Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 95...


__ADS_3

Farel menggandeng tangan Ranty kearah tempat tidur diajaknya duduk. Di pandanginya wajah istrinya yang begitu cantik yang membuat nafsunya semakin tidak tertahan. Dengan cepat Farel langsung memeluk tubuh Ranty dengan semangat di ciumnya bibir Ranty dan membelai dengan penuh mesra dan semakin memanas yang membuat nafas mereka berdua saling beradu sampai tersengal, berusaha saling membalas. Setelah sama-sama mengambil nafas mereka berdua melanjutkan ciuman panjang yang penuh penghayatan.


Farel melihat wajah Ranty yang merona antara gugup, malu dan berga***irah itu membuat Farel semakin tergoda. Lalu perlahan di baringkannya tubuh Ranty diatas tempat tidur. Memberikan kesempatan sebentar untuk Ranty untuk membenarkan posisi nya agar dia merasa nyaman. Setelah itu Farel melanjutkan kegiatannya dengan menci***um bibir, leher sampai bawah telinga Ranty. Berkali-kali bibir Farel menjelajah pipi dan bibirnya, sementara tangannya sibuk menyusup ke sana kemari.


Ranty menggeliat kegelian seperti cacing kepanasan ingin mengeluarkan suara tetapi tidak bisa, karena bibirnya sudah menjadi bahan permainan Farel. Ranty di cu***mbu sedemikian panasnya membuat tubuhnya lemas.


"Sayang bolehkah aku meminta hak ku sekarang?." Bisik Farel dengan lembut di telinga Ranty.


Bisikan itu membuat Ranty hanya bisa memejamkan mata. Ranty tidak menjawab pertanyaan Farel hanya dengan mengedipkan matanya mengiyakan Farel karena saat itu tubuhnya sudah tidak berdaya.


Farel langsung melepaskan semua pakaiannya, memperlihatkan dada bidangnya yang sangat menarik, walau Ranty sudah sering melihatnya tetapi hal itu membuat Ranty begitu malu apa lagi Ranty terkejut melihat bagian bawah milik Farel.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Ranty . Farel langsung membisikkan ketelinga Ranty. "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa". Ucap Farel membacakan doa sebelum melakukan hubungan suami istri.


"Sayang sekarang bolehkah ini aku singkirkan? Ini mengganggu sekali." Ucap Farel sambil memegang lingerie yang di pakai oleh Ranty.


Ranty tersenyum malu melihat tingkah Farel, lalu dengan kesadaran penuh Ranty langsung duduk perlahan memberi kesempatan untuk Farel membuka lingerie nya. Dengan malu - malu Ranty mengangkat kedua tangannya ke atas saat lingerie itu di tarik Farel melewati kepalanya. Sehingga tinggal tubuh mulus yang di balut bra warna hitam dan ****** ***** berwarna senada menutup bagian bawahnya.


Ranty merasa malu sehingga dia memeluk tubuh nya sendiri lalu menarik selimut hingga menutup kepalanya. Farel pun dengan cepat melempar selimut itu ke lantai lalu menyeret tubuh Ranty kepelukannya.


"Kita tidak perlu itu." Ucap Farel.

__ADS_1


"Sekarang ini akan aku mulai ya sayang aku akan melakukannya pelan karena ini adalah malam pertama bagi mu." Ucap Farel lagi.


Farel membaringkan tubuh Ranty setelah melepas lingerie nya kedua tangan Farel bertumpu pada tempat tidur dan mengapit tubuh Ranty di tengahnya. Telapak tangan Farel membelai rambut serta pipi mulus Ranty dengan lembut, lalu Farel memulai kegiatannya lagi menci***umnya mulai dari atas hingga bawah tanggannya pun mulai bermain cantik di tubuh Ranty membuat si pemilik tubuh mengeluarkan suara cantik dari mulutnya


Rambut Ranty sebagian jatuh di darinya menutup sebagian pandangannya, sementara kedua tangannya tidak ada waktu untuk merapikannya karena memeluk erat bergantung pada leher Farel yang kini tepat berada di atasnya.


Nafas Farel terasa hangat menghembus ke kulit wajah Ranty, dengan lembut Ranty mencium bibir Farel. Farel pun membalas ciuman Ranty. Tangan Farel mulai membuka pakaian dalam Ranty yang membuat mereka berdua sama-sama tidak menggunakan pakaian.


"Mas." Ucap Ranty sambil bersuara cantik menerima setiap sentuhan Farel.


Farel yang mendengar suara Ranty yang menggoda membuatnya semakin bern***afsu bermain. Ranty mulai meremas kepala Farel memuat rambut hitam Farel menjadi acak - acakan.


"Sayang, apa kamu sudah siap?." Bisik far bertanya.


Farel berusaha melakukan dengan hati - hati saat melihat Ranty yang berada di bawahnya itu mengeluarkan air mata dengan mata terpejam. Suara ******* mereka beradu, beradu keringat yang membasahi tubuh. Mereka berdua bergerak tanpa ada yang memimpin atau memberi aba - aba. Pada satu titik di mana membuat mereka berdua sama-sama mengerang dan mendesah. Rasa perih bercampur nikmat itu membuat Ranty terkulai lemas di atas tempat tidur.


Farel melihat Ranty dengan rasa puas, malam pertama yang tertunda akhirnya telah mereka lalui secara sempurna. Farel menarik tubuhnya lalu berbaring di sebelah Ranty dan kedua memberikan ciuman hangat di kening Ranty.


"Terima kasih sayang.... Kebahagiaanku telah sempurna. Maaf karena bermain terlalu kasar." Bisik Farel sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos.


Karena lelah Ranty hanya menganggukkan kepalanya. Mereka berdua pun langsung tertidur karena kelelahan setelah aktivitas itu sambil berpelukan.

__ADS_1


**********


Seperti biasa suara alaram hp Ranty berbunyi tepat pukul empat pagi, Ranty pun langsung mematikannya agar tidak mengganggu Farel yang sedang tidur di sampingnya. Ranty merasa sangat lelah dan sakit di seluruh tubuhnya karena Farel sangat begitu kasar saat bermain. Saat Ranty hendak bangun dan ke kamar mandi rasa sakit membuatmu Ranty sedikit teriak.


"Awwwhuuuh." Suara Ranty menahan sakit saat hendak berdiri.


Farel pun terbangun mendengar teriakan istrinya yang berada di sebelahnya. "Sayang kamu kenapa? Apa masih terasa sakit?." Tanya Farel cemas.


"Kamu mau kemana? Biar aku bantu ya." Ucap Farel yang hendak mengambil posisi untuk menggendong Ranty.


"Emma gak mas, Ranty bisa kok. Aku coba pelan - pelan dulu." Ucap Ranty pelan sambil menahan sakit.


"Kalau gitu kamu duduk dulu, biar aku siapkan air hangat untuk mu mandi." Ucap Farel.


Farel dengan segera menggunakan celana pendeknya dan memberikan handuk kimono untuk di pakai oleh Ranty karena saat mereka bangun hanya menggunakan selimut tanpa menggunakan pakaian. Dengan cepat Farel berlari ke kamar mandi mengisi bahan dengan air hangat.


"Sudah siap sayang apa mau aku bantu masuk. Ke dalam kamar mandi?." Tanya Farel.


"Gak perlu mas aku bisa sendiri kok." Jawab Ranty sambil berjalan pelan masuk kedalam kamar mandi


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2