
Setelah Billy mengetahui apa yang ada di dalam amplop tersebut walau belum dia buka semua, dengan perasaan senang dan gembira Billy langsung memeluk dan mencium kening, pipi serta bibir Ayana tanpa sadar dan mempedulikan kalau ada Farel dan Ranty yang ada di dekat mereka.
"Ehem.... " Deheman Farel.
"Uhuk Uhuk.... "Suara Ranty yang pura-pura batuk.
Ayana yang sadar dan mengetahui kalau mereka sedang di lihat dan perhatikan oleh Farel dan Ranty langsung menghentikan ciuman yang di lakukan oleh Billy dan sedikit menjauhkan dirinya dari Billy karena malu. Billy yang heran melihat Ayana menunduk malu, baru sadar kalau di belakangnya ada Farel dan Ranty yang sedang memperhatikan dirinya dan Ayana.
Billy menoleh kebelakang dan melihat mereka sambil mengerutkan dahinya lalu berucap. "Kenapa kalian masih berada di sini."
"Bukannya mas yang menyuruh kami ke sini." Ucap Farel.
"Sayang sebenarnya Ayana itu sakit apa sih kok setelah mas Billy melihat amplop itu, dia langsung mengucapkan syukur sambil menangis?." Tanya Farel yang bingung karena merasa hanya dirinya yang tidak tahu apa - apa.
"Mbak Ayana lagi hamil mas, tadi aku dan mbak Ayana sengaja memberikan kejutan kepada mas Billy seperti itu, sekalian olah raga jantung." Jawab Ranty sambil tersenyum riang.
"Oh jadi Ayana hamil, selamat ya Aya." Ucap Farel kepada Ayana.
Ayana menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Farel.
"Kenapa kamu hanya mengucapkan selamat kepada Ayana saja? Aku kan juga ikut andil dalam perbuatannya." Ucap Billy.
"Memang perlu ya mas?." Tanya Farel yang mulai menggoda Billy.
__ADS_1
"Kenapa kalian gak mengajak ku dalam rencana kejutan untuk mas Billy ini, kalau aku yang buat membuat itu, aku pastikan mas Billy gak akan lupa dengan kejutan itu." Ucap Farel tersenyum lebar.
"Gak usah bikin yang aneh - aneh ya, ini saja sudah bikin aku jantungan dan nangis seperti ini. Kamu jahat ya sayang sudah menjahili aku." Ucap Billy sambil mencubit hidung mancung milik Ayana.
"Maaf ya mas, kami mendadak merencanakannya ini semua dan ini rencana yang memikirkan Ranty." Jawab Ayana.
"Maaf ya mas sudah membuat rancangan seperti ini. Oh iya, kalau besok mas Billy dan mbak Ayana gak repot secepatnya mas Billy ajak mbak Ayana untuk memeriksakan kandungannya." Ucap Ranty.
"Iya insyaallah besok kami akan ke rumah sakit untuk memeriksakanya, makasih banyak ya Ran." Jawab Billy.
"Terus gimana kalian apa sudah ada tanda - tanda belum." Tanya Ayana.
"Doain saja mbak biar cepat menyusul seperti kalian." Ucap Ranty.
"Gak perlu aku sudah punya ilmu sendiri trik cara biar Ranty cepat hamil." Jawab Farel yang tak mau kalah.
Ayana dan Ranty yang melihat Billy dan Farel sedang bercanda dan berdebat kecil hanya bisa menggelengkan kepalanya.
**********
Karena kejadian itu Farel dan Ranty baru pulang ke rumah pukul delapan malam setelah mereka makan malam di rumah Billy. Ranty dan Farel langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Farel memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu. Sedangkan Ranty membuat minuman hangat untuk dirinya dan suaminya, setelah selesai membuat minuman Ranty pun membawanya masuk ke dalam kamar. Saat Ranty masuk ke dalam kamar di lihatnya Farel sudah keluar dari kamar mandi. Karena Farel sudah selesai membersihkan dirinya Ranty pun langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga. Dua puluh menit kemudian Ranty keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju meja rias untuk memakai cream malam seperti biasa dia lakukan. Sedangkan Farel sedang asik duduk di sofa bed sambil menonton acara TV dan menikmati secangkir kopi yang di siapkan oleh Ranty. Setelah selesai semua Ranty langsung ikut duduk di sebelah Farel sambil memeluk tubuh Farel. Farel dan Ranty menikmati malam berdua di dalam kamar sambil melihat acara TV yang menurut mereka menarik. Sesekali Ranty memainkan jari - jarinya ke dada Farel yang saat itu Farel tidak menggunakan baju hanya bertelanjang dada. Farel pun dengan lembut membelai rambut Ranty dengan lembut dan mencium nya dengan mesra.
"Sayang." Panggil Farel.
__ADS_1
"Hem.... " Jawab Ranty.
"Ayuk kita bikin adik buat Rafi." Ucap Farel sambil tangannya sudah mulai menjelajah kebagian tubuh Ranty.
"Gimana caranya?." Tanya Ranty sambil merubah posisi nya duduk diatas pangkuan Farel dan melingkarkan tangannya di lehernya.
"Masa' aku harus mengajarkan mu lagi." Jawab Farel sambil memeluk tubuh Ranty.
Ranty pun mulai sedikit menggoda Farel mendekatkan wajahnya ke telinga Farel. "Ajari aku lagi sayang." Bisik Ranty.
"Kamu ya yang mulai dulu menggoda ku." Ucap Farel.
Tanpa menunggu Farel langsung membisikkan ketelinga Ranty doa sebelum melakukan sebuah hubungan suami istri lalu mulai Jm7 mencium bibir Ranty, ******* dan menghisap seluruh bibir milik istrinya. Ranty pun tidak mau kalah dengan Farel dengan sikapnya yang menggoda, dia mulai mengimbangi ciuman Farel sehingga membuat hasrat Farel semakin membuat burung garuda terbangun dan ingin masuk ke dalam sarangnya.
Di baringkannya tubuh Ayana di atas sofa bed lalu Farel mulai menindih tubuh istrinya di ciumnya seluruh wajah Ranty lalu turun ke leher dan bagian dada Ranty, Farel mulai membisikkan kata - kata kepada Ranty
"Sayang aku ingin kamu yang memulai aku ingin kamu yang memegang kendali permainan hari ini." Ucap Farel.
Ranty hanya tersenyum mendengar permintaan Farel. Ranty meminta Farel untuk menyingkirkan dari atas tubuhnya, di suruhannya Farel untuk duduk kembali lalu Ranty melepaskan celana Farel dan mulai bermain dengan lembut menggunakan tangannya. Farel menikmati sentuhan dan belaian dari tangan Ranty. Setelah Ranty rasa Farel sudah mulai menikmati permainan itu Ranty pun naik ke atas pangkuaan Farel sebelum Ranty mulai permainan selanjutnya Ranty mencium mesra Farel sekali lagi. Ranty hanya melepaskan celana miliknya tanpa melepas lingerie nya agar terlihat lebih menggoda dengan lihai Ranty memulai permainan itu, Farel semakin bergairah saat melihat tubuh Ranty yang seksi mulai naik turun diatas tubuh Farel . Permainan pun semakin memanas dan akhirnya mereka berdua mencapai ******* yang membuat mereka mengerang bersama. Ranty pun langsung terjatuh di atas tubuh Farel karena merasa lelah.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1