
Selama perjalanan pulang dari berbelanja Ranty terlihat diam dan seperti ada hal yang dia pikiran setelah pertemuannya dengan Rasid dan Indah. Hal itu yang membuat Farel kurang suka, Farel merasa Rasid masih menyimpan rasa terhadap istrinya itu.
"Kamu kenapa kok diam saja?." Tanya Farel sambil fokus menyetir.
"Aku gak apa mas, cuma masih gak menyangka saja kalau Indah akan meminta maaf kepada ku. Padahal dulu sombongnya bikin aku jengkel setiap kali ketemu dia." Jawab Ranty.
"Sudah gak usah di pikirin lagi yang penting mereka sudah minta maaf dan tidak mengganggu kita, kalau memang kamu merasa terganggu dan ada apa-apa kamu langsung bilang saja kepada ku, pasti aku akan melindungi mu." Ucap Farel.
"Iya mas." Jawab Ranty.
Tak lama mereka pun tiba di rumah. Seperti biasa pak Dadang akan membukakan pintu dan menyambut kedatangan mereka. Setelah Farel memarkirkan mobil Ranty langsung keluar, mengambil barang belanjaan yang di bantu oleh Farel dan pak Dadang untuk memasukkan ke dalam rumah. Setelah barang - barang masuk ke dalam rumah Ranty langsung merapikan semuanya lalu memasukkan kedalam tempat penyimpanan dan kulkas untuk bahan makanan.
Sedangkan Farel dan pak Dadang sedang duduk santai di teras rumah sambil menikmati kopi dan bolen pisang yang di siapkan oleh Ranty. Walau Farel dan Ranty termasuk orang kaya tetapi dia tidak pernah menunjukkan segala sesuatu antara kaya dan miskin.
"Duh kok seru amat lagi ngobrolin apa nih." Ucap Ranty yang ikut duduk lesehan di sebelah suaminya.
"Ini lo sayang mendengarkan pak Dadang cerita gosip para tetangga kita saat pembantu mereka lagi ngerumpi di depan sana." Ucap Farel sambil tertawa.
"Idih pak Dadang kok ikutan ngerumpi sih?." Tanya Ranty.
"Habis seru bu mendengarkannya. Hiburan selain nonton Tv. " Jawab Pak Dadang.
__ADS_1
"Boleh mendengarkan tapi jangan ikut ngerumpi lho ya." Ucap Ranty.
"Tenang saja bu." Jawab Pak Datang sambil memberi hormat.
"Aku masuk dulu. Mau menyiapkan makan malam." Ucap Ranty.
"Iya sayang, nanti aku menyusul mu masuk setelah mendengarkan cerita pak Dadang selesai." Ucap Farel.
"Iya terserah mas aja." Ucap Ranty lalu berdiri dan masuk ke dalam rumah.
Ranty berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk nanti malam. Karena hari ini minggu bik iyah hanya setengah hari bekerja, setelah selesai dengan pekerjaannya bik Iyah langsung pulang ke rumahnya, Rafi pergi menginap di rumah pak Agus sampai hari Selasa karena sekolahnya libur, sedangkan Edi seperti biasa dia akan pergi bersama teman-temannya di hari liburnya. Ranty menyiapkan bahan - bahan untuk membuat sayur bayam, dadar jagung, tempe tahu dan sambel. Saat dia akan memasak tiba-tiba hpnya berbunyi, di lihatnya layar hpnya ternyata yang menghubunginya adalah Billy. Ranty pun langsung mengangkat nya.
"Halo, Assalamualaikum, ya mas ada apa?." Tanya Ranty.
"Tenang dulu mas, memang kenapa mbak Ayana?." Tanya Ranty yang bingung mendengar suara Billy.
"Ayana tiba-tiba pingsan. Karena beberapa hari ini dia kurang enak badan dan aku juga kurang memperhatikannya karena kita sama-sama sibuk. Kamu bisa ke sini sekarang gak." Ucap Billy.
"Iya mas, aku dan mas Farel akan ke sana sekarang, mas Billy tenangkan diri dulu ambil minyak kayu putih balur ke badan mbak Ayana kasih sedikit di bagian hidung dan pelipis kepala. Ingat mas Billy jangan bingung harus tenang mbak Ayana gak kenapa - napa." Ucap Ranty.
"Iya Ran." Jawab Billy.
__ADS_1
"Sekarang kami ke sana. Assalamualaikum." Ucap Ranty.
"Waalaikumsalam." Jawab Billy mengakhiri sambungan telepon.
Ranty langsung membereskan bahan - bahan yang akan dia masak ke dalam kulkas lagi lalu masuk ke dalam kamar mengambil peralatan kedokteran nya, setelah siap semua Ranty keluar dari kamar dan memanggil Farel dengan suaranya yang kencang.
"Mas, mas Farel." Panggil Ranty dengan suara kencang.
Farel dan pak Dadang yang berada di teras terkejut mendengar teriakan Ranty memanggil dengan cepat kedua orang itu langsung lari masuk ke dalam rumah.
"Ada apa sayang?." Tanya Farel bingung.
"Ada apa bu?." Tanya Pak Dadang yang ada di sebelah Farel.
"Ayo mas kita ke rumah mas Billy sekarang." Jawab Ranty yang sudah bersiap - siap.
"Memang ada apa, bukannya tadi pagi kita sudah kesana?." Tanya Farel lagi.
"Nanti saja aku jelaskan sekalian jalan ke sana. Oh iya, pak Dadang kami tinggal dulunya. Ini untuk makan malam ppak Dadang dan ingat jaga rumah." Ucap Ranty sambil memberi kotak yang berisi makanan untuk pak Dadang lalu menarik tangan Farel.
"Siap bu, pak." Jawab Pak Dadang sambil berjalan di belakang majikannya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA