
Saat Farel akan kembali masuk ke dalam kamar tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggilnya. Farel pun mencoba mencari siapa yang memanggilnya, ternyata Jaka, dia berlari menghampiri Farel dan juga diikuti oleh Gladys yang berada di belakangnya.
"Farel tunggu." Ucap Jaka.
Farel melihat mereka yang menghampirinya dengan tatapan yang masih kesal dan marah terhadap mereka.
"Maafkan aku kalau aku mengganggu mu." Ucap Jaka kepada Farel.
Gladys berjalan menghampiri Jaka yang sudah lebih dulu menghampiri Farel. Gladys memegang bahu suaminya Jaka dengan nafas yang naik turun karena saat itu Gladys dalam keadaan hamil. Farel yang melihat kondisi Gladys seperti itu merasa kasihan dan memintanya untuk duduk.
"Duduk dulu." Ucap Farel yang juga terlihat khawatir.
"Makasih Rel." Jawab Gladys sambil duduk di kursi depan kamar inap Ranty.
"Kenapa kamu menyusul mas kemari, tadi mas kan sudah bilang tunggu mas di sana saja, biar mas yang menemui dan berbicara kepada Farel." Ucap Jaka menasehati Gladys.
"Aku masih belum puas kalau bukan aku sendiri yang menemui Farel dan berbicara dengannya." Jawab Gladys sambil mengatur nafas.
Sebenarnya Farel masih enggan bertemu dan berbicara dengan keluarga pak Agam. Emosi dan rasa kesalnya akan muncul setiap kali mengingat kejadian yang menimpa istri dan calon anaknya.
Dengan nada ketus Farel pun bertanya. "Ada perlu apa?." Tanya Farel.
"Aku gak mau lama-lama meninggal Ranty sendirian di dalam kamar, kalau kalian berdua ingin berbicara sekarang saja dan cepat." Ucap Farel.
"Sebenarnya kami sudah lama ingin ke sini menemui mu tetapi Billy melarang kami untuk bertemu dengan mu sementara waktu." Ucap Jaka.
"Karena aku sudah gak bisa sabar dan menahannya lagi Rel akhirnya aku mengatakan kepada mas Jaka untuk menemui mu di sini walau sempat dilarang oleh dia. Niat kami ke sini untuk menanyakan kabar Ranty dan mewakili keluarga dan juga Monik meminta maaf kepada mu dan juga Ranty dan bila kami di perbolehkan menemui Ranty kami akan langsung meminta maaf tanpa perantara dari diri mu." Ucap Gladys.
"Sejujurnya aku masih belum bisa memaafkan perbuatan yang di lakukan oleh Monik dan untuk keadaan Ranty dia sudah baik-baik saja jadi kalian gak perlu khawatir." Jawab Farel.
__ADS_1
Gladys dan Jaka pun masih berusaha untuk meluluhkan hati Farel dan mereka bertiga di luar masih melanjutkan pembicaraan mereka.
Sedangkan Ranty yang berada di dalam kamarnya baru saja menidurkan anaknya Rafi dan membereskan pakaian milikinya dan juga milik Farel yang akan mereka bawa pulang, agar besok pada saat mereka pulang tidak akan kerepotan lagi merapikan bawaan mereka.
Setelah selesai Ranty pun beristirahat sambil menunggu Farel yang sedang berada diluar untuk mengantarkan Dokter Hadi, Pras dan Cahyo. Saat sedang bersantai di dalam kamarnya Ranty merasa kalau Farel tidak kunjung masuk ke dalam kamar dan dia juga sempat mendengar suara Farel yang sedang berbicara dengan seseorang dengan suara yang keras hingga terdengar dari dalam kamar hal itu membuat Ranty penasaran dan memutuskan untuk keluar dan melihatnya.
Ranty membuka pintu kamar dan keluar dari dalam kamarnya, saat itu Ranty melihat Farel yang sedang berbicara dengan Jaka dan Gladys. Ranty pun menghampiri mereka karena Ranty melihat suaminya tampak emosi saat berbicara kepada mereka berdua.
"Ada apa mas?" Tanya Ranty sambil memukul pundak Farel.
Farel pun langsung terkejut dan hanya bisa diam.
"Lho ada mbak Gladys dan mas Jaka, kenapa gak masuk saja?." Tanya Ranty.
"Kami kebetulan lewat saja kok Ran dan melihat Farel berada di luar kamar jadi kami menghampirinya untuk menanyakan kabar mu." Jawab Gladys sedikit terbata-bata.
"Oooooh."
"Masuk yuk, kita ngobrol di dalam saja." Ucap Ranty sambil menggandeng tangan Gladys.
Ranty dan Gladys pun masuk terlebih dahulu ke dalam kamar dan langsung di ikuti Farel dan juga Jaka. Ranty membersihkan mereka berdua untuk duduk dan mengambil dua botol air mineral untuk mereka. Setelah itu Ranty pun duduk di sebelah Gladys.
"Kamu gak duduk mas?." Tanya Ranty yang melihat Farel masih saja berdiri.
Farel pun langsung duduk saat melihat tatapan Ranty yang membuatnya takut dan dengan terpaksa Farel pun juga duduk.
"Di minum dulu mbak." Ucap Ranty sambil membukakan botol air minum lalu memberikan kepada Gladys.
"Terima kasih Ran. Ini yang aku butuhkan." Ucap Gladys yang langsung menerima sebotol air dari Ranty.
__ADS_1
"Pelan-pelan saja sayang." Ucap Jaka kepada Gladys.
"Kamu kok tahu kalau aku butuh minum?." Tanya Gladys.
"Sudah kelihatan kok mbak dari wajah mbak Gladys, aku kan dokter walau bukan dokter kandungan tapi aku tahu kalau mbak Gladys lagi membutuhkan minum." Jawab Ranty sambil tersenyum.
"Oh iya Ran gimana keadaan mu?." Tanya Jaka.
"Alhamdulillah aku sudah baik-baik saja. Bisa mbak lihat sendiri kan keadaan ku." Jawab Ranty.
"Syukur Alhamdulillah, kalau kamu sudah sehat dan baik-baik saja." Ucap Jaka.
"Ran, mungkin kamu sudah tahu niat kedatangan kami berdua ini untuk apa, jadi aku gak akan basa-basi lagi. Kami ingin meminta maaf kepada kalian berdua atas perbuatan Monik yang mengakibatkan kamu kehilangan anak dalam kandung mu." Ucap Gladys yang langsung berdiri dan membungkukkan badannya untuk meminta maaf.
Ranty pun langsung berdiri memegang pundaknya dan mengajaknya untuk duduk kembali.
"Ya Allah mbak gak perlu seperti itu, aku sudah memaafkan Monik kok, dan aku sudah ikhlas menerima ini semua. Karena semua yang terjadi adalah kehendak Allah." Ucap Ranty.
"Aku benar-benar minta maaf Ran. Aku gak bisa membayangkan apa yang kamu alami ini." Ucap Gladys sambil menangis.
"Gak perlu dibayangkan lagi mbak, semua yang terjadi sudah terjadi. Aku sudah ikhlas dan aku juga sudah memaafkan perbuatan Monik. Tetapi proses hukum akan tetap berlanjut walau keadaan Monik seperti itu saat ini." Jawab Ranty.
"Aku tahu kok Ran, maka dari itu kami sekeluarga sudah menerima semua konsekuensi yang di lakukan oleh Monik." Ucap Gladys.
"Kami juga minta maaf ya Rel." Ucap Jaka.
Farel menghembuskan nafasnya. "Aku juga sudah memaafkannya juga. Aku pun minta maaf kepada kalian berdua atas perbuatanku saat di luar tadi, jujur masih ada rasa kesal dan marah terhadap keluarga kalian, walau yang melakukan perbuatan itu adalah Monik." Jawab Farel.
Pembicaraan pun berlanjut setelah permintaan maaf Jaka dan Gladys kepada Ranty dan Farel. Keadaan yang awalnya sedikit tegang mulai berangsur tenang dan kembali seperti semula.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.