
Setelah kejadian itu Ranty langsung duduk lemas, Farel langsung memberikan segelas air putih kepada Ranty. Rafi dan Yoga yang melihat kejadian itu ikut kawatir.
"Bunda gak apa kan?." Tanya Rafi kawatir.
"Bunda gak apa kok sayang." Jawab Ranty sambil tersenyum agar Rafi dan Yoga tidak kawatir.
"Kamu minum dulu, tenangkan dirimu." Ucap Farel.
"Iya mas." Jawab Ranty.
"Siapa sih Om, orang yang gangguin dokter Ranty tadi?." Tanya Yoga.
"Bukan siapa - siapa kok, kita makan dulu ya nanti keburu dingin makannya." Jawab Farel.
Mereka semua langsung menikmati makanan yang di pesankan oleh Ranty. Farel tak henti - hentinya menatap Ranty yang dari tadi hanya diam. Farel mengambil makanan yang ada di piringnya dengan sendok dan langsung menyuapkan kepada Ranty.
"Aaaaa... Buka mulut mu dari tadi kamu hanya diam." Ucap Farel.
Ranty langsung membuka mulutnya. "Makasih maaf ya mas, sudah membuat mu kawatir." Ucap Ranty.
"Kalau gitu buruan makan, nanti keburu dingin makanan yang kamu pesan gak usah kamu pikir hal yang barusan terjadi." Ucap Farel.
__ADS_1
Setelah selesai makan siang mereka langsung menuju sebuah toko yang diinginkan oleh Ranty, di toko itu Ranty membeli beberapa barang yang diperlukan untuk keperluan acara lamaran. Acara belanja pun selesai, mereka pun langsung pulang sebelum menuju ke apartemen mereka, sebelum itu mereka mengantarkan Yoga pulang kerumah terlebih dahulu.
Di dalam mobil Ranty hanya diam. Pikirannya masih mengingat kejadian yang tadi. Dia takut dengan tindakan Rasid yang akan membuat kacau semua yang sudah membuat bahagia dirinya. Farel yang melihat Ranty berusaha menenangkan Ranty.
"Kamu gak usah kawatir, biar semua aku yang mengurus Rasid. Kamu fokus saja dengan acara lamaran kita." Ucap Farel yang tahu akan isi hati Ranty.
"Iya mas makasih banyak, maaf merepotkan mas Farel." Ucap Ranty yang sangat senang karena mendapat perhatian dari Farel.
"Sekarang kamu harus tenang gak usah kamu memikirkan dia." Ucap Farel.
Perjalanan pulang pun merasa menyenangkan karena suasana hati Ranty sudah mulai kembali seperti semula. Ranty sudah bisa tersenyum dan bencana dengan Rafi.
**********
"Mama apa yang harus kita lakukan, aku gak mau kak Farel menikah dengan si dokter sialan itu. Kalau aku gak bisa mendapatkan kak Farel aku gak akan membiarkan dokter sialan itu mendapatkan kak Farel juga." Ucap Monik kesal.
"Kamu tenang saja mama akan pikirkan cara untuk membatalkan acara pernikahannya." Ucap Ibu Sisil santai.
"Kenapa mama hanya diam saja ayo dong ma cepet cari cara buat membatalkan acara lamaran kak Farel." Ucap Monik sambil merengek.
"Aduh Monik kamu ini, kita harus butuh rencana gak semudah itu, kamu sabar lah." Ucap Ibu Sisil.
__ADS_1
"Kalau mama gak mau buruan cari cara, aku akan cari cara sendiri untuk menggagalkan acara lamaran kak Farel." Ucap Monik sambil meninggalkan ibu Sisil.
"Monik.... Monik... Nik...." Panggil ibu Sisil yang tidak di hiraukan Monik yang berjalan menuju kamarnya.
"Dasar anak gak mau di ajak sabar." Ucap Ibu Sisil sendiri.
"Memang ada apa Ma." Ucap Pak Agam yang baru saja pulang dari kantor dan pak Agam sempat mendengar percakapan istri dan anaknya.
"Ya ampun papa bikin kaget saja, kalau pulang itu ucap salam kenapa sih." Ucap Ibu Sisil.
"Papa dari tadi sudah ucapkan salam tapi kalian saja gak ada yang mendengar." Ucap Pak Agam lalu duduk di sofa.
"Pa, kamu bilang dong sama mas Hermawan tentang lamaran...." Ucap Ibu Sisil terhenti.
"Sudah cukup ma, Papa gak mau membahas masalah ini, Papa capek dan Papa gak mau kamu dan Monik mempermalukan keluarga kita jika itu sampai itu terjadi papa gak akan tinggal diam dan segan - segan menghukum kalian berdua. Ingat ancaman papa." Ucap Pak Agam tegas.
"Papa ini gimana sih jika anak kita Monik menikah dengan Farel, maka keuangan perusahaan papa akan tetap stabil dan pasti banyak relasi dan klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan papa." Ucap Ibu Sisil.
"Apa selama ini uang yang aku kasih kekamu masih kurang, yang kamu pikirkan hanya uang uang dan uang, sudah ma aku capek dan aku ingatkan jangan berbuat hal - hal yang aneh." Ucap Pak Agam meninggalkan ibu Sisil.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA.