Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 111...


__ADS_3

Setelah kejadian itu Ranty langsung pergi meninggalkan Farel dan masuk ke dalam kamarnya. Ranty tak mau terlalu berfikir keras karena dapat berakibat buruk terhadap kandungannya, saat itu dia lebih memilih melaksanakan sholat isya agar perasaan sedikit tenang.


Di dapur Farel sudah terlihat lebih tenang dan kepalanya sudah tidak sakit seperti sebelumnya. Setelah keadaannya membaik Farel merasa bersalah telah membentak dan berbicara keras kepada Ranty. Farel pun langsung menyusul Ranty masuk kedalam kamar. Di dalam kamar dilihatnya istrinya sedang mengerjakan sholat. Tanpa sadar Farel pun menangis karena perbuatan yang dilakukannya tadi. Ranty pun selesai sholat saat hendak melepas mukena tiba-tiba Farel memeluk erat Ranty dari belakang dan mengucapkan kata maaf.


"Maafin aku sayang. Aku gak tahu kenapa aku berbuat jahat kepada mu." Ucap Farel dengan suara pelan.


Ranty terkejut menerima perlakuan itu dari Farel. Ranty hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak mau Farel emosi lagi sehingga dia hanya bisa mengalahkan dan mencoba bertanya perlahan kepada Farel.


"Kamu sudah gak sakit lagi? memang mas Farel sakit apa? biar aku periksa istri mu ini kan juga seorang dokter." Ucap Ranty perlahan sambil membalikkan badannya kehadapan Farel.


"Aku juga gak tahu Ran tiba-tiba kepala ku sakit yang membuat emosiku tidak terkendali." Jawab Farel.


"Sekarang mas Farel ambil air wudhu dulu setelah itu sholat isya biar perasaan dan pikiran mas Farel menjadi lebih tenang." Ucap Ranty.


"Iya sayang." Jawab Farel.


Farel pun menuruti perkataan Ranty, dia langsung menuju kamar mandi dan melaksanakan sholat isya. Setelah selesai sholat Farel menghampiri Ranty yang sedang menunggu dirinya untuk di periksa.


"Duduk sini mas." Ucap Ranty.


Farel langsung duduk sesuai dengan perintah Ranty. Ranty mengambil beberapa peralatan standar untuk memeriksa Farel.


"Tekanan darah mas normal, gula darah juga normal. Apa hanya kepala saja mas yang sering terasa sakit mas?." Tanya Ranty.


"Iya akhir-akhir ini kepala ku sering sakit." Jawab Farel.

__ADS_1


"Gimana kalau besok mas aku antar ke rumah sakit untuk di periksa lebih detail. Kalau pemeriksaan standar saja belum bisa mendiagnosis keadaan mas Farel." Ucap Ranty.


"Gak perlu lah, bisa jadi aku hanya stress karena beberapa pekerjaan yang menumpuk dan keadaan badan ku yang sedang capek." Ucap Farel.


"Tetapi mas gak mengkonsumsi obat atau semacamnya kan?." Tanya Ranty.


"Gak Ran, aku gak pernah makan atau minum obat yang aneh-aneh kecuali obat yang kamu kasih, tetapi akhir-akhir ini aku sering minum kopi setelah minum rasanya aku lebih tenang." Ucap Farel.


"Kalau gitu mas Farel istirahat saja, akan aku buatkan susu hangat agar mas Farel sekalian aku mau melihat Rafi dan Edi di atas." Ucap Ranty.


Ranty pun langsung keluar kamar, dia langsung menuju dapur untuk membuatkan susu untuk Farel dan Rafi. Saat hendak naik ke atas mengantarkan susu untuk Rafi, Ranty teringat tentang kopi pemberian Monik untuk Farel. Di ambilnya sisa kopi yang baru saja di minum oleh Farel lalu menyimpannya. Ranty berfikir untuk memeriksa kandungan apa yang terdapat pada kopi itu yang bisa membuat Farel tenang dan berubah sikap setelah meminum kopi itu.


Ranty kembali ke dalam kamar sambil membawa segelas susu. Dilihatnya Farel sedang duduk santai bersandar di tempat tidur sambil memainkan hpnya. Ranty menghampiri nya lalu duduk di sebelahnya dan memberikan segelas susu yang dia bawa.


"Ini mas." Ucap Ranty sambil memberikan segelas susu itu.


Farel menerima gelas lalu meminum susu itu hingga habis.


"Alhamdulillah." Ucap Farel.


"Sudah enakan belum badannya?." Tanya Ranty.


"Ya lumayan, kepala ku juga sudah gak sakit lagi seperti tadi. Makasih ya sayang." Ucap Farel sambil memeluk mesra Ranty.


"Ya sudah mas istirahat dulu, aku mau ke kamar mandi setelah itu aku juga istirahat, hari ini aku sangat capek dan ingin langsung istirahat." Ucap Ranty sambil berjalan ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai dari kamar mandi Ranty melihat Farel yang sudah tidur terlebih dahulu, dia pun ikut berbaring di sebelah Farel sambil memeluk lengannya dan mulai tertidur karena rasa capeknya.


**********


Keesokan harinya seperti biasa sehabis sarapan Farel berangkat kerja dan sekaligus mengantar Rafi ke sekolah, Edi berangkat ke kampus lebih pagi karena dia ada ujian, sedang Ranty akan berangkat kerja setelah semuanya urusan rumah dia selesaikan barurulah ranti bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Di perjalanan Ranty menghubungi Ayana untuk mengingat kalau hari ini mereka akan pergi ke Mall untuk berbelanja karena baru pagi ini dia mendapatkan izin dari Farel. Setelah menghubungi Ayana, Ranty pun tiba di rumah sakit tempat dia bekerja. Sebelum menuju ruangannya Ranty berjalan ke laboratorium untuk memeriksa kandungan kopi yang di minum oleh Farel. Ranty masuk ke dalam laboratorium, di dalam sudah ada Rama yang menunggunya karena sebelum dia akan ke sana Ranty sudah menghubungi Rama terlebih dahulu.


"Assalamualaikum." Ucap Ranty.


"Waalaikumsalam. Dok." Jawab Rama.


"Maaf aku menggangumu, bisa gak kamu mengecek kandungan yang ada di dalam kopi ini?." Tanya Ranty.


"Bisa Dok, tapi agak sedikit lama tidak masalah kan? memang apa ada yang aneh dengan kopi ini?." Tanya Rama balik.


"Iya menurut ku ada yang aneh saja dengan kopi ini, tapi kalau bisa jangan terlalu lama ya Ram." Ucap Ranty.


"Siap dok aku usahakan secepatnya." Ucap Rama.


"Makasih ya dan tolong rahasiakan ini. Aku balik dulu ya, assalamualaikum." Ucap Ranty.


"Waalaikumsalam." Jawab Rama sambil mengacungkan ibu jarinya.


Setelah selesai dari laboratorium Ranty pun kembali ke ruang kerjanya untuk kembali bekerja.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2