
Di rumah sakit yang sama tetapi berbeda tempat, Farel sedang menunggu di depan ruang operasi bersama dengan pak Hermawan dan Bu Tika, setelah mereka mendapatkan kabar bahwa Ranty mengalami insiden itu, mereka langsung berangkat dari Malang ke Surabaya. Sedangkan orang tua Ranty masih dalam perjalanan dari Semarang ke Surabaya.
"Yang sabar ya nak." Ucap ibu Tika menguatkan Farel.
"Iya ma, doakan Ranty agar dia baik-baik saja dan kuat menghadapi ujian ini." Jawab Farel.
Tak lama ibu Cici dan pak Agus pun tiba mereka juga langsung datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar tersebut.
"Gimana apa semua baik-baik saja?." Tanya ibu Cici yang khawatir.
"Ranty masih di dalam ruang operasi dan untuk kabar Monik kami masih menunggu Billy dan Anton." Jawab pak Hermawan.
"Yang sabar ya nak." Ucap Ibu Cici sambil mengelus kepala Farel.
"Makasih bu." Jawab Farel pelan.
Dokter Diana pun keluar dari ruang operasi dan langsung menghampiri keluarga yang sedang menunggu di luar ruang operasi. Farel yang mengetahui dokter Diana menghampiri mereka langsung buru-buru menghampirinya juga.
"Gimana dok Ranty." Ucap Farel.
"Dokter Ranty baik-baik saja, untuk sekarang ini masih belum sadar dan masih dalam masa pemulihan setelah operasi. Setelah dia sadar akan langsung kami pindahkan ke kamar yang sudah kami siapkan." Jawab dokter Diana.
"Alhamdulillah." Jawab mereka semua yang mendengar.
"Saya permisi dulu, nanti setelah dokter Ranty di pindahkan saya akan ke kamarnya untuk memeriksa kembali keadaannya." Ucap dokter Diana setelah memberikan penjelasan singkat kepada keluarga Ranty.
Setelah dokter Diana pergi, Billy, pak Punama, Ibu Dewi dan Edi datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ranty. Dengan wajah yang cemas dan khawatir ibu Dewi langsung menghampiri menantunya Farel untuk mengetahui kenapa hal ini bisa terjadi dan menanyakan bagaimana keadaan Ranty saat ini.
"Farel gimana keadaan Ranty saat ini, dia gak apa-apa kan kok bisa terjadi hal seperti ini?." Tanya Ibu Dewi.
"Alhamdulillah mbak keadaan Ranty baik-baik saja ini baru saja dokter Diana memberitahu kepada kami tentang keadaan Ranty." Jawab Ibu Tika untuk menenangkan bu Dewi.
"Bagaimana ini bisa terjadi?." Tanya pak Purnawan.
"Biar saya saja yang menjelaskan, ini Rel baju ganti mu, kamu mandi dulu biar lebih segar dan gak lusuh seperti ini." Ucap Billy sambil menyerahkan tas yang berisi pakaian dan perlengkapan lainnya.
__ADS_1
"Iya mas, makasih."
"Bu, yah maaf aku tinggal dulu. Gak apa kan? biar yang menjelaskan semua kejadian ini mas Billy." Ucap Farel pelan.
"Iya gak apa-apa, kamu mandi dan istirahat saja dulu." Jawab pak Purnama.
"Yah, bu aku akan menemani om Farel ya." Ucap Edi sambil pergi menyusul Farel.
"Tunggu Om, aku ikut." Ucap Edi yang berjalan mengikuti Farel.
Setelah Farel dan Edi pergi, Billy dan pak Hermawan mulai menjelaskan dan menceritakan tentang kronologi kejadian yang terjadi. Bu Dewi dan Bu Cici yang mendengar cerita itu tampak sedih dan tidak menyangka dengan tindakan yang di lakukan oleh Monik.
"Seperti itu bu ceritanya." Ucap Billy setelah menceritakan kejadian itu.
"Terus keadaan Ranty gimana?." Tanya ibu Dewi.
"Kami juga belum mendengar pastinya tentang keadaan Ranty. Cuma saat dokter menjelaskan tentang keadaan Ranty kepada kami tadi untuk saat ini keadaan Ranty baik-baik setelah menjalani operasi, kami sebagai keluarga Farel memohon maaf kepada bapak dan ibu Purnama tidak bisa menjaga menantu kami atau anak Bapak dan ibu karena kejadian ini Ranty mengalami keguguran." Ucap pak Hermawan menjelaskan tentang keadaan Ranty.
"Ya Allah, kami belum tahu kalau Ranty sedang hamil." Ucap ibu Dewi sedih.
"Terus keadaan Ranty gimana saat ini." Tanya ibu Cici.
"Seperti yang barusan saya jelaskan kami juga belum tahu pasti keadaan Ranty. Yang kelas tadi dokter Diana menjelaskan kepada kami keadaan Ranty baik-baik saja untuk saat ini." Ucap pak Hermawan.
"Sudah gak perlu khawatir anak kita kuat pasti dia bisa menghadapi masalah ini. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka." Ucap pak Punama.
"Iya Yah." Jawab ibu Dewi.
"Apa Rafi sudah tahu juga tentang bundanya yang sedang hamil?." Tanya pak Purnama.
"Sudah om, Rafi sudah tahu kalau Ranty sedang hamil dan dia yang paling antusias karena akan memiliki adik. Sebenarnya Farel, Ranty dan Rafi akan memberitahukan kabar kehamilan ini kepada kalian setelah Ranty memeriksakan kandungannya hari ini." Jawab Billy.
"Ya Allah yah, kasihan Rafi cucu nenek. Sekarang Rafi di mana?." Tanya ibu Cici.
"Rafi di rumah saya tante, sekarang dia sedang bersama Yoga dan Ayana. Aku juga meminta Ayana untuk menjaga dan memberitahu tentang kabar ini kepada Rafi." Jawab Billy.
__ADS_1
"Apa gak apa-apa kalau kita beritahukan masalah ini kepada Rafi. Papa takut kalau dia akan kecewa karena Rafi sangat menginginkan adik." Ucap Pak Hermawan.
"Mudah-mudahan dia bisa dan mau mengerti pa." Jawab Billy.
Pembicaraan mereka pun masih berlangsung di ruang tunggu sambil menunggu Ranty di pindahkan ke kamarnya yang sudah di siapkan.
***********
Farel sudah selesai mandi dan melaksanakan sholat Ashar. Wajahnya terlihat segar walau masih sedikit terlihat lelah. Farel merapikan barang yang sudah di siapkan Billy kedalam lemari yang ada di dalam kamar yang sudah di siapkan setelah Ranty di pindahkan dari ruang pemulihan (Recovery Room).
Setelah selesai beberes Farel langsung duduk di sebelah Edi yang dari tadi menunggun, sebelum mereka berdua kembali ke tempat Ranty.
"Yang sabar ya om." Ucap Edi sambil memberikan sebotol air mineral.
"Iya makasih ya." Jawab Farel sambil menerima sebotol air mineral dari Edi lalu meminumnya.
"Kamu gak mau bertanya tentang semua ini kenapa bisa terjadi?." Tanya Farel langsung.
"Untuk apa aku bertanya, nanti juga aku akan tahu cerita kenapa ini bisa terjadi. Yang penting sekarang om Farel harus sabar dan kuat menjalani ini. Aku tahu mbak Ranty juga akan berusaha sabar di samping om." Jawa Edi.
"Makasih ya adik ipar ku." Ucap Farel sambil mengelus kepala Edi.
Setelah merasa lebih segar Farel langsung mengajak Edi untuk kembali ke ruang pemulihan dimana Ranty berada. Saat perjalanan menuju ruangan itu Farel sempat berpapasan dengan keluarga Monik yang akan menuju ruang pemulihan. Farel yang masih belum bisa mengendalikan emosinya, dia lebih memilih menghindari mereka. Hal itu yang membuat Pak Agam dan Gladys merasa sangat bersalah karena perbuatan yang di lakukan oleh Monik. Saat sampai di ruang tunggu wajah Farel terlihat kesal dan menahan amarahnya. Setelah memberikan salam Farel langsung duduk di sebelah Billy dan pak Hermawan. Hal itu membuat Ibu Dewi penasaran kenapa menantunya terlihat seperti itu.
"Ed kenapa wajah Farel terlihat kesal seperti itu? apa dia marah sama ibu gara-gara ibu terlalu banyak tanya?." Tanya Ibu Dewi.
"Mas Farel seperti itu karena saat kita mau ke sini di jalan kami bertemu dengan keluarga Monik bu." Jawab Edi.
"Pantas saja dia kesal seperti itu." Ucap ibu Dewi.
Sudah hampir setengah jam setelah operasi mereka menunggu Ranty yang sedang berada di dalam ruang pemulihan. Dokter Diana pun datang menghampiri mereka yang sudah dari tadi menunggu. Dokter Diana meminta Farel masuk ke dalam untuk membantu pemindahan Ranty ke kamarnya karena Ranty sudah sadar. Sedangkan untuk yang lainnya akan tetap di ruang tunggu untuk mendengarkan penjelasan tentang keadaan Ranty saat ini.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1
MOHON MAAF UNTUK UP NYA LAMA