
Ranty pun sampai di rumahnya tepat pukul sepuluh malam, setelah peristiwa itu Ranty langsung pergi mengambil mobilnya di rumah Billy lalu pergi ke rumah Lesti untuk menenangkan diri dan menceritakan semua apa yang terjadi.
Di dalam rumah Farel yang begitu khawatir menunggu Ranty yang tidak kunjung pulang. Farel berkali-kali menghubungi Ranty tetapi tidak ada jawaban, tak lama dia mendengar suara mobil Ranty yang masuk ke dalam garasi rumah mereka. Farel pun bergegas keluar kamar untuk menyambut kedatangan Ranty dan ingin segera menjelaskan dan menyelesaikan masalah itu.
Saat Ranty masuk ke dalam rumah tepat di depan pintu Farel berdiri menyambut kedatangan Ranty sambil tersenyum seperti tidak terjadi apa-apa. Ranty pun membalas senyuman Farel dengan tersenyum getir sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum." Ucap salam Ranty.
"Waalaikumsalam." Jawab Farel.
"Kamu dari mana saja, kenapa aku telepon gak kamu angkat?." Tanya Farel khawatir.
"Habis dari kantor mas aku mencari tempat yang tenang dan memang sengaja aku gak mau mengangkat telepon mu. Karena aku ingin tenang dulu hari ini." Jawab Ranty lalu pergi meninggalkan Farel.
"Tunggu Ran, aku belum selesai aku ingin memberi penjelasan kepada mu?." Ucap Farel sambil menarik tangan Ranty.
"Aduh sakit mas, bisa gak lepasin tangan ku." Ucap Ranty yang merasa kesakitan.
Farel pun langsung melepaskan tangan Ranty. "Maaf sayang." Ucap Farel sambil mengusap tangan Ranty yang sakit karena ulahnya.
"Hari ini aku capek dan ingin segera beristirahat, kita bicarakan besok pagi saja sebelum kita berangkat kerja." Ucap Ranty sambil melepas tangan Farel lalu pergi meninggalkan Farel.
Setelah masuk ke dalam kamar Ranty langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dua puluh menit Ranty pun keluar dengan keadaan yang sudah segar, dilihatnya Farel duduk di pinggir tempat tidur seperti menunggu dirinya dengan raut wajah penuh tanya. Ranty pun tetap berjalan menuju walk in closet tanpa menghiraukan Farel yang berada di situ. Setelah berganti pakaian Ranty pun keluar berjalan ke arah meja rias untuk melakukan perawatan wajah.
Farel terus melihat dan mengamati istrinya terasa sangat berbeda. Ranty yang biasanya selalu banyak berbicara kini hanya diam membisu. Suasana kamar mereka pun menjadi sangat canggung. Farel yang tidak hentinya menatap wajah cantik istrinya yang terpantul dari cermin di meja riasnya sedangkan Ranty tetap melakukan kegiatannya tanpa melihat kearah Farel.
"Sayang.... sebenarnya kamu tadi kemana?." Tanya Farel dengan hati-hati.
"Tadi kan sudah aku jawab." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Terus kenapa tadi kamu gak mengangkat telepon ku?." Tanya Farel lagi.
"Aku capek, aku ingin istirahat kita bahas besok saja ya." Ucap Ranty.
Setelah selesai Ranty beranjak dari meja rias lalu berjalan ke arah tempat tidur. Ranty pun langsung membaringkan tubuhnya membelakangi Farel sembari berselimut. Farel hanya bisa memandang istrinya dengan tatapan aneh, karena hal itu tidak biasa Ranty lakukan. Ranty akan selalu memeluk lengan Farel saat dia akan tidur. Farel pun menyadari akan hal aneh itu karena peristiwa tadi siang membuat sikap Ranty berubah.
Farel menghela nafas panjang sampai akhirnya dia pun ikut berbaring sambil menatap punggung Ranty yang tengah membelakangi nya. Farel merasa tidak nyaman saat mencoba memejamkan mata tetapi tetap saja tidak bisa. Farel pun berfikir merencanakan cara untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan kepada Ranty sampai akhirnya dia pun tertidur.
**********
Seperti biasa Ranty terlebih dahulu bangun dari tidurnya. Di lihatnya Farel yang masih tertidur pulas. Sebenarnya Ranty tidak tega dan tidak ingin menghindarinya tetapi Ranty ingin Farel tahu dan sadar dengan apa yang dia lakukan.
Ranty duduk di atas tempat tidurnya sebelum melakukan aktifitasnya Ranty melihat dan memeriksa hpnya terlebih dahulu karena mulai dari kemarin Ranty tidak sempat memeriksa dan melihatnya. Dilihatnya beberapa pesan masuk, saat itu Ranty langsung tertuju pada satu pesan dari Rama yang mengabarkan kalau hasil test dari dua kandungan kopi itu sudah keluar, tanpa menunggu lama Ranty langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan melaksanakan Sholat subuh.
Tak lama Farel pun terbangun tangannya meraba dan menepuk-nepuk tempat tidur yang berada disebelahnya seperti sedang mencari sesuatu dengan mata yang masih terpejam. Farel terus menepuk-nepuk tempat tidur itu hingga dirinya menyadari jika sesuatu yang dia cari tidak ada, seketika matanya terbuka lalu melihat di sebelahnya kosong.
"Ranty sudah tidak ada." Pikir Farel.
Saat Farel sedang mandi Ranty pun masuk ke dalam kamarnya, dia langsung merapikan tempat tidur dan menyiapkan pakaian kerja yang akan dipakai Oleh Farel dan sekalian Ranty menyiapkan dirinya untuk berangkat kerja. Setelah selesai Ranty pun keluar kamar untuk menyiapkan sarapan.
Karena kesiangan Farel pun kesal karena tidak di bangunkan atau di perhatikan oleh Ranty saat itu, Setelah sholat dan berganti pakaian dengan pakaian yang sudah di siapkan oleh Ranty Farel pun keluar bergabung dengan yang lain untuk menikmati sarapan pagi.
"Assalamualaikum." Ucap Farel.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.
"Kalian sudah mau berangkat?." Tanya Farel.
"Iya Om, hari ini aku ada kuliah pagi, sekalian mengantar Rafi ke rumah Om Billy." Jawab Edi sambil menikmati sarapannya.
__ADS_1
"Kalau kamu Ran?." Tanya Farel hati-hati.
"Ya seperti biasanya kamu tahu kegiatan ku pagi gimana." Jawan Ranty tanpa melihat lawan bicaranya.
Edi yang merasa ada suasana tidak nyaman memutuskan untuk mempercepat sarapannya agar dapat segera pergi dari tempat itu.
"Aku sudah selesai mbak." Ucap Edi sambil pergi meninggalkan meja makan.
"Aku juga sudah selesai Bun." Ucap Rafi.
"Tunggu, kalian sudah mau berangkat sekarang?." Tanya Ranty.
"Iya mbak." Jawab Edi.
"Kalau gitu kami berangkat dulu ya mbak. Assalamualaikum." Ucap Edi.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty dan Farel.
"Aku juga berangkat ya Bun, Pa." Ucap Rafi berpamitan kepada Farel dan Ranty.
"Iya yang pintar ya." Ucap Farel.
"Ok pa, Assalamualaikum." Ucap Rafi.
Edi dan Rafi pun keluar rumah menuju teras untuk persiapan berangkat, Ranty pun mengantarkan mereka Sampai depan teras.
"Kalau gitu kami berangkat dulu." Ucap Edi.
"Iya. Hati-hati di jalan ya." Ucap Ranty kepada mereka sebelum berangkat.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA