
Acara tujuh bulanan Ayana pun di mulai. Acara di mulai dengan tasyakuran dan santunan untuk anak yatim-piatu dan sore harinya di lanjutkan acara gender reveal party yang di hadiri oleh keluarga saja, acara pun sangat meriah saat Billy, Ayana dan Yoga membuka sebuah kotak besar mereka sangat terkejut karena balon yang keluar dari kotak tersebut berwarna biru lagi yang menandakan anak yang akan dilahirkan oleh Ayana berjenis kelamin laki-laki. Semua keluarga sangat senang dan bersyukur.
Acara selesai tepat pukul delapan malam, di ruang tengah masih ada beberapa keluarga inti yang berada di sana, mereka saling berbincang dan bercanda.
Farel yang sedang berada di ruang makan menemani Ranty menikmati ayam geprek dengan sambal begitu menakutkan di atas piring nya, membuat perut Farel yang melihatnya terasa sakit.
"Sayang apa perut mu gak sakit kalau makan ayam dengan sambal segitu banyaknya, aku saja yang melihat membuat perut ku sakit, apalagi yang makan." Ucap Farel.
"Rasanya mantap mas dan Alhamdulillah perut ku baik-baik saja." Jawab Ranty sambil memasukkan sesuap ayam terakhir ke mulutnya.
"Alhamdulillah, selesai. Kamu gak makan mas?." Tanya Ranty.
Farel hanya menggelengkan kepalanya, karena dari tadi kondisi tubuhnya yang kurang fit rasa sakit di perutnya yang tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang membuat Farel tidak nafsu untuk makan saat acara tujuh bulanan Ayana itu.
Setelah selesai makan Ranty langsung membersihkan sisa-sisa bekas makanannya. Ranty yang melihat wajah Farel yang pucat dan mengeluarkan keringat dingin langsung menghampiri Farel dan mencoba memeriksa keadaan suaminya. Ranty memegang kening dan menekan perut Farel yang dari tadi di pegang suaminya. Ranty meminta Farel untuk beristirahat kedalam kamar. Saat hendak masuk kedalam kamar Rico datang menghampiri mereka berdua dan memberikan semangkuk es durian karena Rico tahu benar sahabat nya itu pencinta semua makanan yang mengandung rasa durian. Saat Rico mendekat Farel langsung mencium bau yang membuatnya merasa mual.
"Astaghfirullah, kamu bawa apa Ric? Huek... huek...." Ucap Farel sambil menutup hidungnya
"Ini kan es durian kesukaan mu." Jawab Rico heran melihat Farel.
Tanpa ada jawaban lagi dari Farel, tiba-tiba tubuh Farel terkulai lemas di sebelah Ranty dan tidak sadarkan diri. Ranty yang berbeda di sebelah Farel pun langsung memegang tubuh suaminya karena tubuh Farel berat Ranty yang berada di sebelahnya tidak kuat menahan tubuhnya, mereka berdua pun langsung terjatuh.
Orang yang melihat kejadian tersebut serentak langsung menghampiri mereka Rico yang berada di situ dengan cepat membantu Ranty dan memegangi Farel. Billy dan Anton yang sudah menghampiri mereka langsung membantu Rico untuk mengangkat Farel masuk ke dalam kamar tamu di lantai bawah.
Setelah Farel di bawa ke dalam kamar, Ranty mengambil tas perlengkapan dokternya lalu masuk ke dalam kamar. Ranty pun langsung memeriksa Farel dengan cepat, memasangkan infus dan memberikan obat untuk meredakan rasa sakit di bagian perutnya. Setelah selesai Ranty keluar kamar meninggalkan Farel untuk beristirahat.
__ADS_1
"Gimana Ran, Farel?." Tanya ibu Tika.
"Alhamdulillah, kelihatannya sudah membaik ma." Jawab Ranty.
"Memangnya dia habis makan apa kok bisa sakit perut dan mual seperti itu." Tanya pak Hermawan.
Ranty menggelengkan kepalanya. "Seingat Ranty mas Farel gak makan apa-apa pa, dia makan seperti biasa hanya saja beberapa minggu ini dia sering mengeluh sakit perut, Ranty juga sudah memeriksa dan gak ada hal yang serius...." Jawab Ranty sambil menjelaskan keadaan Farel.
Ayana yang mendengar penjelasan Ranty mulai menebak dan merasa kalau hal yang di alami oleh Farel sama persis seperti yang di alami Farel dulu sewaktu Nata almarhum istri pertama Farel hamil.
"Apa kamu sudah kontrol ke dokter Diana Ran?." Tanya Ayana langsung tanpa basa-basi.
"Emang apa hubungannya dengan pemeriksaan ku ke dokter Diana dengan sakit yang di alami mas Farel mbak?." Tanya Ranty heran.
"Bisa jadi kamu hamil Ran?." Ucap Rico langsung.
Hal itu membuat terkejut semua orang yang mendengarkannya. Ibu Tika, pak Herman, Billy dan beberapa orang yang ada di sana pun mulai menebak dan mengingat kejadian yang dialami Farel dan Ranty itu sama persis seperti apa yang dialami ketika Nata sedang hamil.
Tampa berpikir panjang Ayana mengajak Ranty masuk kedalam kamarnya. Ranty yang terheran dan bingung hanya bisa diam mengikuti kemauan kakak iparnya itu.
"Apa benar aku sedang hamil mbak?." Tanya Ranty bingung.
"Aku juga belum yakin, tapi firasat ku mengatakan seperti itu, apa kamu tidak melihat perubahan yang terjadi pada diri mu akhir-akhir ini." Ucap Ayana sambil memeriksa laci meja riasnya.
"Ada sih mbak, akhir-akhir ini aku memang sering merasa lapar, makanan yang yang dulunya aku tidak suka makan terlihat enak dan aku sering memakannya sekarang. Bukannya itu pengaruh dari hormon program kehamilan ku, itu juga yang di jelaskan oleh dokter Diana." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Apa kamu sudah kontrol ke dokter Diana?." Tanya Ayana sambil memberikan tiga buah tast pack.
"Belum." Jawab Ranty.
"Ya sudah kamu coba cek dulu saja sekarang." Ucap Ayana sambil menyuruhnya masuk ke dalam kamar mandi.
"Tapi mbak kalau... hasilnya...." Ucap Ranty pelan.
"Gak usah kamu pikirkan hasilnya, berdoa semoga dugaan ku benar." Ucap Ayana meyakinkan.
Ranty pun langsung masuk kedalam kamar mandi melakukan apa yang diminta Ayana.
Di dalam kamar Ayana yang sedang menunggu Ranty mendengar suara pintu di ketuk dan terbuka. Ibu Tika yang mengetuk dan membuka pintu itu pun langsung masuk ke dalam kamar.
"Apa benar Ay, Ranty sekarang ini lagi hamil?." Tanya Ibu Tika.
"Ayana juga belum tahu ma, tapi firasat Ayana bilang kalau Ranty sekarang ini sedang hamil. Kita doakan saja ma, kalau firasat Ayana itu benar." Jawab Ayana.
"Amin, sekarang di mana lho Ayana?." Tanya ibu Tika yang tengak-tengok mencari keberadaan Ranty.
"Ranty di kamar mandi ma, Aya suruh tes, mudah-mudahan positif ya ma. Jadi gak sia-sia Ranty menjalankan program kehamilan selama ini." Jawab Ayana.
Ibu Tika pun menjawab dengan anggukan kepalanya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA.
Assalamualaikum..... mohon maaf kalau selama penulis cerita ini kurang maksimal dan selalu lama. 🙏🙏🙏🙏