
Monik yang sedang berada di Jakarta mendapatkan kabar dari mamanya Ibu Sisil merasa kesal, marah dan benci setelah tahu pernikahan Farel dan Ranty yang akan di laksanakan besok.
"Mama cuma ingin memberitahukan kabar itu saja, ingat kamu jangan melakukan apa-apa, Papa mu sudah sangat marah dengan kelakuan mu itu dan mengancam mama." Ucap Ibu Sisil melalui sambungan telepon.
"kemarin mama mau bantuin aku buat menggagalkan acara pernikahan kak Farel kenapa sekarang jadi begini ma? Aku gak mau kak Farel menikah dengan pelakor itu! Kak Farel hanya milik ku, kalau kak Farel gak bisa jadi milikku gak akan aku biarkan jadi milik orang lain." Ucap Monik.
"Monik... kamu itu cantik, pintar, terpelajar banyak lelaki yang suka dengan dirimu nak, cobalah membuka hati mama akan mencarikan lelaki yang lebih dari Farel dan untuk saat ini mama gak bisa membantu mu." Ucap Ibu Sisil merasa anaknya.
"Aku gak mau ma, kak Farel adalah lelaki yang lebih dan lebih dari lelaki yang lain, aku cuma mau kak Farel jadi suami ku gak mau yang lain." Jawab Monik.
"Monik, anak mama sayang, tolong lupakan Farel coba kamu cari lelaki yang lain ya sayang. Mama gak mau apa yang kamu lakuin itu akan mengakibatkan....." Ucap Ibu Sisil terpotong.
"Sudah cukup ma, kalau memang mama gak mau membantu ku, akan aku lakukan sendiri untuk menghancurkan kebahagiaan kak Farel dengan si pelakor itu. Aku gak takut dengan papa." Ucap Monik dan langsung memutuskan sambungan telepon dengan Ibu Sisil.
Ibu Sisil terdiam sejenak berpikir apa yang harus dilakukan olehnya. Dia tidak mau anak kesayangannya itu melakukan tindakan yang berakibat buruk. Tanpa berfikir ibu Sisil memutuskan untuk ke Jakarta menyusul Monik.
**********
Pagi itu Ranty sudah mulai di rias persiapannya pun sudah hampir selesai. Rumah milik pak Purnama didekor sebegitu indahnya sesuai dengan keinginan Ranty dan di dalam kamar Ranty yang di temani oleh Rafi dan Yoga saat sedang di rias merasa sangat senang karena ada dua lelaki tampan yang selalu menemani dan selalu memujinya.
"Bunda cantik deh." Ucap Rafi.
"Makasih sayang." Jawab Ranty.
"Aku senang karena bunda akan menjadi bunda ku, jadi Rafi gak akan berdua saja di rumah dengan papa." Ucap Ranty.
"Iya bunda juga senang kok." Jawab Ranty sambil mengelus kepala Rafi.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan Ibu Cici masuk kedalam kamar membawa dua gaun yang akan di kenakan Ranty saat acara akad nikah dan acara resepsi.
"Assalamualaikum." Ucap salam ibu Cici.
__ADS_1
"Waalaikumsalam." Jawab semua yang ada di kamar itu.
"Oma bawa apa itu?." Tanya Yoga.
"Oma bawa baju buat bunda Ranty." Jawab ibu Cici.
"Ini baju mu Ran, sudah mama siapkan semua."
"Makasih ma sudah banyak membantu saya dan mas Farel." Ucap Ranty sambil menggenggam tangan ibu Cici.
"Iya, mama juga makasih banyak karena kamu bisa menerima dan mau menjaga anak dan cucu ku sebagai anggota keluarga mu." Ucap Ibu Cici sedih.
"Iya ma." Jawab Ranty sedih dan hampir meneteskan air mata.
"Sudah dong sedih - sedihnya, nanti riasannya luntur gak jadi cantik lagi deh. Oh iya anak - anak sekarang keluar dulu bunda Ranty mau ganti baju dan kalian juga harus siap - siap." Ucap Ibu Cici.
"Ya oma." Jawab mereka berdua.
**********
Di ruang tengah Farel yang sudah siap sedang duduk terlihat gelisah dan tegang, Billy yang melihat adiknya seperti itu langsung menghampirinya.
"Kamu kenapa? Semalam kamu bilang gak akan tegang atau gelisah seperti ini. Ini bukan yang pertama Kalitta buat kamu kan?." Ucap Billy menenangkan adiknya.
"Iya mas aku tahu kalau ini bukan yang pertama buat aku, tetapi ini adalah yang pertama kali untuk Ranty aku gak mau membuat kesalahan di hari istimewanya ini." Jawab Farel.
"Biar gak tegang banyak - banyak baca sholawat dan berdzikir biar di lancarkan nanti saat kamu mengucapkan ijab kabul." Ucap Billy.
Farel menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Billy.
Saat Farel dan Billy sedang berbicara Rico pun datang membawa dua gelas teh hangat untuk mereka.
__ADS_1
"Ini teh hangat untuk kalian." Ucap Rico meletakkan dua gelas teh di atas meja.
"Makasih." Ucap Farel.
"Kamu di sini mana Lesti kok sendirian?." Tanya Billy.
"Leslie sudah berada di rumah pak Purnama sedang mempersiapkan dan mengontrol persiapan acara di sana." Jawab Rico.
"Kenapa kamu gak menemani Lesti, Ric?." Tanya Farel.
"Tadi aku sudah menawarkan diri untuk membantunya, tetapi dia bilang kalau kamu lebih membutuhkan diri ku. Makanya sekarang aku di sini untuk mu." Ucap Rico.
"Makasih ya, apa persiapan di sana sudah siap semua?." Tanya Farel.
"Insyaallah sudah siap semua. Nanti aku akan di hubungi oleh Lesti kalau di sana sudah siap dan kita akan langsung berangkat sesuai dengan apa yang sudah di jadwalkan." Jawab Rico.
"OK, kalau gitu aku masuk kedalam kamar dulu mau melihat Ayana apa sudah selesai bersiap - siap." Ucap Billy lalu meninggalkan Farel dan Rico.
Setelah Billy masuk ke dalam kamarnya Farel dan Rico pun berbincang sebentar sambil menunggu Lesti menghubungi untuk memberitahukan bahwa persiapan disana sudah selesai.
"Are you ready?." Tanya Rico.
"Ready." Jawab Farel.
"Jangan tegang, santai saja, aku yakin kamu bisa." Ucap Rico menyemangati Farel.
"Makasih Ric." Jawab Farel.
Tak lama Hp milik Rico berbunyi, Rico pun langsung menerima panggilan telepon tersebut. Setelah menerima panggilan telepon itu Rico langsung memberitahukan kepada Farel kalau mereka harus bersiap untuk berangkat ke rumah pak Purnama.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA.