nikah juga." Ucap Lesti di balik Hp.
"Iya makasih banyak ya, sudah membantu dan meyakinkan aku untuk menerima mas Farel." Ucap Ranty.
"Gak gratis lho." Ucap Lesti.
"Iya, insyaallah apa yang kamu minta kalau aku bisa penuhi akan aku beri." Ucap Ranty.
"Iya."
"Lesti aku mau cerita." Ucap Ranty.
"Memang mau cerita apa?." Tanya Lesti.
"Kemarin waktu aku makan bersama mas Farel dan Rafi, aku sempat bertemu dengan mas Rasid." Ucap Ranty.
"Kok bisa terus." Ucap Lesti.
"Ya gak tahu juga kok bisa dia ada di Surabaya setahu ku dia, ......" Ranty menceritakan kejadian saat dia bertemu dengan Rasid.
__ADS_1
"Mas Farel gak marah kan setelah kejadian itu?." Tanya Lesti setelah mendengar cerita dari Ranty.
"Alhamdulillah dia gak marah. Aku takut Les, Ibu bilang kalau mas Rasid sudah cerai dan dia sempat ke rumah Semarang mencari ku." Ucap Ranty.
"Tu orang mau nya apa sih? Kamu harus hati-hati Ran, Monik sudah kelar urusannya sekarang ganti yang lain. Kamu juga harus cerita sama mas Farel biar gak ada salah sangka."
"Iya pasti aku cerita, Ibu juga menyuruhku untuk menceritakan semua."
"Kalau gitu besok harus kita raya kan bertiga bareng sama bu Fitri pasti kalau ibu - ibu satu ini tahu kalau kamu sudah dilamar pasti heboh ya bukan main." Ucap Lesti.
"OK kamu kabari saja aku akan menyesuaikan jadwal ku biar kita bisa kumpul bareng."
"OK. Ya sudah kalau gitu aku tutup dulu ya assalamualaikum." Ucap Lesti.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty mengakhiri panggilan telepon nya.
Setelah Ranty menghubungi Lesti hpnya pun berbunyi lagi, di lihatnya sebuah pesan singkat yang di kirim Farel melalui wa.
["Assalamualaikum, Kamu sudah tidur? Istirahat ya! jangan capek - capek, besok pagi kita berangkat bersama bertiga. Aku akan mengantar dan menjemput mu pulang ❤️. "]
["Waalaikumsalam. Iya mas, tapi sepertinya besok mas Farel akan menunggu ku lama karena jadwal ku besok padat."]
["Gak masalah akan aku tunggu ❤️."]
["Kalau gitu aku istirahat dulu, Assalamualaikum."]
["Waalaikumsalam❤️."]
Setelah mengakhiri percakapan melalui pesan wa mereka pun sama-sama beristirahat di tempat yang berbeda.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA