Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 143...


__ADS_3

Ranti yang berada di situ pun langsung kembali ke tempat Monik di rawat bersama dengan dokter Lana yang dari tadi memberi kabar kepada dokter Hadi yang berbeda di luar kota, yang di ikuti oleh Farel dan Rafi.


Saat mereka sampai dokter Pras sudah sudah melakukan tindakan terlebih dahulu kepada Monik yang dari tadi sudah menunjukkan kondisi yang menurun. Ranti yang berada di sana langsung membantu dokter Lana dan dokter Pras dengan arahan dari dokter Hadi melalui sambungan telepon. Farel hanya bisa menunggu di luar bersama Rafi serta kedua orang tua Monik. Ibu Sisil hanya bisa menangis melihat keadaan anaknya yang awalnya terlihat baik-baik saja tiba-tiba kondisinya menurun.


Tidak lama Ranti dan dokter Lana pun keluar dari ruangan dengan raut wajah sedih, Ranti mencoba menjelaskan kepada pak Agam dan ibu Sisil kalau kondisi Monik sangat tidak stabil dan Ranti mencoba untuk menguatkan ibu Sisil agar ikhlas apabila keadaan Monik yang tiba-tiba kritis kembali dan hidup nya tidak akan lama lagi.


"Maafkan saya tante. Saya mewakili tim dokter sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan Monik. Untuk saat ini dia bisa bertahan sementara karena alat bantu dan obat yang kami berikan." Ucap Ranti menjelaskan.


"Terima kasih ya Ran, kamu sudah berusaha membantu Monik." Ucap pak Agam sedih.


Ibu Sisil tidak bisa berkata-kata lagi, beliau hanya bisa menangis di pelukan suaminya. Ranti mempersilahkan mereka masuk untuk menemani Monik. Farel dan Rafi hanya bisa diam dan melihat dari depan ruangan Monik.


Tak lama Gladys dan Jaga datang setelah mendapatkan kabar dari pak Agam bahwa Monik dalam keadaan kritis. Ranti pun mempersilahkan mereka berdua untuk masuk juga dan saat itu juga Farel yang telah memberikan kabar kepada kedua orang tuanya, mereka pun datang ke rumah sakit.

__ADS_1


"Gimana sayang kepada Monik?." Tanya ibu Tika yang baru saja datang bersama pak Hermawan.


"Eh.... mama." Ucap Ranti yang terlihat terkejut melihat mertua nya datang.


Ranti hanya tertunduk diam dengan raut wajah sedih. "Hanya kuasa Allah saja ma yang bisa menyembuhkan Monik, kita sudah berusaha yang terbaik untuk Monik." Jawab Ranti.


Pak Hermawan dan ibu Tika yang mendengar hanya bisa ngucap istighfar, mereka pun hanya bisa menunggu di luar, hari sudah mulai larut pak Hermawan menyuruh supir nya untuk mengantar Rafi pulang terlebih dahulu. Sedangkan mereka akan tetap di rumah sakit.


Pak Agam pun langsung masuk setelah diberitahukan oleh perawat bahwa kondisi Monik mulai turun. Pak Agam pun langsung mendekati ibu Sisil yang dari tadi berada di sebelah Monik.


"Mama ikhlas kan Monik pergi?." Tanya pak Agam kepada ibu Sisil yang dati tadi menangis.


Ibu Sisil hanya diam tidak menjawab hanya anggukan kepalanya yang ditujukan agar pak Agam tahu jawab dari ibu Sisil.

__ADS_1


"Kalau gitu mama bisikan kepada Monik, kalau mama sudah ikhlas melepas Monik untuk pergi." Pinta pak Agam.


Ibu Sisil menatap wajah Monik dan mencium seluruh wajah anak kesayangan nya itu, lalu ibu Sisil membisikkan ucapan perpisahan kepada Monik yang menyatakan dia ikhlas melepas anaknya untuk pergi.


Ibu Sisil yang tidak kuat pun langsung di peluk oleh Ranti yang berada disebelah ibu Sisil. Dia menangis sesenggukan yang tak kuasa melihat anaknya. Pak Agam pun mulai meminta maaf kepada semua orang yang berada di sana atas nama Monik. Pak Agam mulai membacakan syahadat dan takbir di telinga Monik, karena Monik sudah mulai kesulitan untuk bernafas. Tetapi di saat-saat terakhir Monik sempat memanggil nama Farel, yang membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut. Pak Agam pun meminta Farel untuk membimbing Monik untuk membaca syahadat dan takbir. Farel pun menyanggupinya, dia berjalan mendekati dan langsung membantu serta membimbing Monik.


"Monik adik ku, kak Farel sudak ikhlas memaafkan mu. Allahuakbar, Allahuakbar, Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah." Ucap Farel di telinga Monik dengan suara yang tidak terlalu keras tetapi orang yang berada di ruangan tersebut bisa mendengar.


Setelah itu, Monik yang terlihat mengambil nafas panjang pun terdiam dengan ujung kedua mata mengeluarkan air mata dan alat yang terpasang di tubuh Monik pun berbunyi tiiiiii........ menandakan kalau Monik sudah pergi untuk selamanya. Dokter Lana pun langsung menyampaikan bahwa Monik sudah meninggal dunia.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA.

__ADS_1


__ADS_2