Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 117...


__ADS_3

Setelah mengantar Edi dan Rafi untuk berangkat, Ranty pun kembali ke dalam rumah dilihatnya Farel sudah tidak ada di ruang makan. Saat Ranty akan menuju ruang makan dan dapur dilihatnya bik Iyah sudah datang dan sedang membersihkan ruangan itu. Karena pekerjaan itu sudah di kerjakan bik Iyah, Ranty pun masuk ke dalam kamar untuk bersiap berangkat kerja. Di dalam kamar Farel yang sudah rapi sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil menunggu Ranty. Saat Ranty masuk ke dalam kamar dia tidak menghiraukan Farel yang sedang menunggunya, Ranty tetap berjalan menuju walk in closet tanpa melihat kearah Farel yang sedang memandang dirinya.


Farel tetap bersabar karena dia menyadari bahwa dirinya bersalah saat ini. Saat dia sedang menunggu tiba-tiba dia mendapatkan pesan WA dari nomor yang tidak dia kenal. Karena penasaran akhirnya Farel pun melihat pesan tersebut dan betapa terkejutnya saat dia melihat pesan itu. Pesan yang dia dapat adalah beberapa foto Ranty dengan beberapa laki-laki yang pernah tertarik dan suka kepada istrinya. Karena hal itu Farel sudah tidak bisa menahan emosi nya yang sudah dia tahan mulai dari tadi.


Kepalanya pun mulai merasa pusing lagi karena tidak bisa menahan emosi. Tanpa sadar Farel pun langsung berteriak manggil Ranty.


"Ran... Ranty...." Panggil Farel.


Ranty yang berada di Walk in closet pun terkejut mendengar teriakkan Farel yang memanggilnya. Ranty pun langsung keluar.


"Ada apa mas?." Tanya Ranty heran melihat Farel yang terlihat marah.


"Seharusnya aku yang tanya, kamu lihat foto ini semua, jadi ini yang kamu lakukan selingkuh di belakang ku?." Tanya Farel dengan emosi.


"Maksud mas apa? siapa juga yang selingkuh?." Tanya balik Ranty Menaikkan nada suaranya.


"Lihat ini sudah berapa laki-lak yang sudah jadi selingkuhan mu?." Ucap Farel sambil memberikan Hpnya kepada Ranty untuk dilihat.


Ranty menerima hp milik Farel lalu di lihatnya beberapa foto dirinya dengan laki-laki. Ranty hanya bisa tersenyum garing melihat foto itu.


"Apa ini bisa di bilang selingkuh mas? Foto yang pertama, aku bersama dengan dokter Hadi, bisa kamu lihat kami sedang apa? kami sedang bekerja gak mungkin juga aku selingkuh saat mengoperasi orang. Itu foto di ambil saat kami selesai mengoperasi, kalau gak percaya mas bisa tanya Cahyo atau dokter Lana di tanggal dua puluh kemarin aku sedang apa dengan dokter Hadi. Foto yang kedua di ambil saat aku dan Mbak Ayana pergi ke mall itu pun aku sudah meminta ijin kepada mu, dan di sana aku sempatkan bertemu dengan dokter Lana. Coba lihatlah di belakang dokter Lana ada foto siapa? Yoga dan Rafi kan gak mungkin aku selingkuh membawa anak-anak, lagian dokter Lana juga sudah menikah. Jika kamu gak percaya kami bisa tanya mbak Ayana, Rafi dan Yoga kalau perlu dokter Lana sekalian. Foto yang ketiga masa' mas gak ingat, saat itu kita sedang berbelanja dan kita bertemu dengan mas Rosid serta istrinya lalu kita makan bersama coba lihat di belakang mas Rosid terlihat bayangan siapa dari kaca itu kamu yang ada di sebelah ku. Jadi orang mengirimkan foto itu hanya mengambil foto diri ku dan lelaki lain tidak keseluruhan gambar." Ucap Ranty menjelaskan kepada Farel.


Farel pun langsung memeriksa setiap detail foto yang di kirimkan dari nomor yang tidak dia kenal. Hal itu membuat kepala Farel semakin sakit. Farel memegang kepalanya dengan kedua tangan lalu menjatuhkan Hpnya. Tubuhnya mulai mengeluarkan keringat dan wajahnya mulai pucat. Ranty yang melihat Farel kesakitan langsung memapahnya ke atas tempat tidur.


"Ran kepala ku sakit." Ucap Farel.

__ADS_1


"Aku mau minum kopi milik Monik Ran, aku sudah gak kuat." Ucap Farel seperti orang yang kecanduan narkoba.


"Kamu kenapa? memang nya ada apa dengan kopi pemberian Monik?." Tanya Ranty.


"Aku mau kopi. Aduh kepalaku sakit." Ucap Farel.


Ranty berjalan ke lemari tempat dia menyimpan beberapa obat, Ranty mengambil sebuah suntikan dan sebotol obat penenang lalu dengan cepat Ranty memasukkan obat itu ke dalam suntikan lalu menyuntikkan nya ketubuh Farel agar dia tenang.


Akhirnya Farel bisa tenang, kesadarannya mulai hilang setelah Ranty memberikannya suntikan penenang. Farel pun tertidur walau terkadang dia mengigau memanggil Monik untuk meminta kopi.


Ranty pun tidak tinggal diam dia langsung menghubungi Rico lalu menceritakan semua kejadian pagi ini kepada sahabat suaminya itu. Ranty juga meminta Rico untuk mengambil hasil test kopi di rumah sakit sekalian mengajak Rama untuk datang ke rumah.


**********


"Gimana keadaan Farel Ran?." Tanya Rico khawatir.


"Seperti yang mas lihat sekarang, dia sudah lebih tenang dan sedang tidur walau masih suka mengigau." Jawab Ranty.


"Oh iya ini hasil test kopinya." Ucap Rama menyela lalu memberikan hasil test nya.


"Terima kasih ya Ram, maaf membuat mu ikut terlibat. Apa kamu sudah membawa apa yang aku minta?." Tanya Ranty.


"Sudah Bu." Jawab Rama sambil menunjukkan peralatan yang dia bawa.


Ranty menaruh hasil test nya di meja lalu mengambil peralatan yang di bawa Rama dengan cekatan Ranty mengambil darah Farel untuk di periksa. Setelah selesai darah dan peralatan itu di berikan kepada Rama.

__ADS_1


"Ini sudah selesai. Aku minta hasil nya keluar hari ini bisakan." Ucap Ranty.


"Siap Bu, saya usahakan." Ucap Rama yang akan kembali ke rumah sakit.


"Oh iya di luar sudah ada yang akan mengantarkan mu kembali ke rumah sakit. Terima kasih atas bantuan mu." Ucap Rico.


Rama menjawabnya dengan anggukan lalu pergi meninggalkan mereka di kamar.


Ranty mengambil amplop yang berisi hasil test itu lalu dibuka dan dibacanya, Ranty sudah menduga kalau kandungan di dalam kopi pemberian Monik mengandung zat narkotika yang sangat berbahaya.


Setelah mengetahui nya Ranty hanya bisa duduk lemas dan memegang pelipis serta perut nya yang mulai terasa kram.


Rico yang melihat Ranty seperti itu mulai khawatir karena Rico tahu kalau Ranty juga sedang mengandung.


"Ran kamu gak apa-apa kan?." Tanya Rico.


"Gak apa-apa kok mas, cuma sedikit capek. Istirahat sebentar juga akan baikan." Jawab Ranty.


"Aku sudah meminta Anton untuk menyelidiki ini semua. Kamu tenang saja ingat kalau kamu sedang hamil." Ucap Rico.


"Makasih mas." Jawab Ranty.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA

__ADS_1


__ADS_2