
Akibat peristiwa yang barusan terjadi membuat Ranty dan Farel sedikit salah tingkah. Farel dan Ranty sama-sama diam hanya saling curi - curi pandang.
"Ya Allah ada apa dengan perasaan ku ini, di bilang senang juga senang, di bilang aneh juga aneh." Batin Ranty.
"Mudah - mudahan apa yang aku rencanakan berhasil, walaupun ada sedikit gangguan dari Rafi, bismillah ya Allah lancarkan usaha ku ini." Ucap Farel dalam hati.
Karena terlalu lama sama-sama diam akhirnya Farel pun memberanikan dirinya untuk berbicara.
"Maaf ya Ran, pasti kamu terkejut dengan permintaan Rafi tadi." Ucap Farel dengan hati - hati.
"Gak apa kok mas." Jawab Ranty.
"Pa, bun aku mau main ke sana boleh?." Tanya Rafi.
"Iya hati - hati kalau sudah adzan dhuhur balik ya." Jawab Farel.
"OK Pa. Da bunda." Ucap Rafi.
Ranty membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangannya.
Setelah Rafi pergi suasana pun menjadi sepi mereka berdua hanya diam. Ranty dan Farel sibuk dengan hp mereka masing-masing bingung mau bicara apa karena peristiwa yang baru saja terjadi.
Ranty pun tak tahan akhirnya dia pun mulai berbicara. "Mas maaf ya, tentang peristiwa tadi aku bingung harus menjawab apa kepada Rafi, aku gak mau membuatnya sedih di hari ulang tahun nya ini."
"Iya, aku juga minta maaf kepada mu gara - gara permintaan Rafi membuat mu terkejut." Ucap Farel.
"Aku sih gak masalah dengan sebutan itu, tapi aku takut membuatnya kecewa kalau apa yang diinginkan dari bundanya ini tidak sesuai dengan keinginannya." Ucap Ranty.
"Aku tahu itu!."
"Ranty." Panggil Farel.
"Iya." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Apa kamu ingin tahu apa yang aku bicarakan dengan Edi saat kita akan berangkat kesini?." Tanya Farel.
Ranty pun menggunakan kepalanya menjawab pertanyaan Farel dengan rasa penasaran.
"Sebelum aku akan mengatakan kepada mu, aku minta maaf terlebih dahulu karena apa yang akan aku sampaikan kepadamu akan membuatmu terkejut dan bingung tetapi sebelum aku sampaikan hal ini aku sudah meminta ijin Edi sebagai salah satu keluarga mu yang ada di sini." Ucap Farel.
Farel langsung menarik tangan Ranty lalu di genggam dengan erat, Ranty yang pun langsung terkejut dengan tingkah dan omongan Farel terhadap nya. Farel menatap wajah Ranty dengan penuh harapan.
"Ran, mau kah kamu menjadi istri dan ibu dari anak ku Rafi sy ?." Tanya Farel langsung kepada Ranty.
Ranty yang mendengarkan langsung terkejut dan bingung harus menjawab apa. Dia merasa senang sekaligus bingung dengan kejadian hari ini.
"Jadi hal ini yang di bicarakan sama Edi tadi pagi. Ya Allah apa lagi ini tadi anaknya sekarang bapaknya, beri aku petunjuk Ya Allah." Batin Ranty.
"Kamu gak perlu menjawab nya sekarang. Kamu pikirkan dulu saja. Yang jelas aku serius menjalin hubungan dengan mu." Ucap Farel.
"Aku bingung mas harus menjawab apa? Aku masih terkejut dengan apa yang di minta oleh Rari tadi dan sekarang aku kamu juga tiba-tiba meminta ku untuk menjadi istri dan ibu. Jujur aku bingung?." Ucap Ranty.
"Kamu boleh gak memberi jawaban sekarang atau ada masalah lain yang membuatmu ragu dengan permintaan ku ini?." Tanya Farel.
"Memberi jawaban iya atau tidak itu mudah tetapi alasannya aku memberi jawaban itu yang aku bingung."
"Apa alasan mas Farel mau menjadikan aku istri mas?." Tanya Ranty.
"Kamu adalah wanita pertama yang di sukai oleh Rafi padahal banyak wanita yang mencoba mendekati ku dengan cara mendekati Rafi terlebih dahulu tetapi cuma kamu yang bisa langsung dekat dan akrab dengan Rafi dan kamu adalah wanita pertama yang aku sukai sebelum aku mengenal dan mencintai almarhum istriku Nata." Jawab Farel.
Ranty yang mendengar pun heran, untuk pernyataan yang pertama Ranty bisa terima tetapi untuk pernyataan yang kedua membuatnya bingung, Ranty pun langsung di bertanya. "Sejak kapan mas Farel tahu aku? sedangkan aku baru tahu dan pertama kali lihat mas Farel itu pun di rumah sakit."
"Cerita nya panjang ingat gak waktu itu kamu pernah naik bis kota........." Ucap Farel menceritakan kejadian pertama kali dia bertemu dengan Ranty di dalam bis.
Ranty mendengar dan mulai mengingat - ingat kejadian yang di ceritakan oleh Farel. Perlahan - lahan Ranty pun mulai teringat dan tersenyum mengingat kejadian itu.
"Jadi Om Om yang naik bis kota itu mas Farel, ha ha ha ha." Ucap Ranty sambil tertawa.
__ADS_1
"Sudah jangan tertawa aku malu." Ucap Farel.
"Iya iya maaf, sekarang aku serius."
Ranty menarik nafas panjang dan mulai berbicara serius lagi. "Makasih mas Farel masih mengingat dan menyimpan rasa suka mas Farel kepada ku, jujur aku bingung mas aku juga suka mas Farel tapi aku masih bingung dengan perasaan aku ini."
"Apa kamu keberatan dengan status ku yang duda dan memiliki anak?." Tanya Farel.
"Gak, aku sudah pernah bilang aku gak pernah mempermasalahkan masalah status. Cuma..... " Ucap Ranty yang tidak di teruskan.
"Cuma apa?." Tanya Farel.
"Aku akan memberi jawaban kepada mas Farel setelah urusan mas selesai dengan Monik. Jujur aku gak pernah bilang kepada mas Farel kalau Monik sering sekali menemui ku untuk meminta ku agar menjauhi mu dan Rafi. Aku juga minta waktu untuk berfikir karena jujur aku takut untuk menjalin hubungan karena ada sedikit ada rasa trauma dengan hubungan ku yang dulu."
"Aku mengerti aku akan menyelesaikan semua urusan ku dengan Monik dan keluarganya juga dan aku akan memberikan waktu kamu untuk berfikir. Selama kamu berfikir bisakah kita menjalin hubungan untuk saling mengenal. Tapi aku gak ingin menganggap mu sebagai pacar." Ucap Farel.
"Lantas?."
"Aku tahu kamu gak mau pacaran lagi, butul gak?."
Ranty menganggukkan kepala nya.
"Jadi aku mau menganggap mu pacar dan selama kamu berfikir aku akan menganggap mu sebagai calon istri dan ibu buat anak ku dan aku minta tolong jangan terlalu lama memberi jawaban." Ucap Farel.
Ucapan Farel membuat hati Ranty semakin senang walau masih ada sedikit keraguan di dalam hatinya.
"Iya mas aku harap waktu yang mas berikan cukup untuk aku meminta petunjuk kepada Allah apa benar Mas Farel itu Jodohku dan juga aku harus sampaikan kepada keluarga ku tentang hal ini." Ucap Ranty
"Iya." Ucap Farel seneng.
Hari ini adalah hari paling mengejutkan dan membuat bahagia bagi Farel, Ranty dan Rafi yang dimana Rafi mendapatkan hadiah bisa memanggil Ranty dengan sebutan bunda, Ranty mendapatkan kejutan sebuah pengakuan dan permintaan untuk menjadi seorang istri sekaligus ibu sedangkan Farel mengetahui bahwa Ranty juga suka dengan diri nya walau pengakuan dan lamarannya masih menggantung dan belum ada jawaban pasti dari Ranty.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA