Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 72...


__ADS_3

Anton memasuki ruangan Farel untuk melaporkan siapa dalang dari kejadian yang menimpa Farel dan Ranty saat acara lamaran kemarin berlangsung.


"Benar dugaan kita, Monik dalang dari semua ini." Ucap Anton kepada Farel dan Rico.


"Apa benar itu?." Tanya Rico yang berada di ruang kerja Farel juga.


"Iya benar aku sudah menangkap kaki tangan Monik dan telah menginterogasi dia, pelaku itu telah mengaku dan ini video interogasinya yang telah aku lakukan kamu bisa lihat sendiri." Ucap Anton.


"Ini bisa jadi bukti Rel, sekarang apa yang akan kamu lakukan dengan pelakunya dan Monik?." Tanya Rico.


"Sebelum kamu serahkan kepada polisi aku akan tanya papa terlebih dahulu." Jawab Farel.


"OK, Jadi aku tunggu kabar dari kamu saja, untuk pelakunya akan aku tahan dulu, sebelum mendapat perintah dari kamu." Ucap Anton.


Farel menganggukkan kepalanya. "Aku minta kamu tetap mengawasi Monik takutnya dia akan macam - macam saat acara pernikahan ku berlangsung, aku minta pengawasan ketat saat acara di Semarang maupun di Surabaya. Terus beri pengawalan kepada Ranty." Ucap Farel.


"Siap." Ucap Anton sambil memberi hormat kepada Farel.


"Kamu juga harus hati-hati, Ranty yang aman bisa - bisa Monik mencelakai mu, intinya dia akan menggunakan segala cara untuk menggagal acara pernikahan mu, apapun caranya termasuk melukai Ranty maupun dirimu." Ucap Rico dengan tegas.


"Iya makasih nasehatnya, aku akan berhati - hati." Jawab Farel.


"Kamu fokus saja untuk acara pernikahan mu, gak usah terlalu memikirkan masalah pekerjaan atau hal lain, biar aku sama Anton yang menghendel." Ucap Rico.


"Iya makasih ya." Jawab Farel.


"Iya sama-sama, tapi ingat gak gratis lo ya." Ucap Anton bercanda.


"Siap apa sih yang gak buat kedua sahabat ku ini, akan ada hadiah buat kalian." Ucap Farel sambil tertawa.


Mereka pun saling berbicara membahas masalah pekerjaan dan persiapan pernikahan Farel sambil di selingi dengan candaan. Tiba-tiba pintu ruangan pun berbunyi mereka bertiga pun langsung terdiam dan merubah sikap mereka. Farel pun langsung mempersilahkan masuk.


"Masuk." Ucap Farel dengan nada dinginnya.

__ADS_1


Mereka bertiga terkejut karena yang masuk kedalam ruangan Farel adalah Ranty.


"Assalamualaikum." Ucap Ranty berdiri di depan pintu.


"Waalaikumsalam." Balas salam mereka bertiga.


"Repot ya? Kok pada diam sambil menatap seperti itu?." Tanya Ranty heran.


"Eh, ada calon bu bos datang, masuk." Ucap Anton yang mempersilahkan masuk.


"Tumben ke sini ada apa? kami gak repot kok cuma membahas sedikit masalah pekerjaan." Ucap Farel menggeser posisi duduknya agar Ranty duduk di sebelahnya.


"Cuma mau antar makan siang saja. Ini." Ucap Ranty menyerahkan dua paper bag yang satu untuk Farel dan yang satu untuk Anton.


"Kok aku gak dapat?." Tanya Rico kecewa.


"Ada kok, punya mas Rico di bawa Lesti keruangan mas, sekarang Lesti ada di sana menunggu mas." Jawab Ranty.


"Memang mau kemana kamu mengajak ku?." Tanya Anton dengan polosnya.


"Kamu itu tahu atau pura-pura gak tahu sih, masa' asisten pak Billy kok orangnya lemot amat." Ucap Rico.


"Memang aku gak tahu." Jawab Anton.


"Haduh, kalau kamu masih di sini yang jelas mengganggu mereka, kayak orang gak pernah pacaran saja. Ayo balik, memang kamu gak ada kerjaan." Ucap Rico sambil menggeretnya agar ikut keluar.


"Hehehe.... Maaf lupa." Ucap Anton.


"Ya sudah kami balik dulu dan ingat pesan ku tadi." Ucap Rico yang berjalan dulu meninggalkan ruangan Farel.


"OK." Jawab Farel.


"Oh iya sampai lupa, ingat kami keluar ruangan ini jangan macam-macam kalian masih belum halal." Ucap Anton sambil menunjuk Farel untuk memperingatkannya.

__ADS_1


"Siap bro akan aku ingat pesan mu selalu, sudah sama balik ke ruangan mu nanti di cari bos mu." Ucap Farel.


Anton pun menganggukkan kepalanya dalam langsung pergi meninggalkan ruangan Farel setelah mengucapkan terima kasih atas makan siangnya dan mengucapkan salam.


**********


Di dalam kamar Monik melempar semua barang yang ada di atas meja riasnya yang membuat kamarnya menjadi berantakan, mulutnya tidak henti - hentinya mengucapkan perkataan kotor, menyumpahi Farel dan Ranty agar pernikahannya gagal.


"Brengsek dasar gak berguna." Ucap Monik melempar hpnya.


Ibu Sisil yang mendengar keributan di kamar Monik dengan cepat langsung masuk kedalam kamar. Dengan mata yang melotot dan terkejut, melihat kamar Monik yang begitu berantakan akibat ulahnya.


"Kamu kenapa sayang?." Tanya ibu Sisil.


"Aku jengkel ma, orang suruhan ku gagal menjalankan perintah yang aku suruh dan sekarang dia tertangkap. Terus aku harus gimana ma? Kalau papa sampai tahu aku harus gimana?." Tanya Monik panik.


Bu Sisil hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar dan mulai terdiam untuk berfikir menyelamatkan anaknya.


"Gini saja untuk sementara kamu pergi ke rumah Om Iwan di Jakarta, nanti akan mama pikirkan apa alasannya kalau papa mu tanya. Sekarang buruan siap - siap, kalau keadaan sudah aman kamu bisa kembali ke sini. Biar mama saja yang cari cara untuk menggagalkan acara pernikahan itu." Ucap Ibu Sisil.


"Tapi ma....." Ucap Monik terpotong.


"Sudah kamu gak usah banyak bicara, mama dari awal memang sudah gak setuju dengan rencana mu itu terlalu beresiko. Sekarang gak usah banyak ngomong cepat berkemas dan berangkat ke Jakarta, memang kamu mau di penjara atau papa mu marah." Ucap Ibu Sisil.


"Gak mau lah ma! Tapi mama gak apa aku tinggal?." Tanya Monik kawatir.


"Tenang saja papa mu gak akan berani memarahi mama." Jawab ibu Sisil menenangkan anaknya.


Setelah pembicaraan ini Monik langsung mengemasi barangnya dan berangkat ke Jakarta atas saran ibu Sisil.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2