Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 136...


__ADS_3

Setelah kepergian Gladys dan Jaka. Farel dan Ranty pun duduk berdua sambil membicarakan tentang apa yang akan mereka lakukan kedepannya.


"Sayang setelah kejadian ini, jujur aku bingung harus berbuat apa." Ucap Farel yang sedang bersantai bersama Ranty di sofa.


"Ngapain juga bingun mas, kita jalani saja." Jawab Ranty santai.


"Maafin aku ya sayang, gak bisa menjaga mu." Ucap Farel penuh penyesalan.


"Kenapa mas harus minta maaf, mas Farel gak salah kok, semua ini sudah kehendaknya." Ucap Ranty dengan nada terlihat sedih.


Ranty terdiam mengingat pembicaraannya dengan dokter Diana melalui pesan WA membuatnya takut akan kehilangan kebahagiaannya bersama Farel dan juga Rafi.


"Kenapa kamu diam saja, apa ada yang kamu pikirkan tentang Monik lagi?." Tanya Farel.


Ranty menggelengkan kepalanya. "Aku takut mas." Jawab Ranty.


"Takut apa? ada aku dan Rafi menemani mu sekarang." Ucap Farel.


"Aku takut gak bisa memberikan mu anak dan adik untuk Rafi." Ucap Ranty.


Farel pun langsung memeluk Ranty dengan mesra dan memastikan agar istrinya nyaman di pelukannya.


"Untuk masalah anak bisa kita cari solusinya bersama. Kalau pun Allah tidak memberikan kita anak kita masih memiliki Rafi dan kita bisa cari solusinya, jadi untuk sekarang ini kamu gak usah memikirkan terlalu jauh dan ingat kata dokter Diana, bukan tidak bisa memiliki anak tetapi waktu kita memiliki anak akan sedikit lama. Kita jalani saja dan kamu gak perlu sedih, kamu terima aku apa adanya walaupun aku seorang duda dan aku juga akan menerima kamu apa adanya walaupun kamu ada kekurangannya." Ucap Farel menjelaskan kepada Ranty.


"Makasih ya sayang." Ucap Ranty sambil memeluk Farel.

__ADS_1


"Iya sama-sama." Jawab Farel.


Farel dan Ranty pun mulai terbawa suasana, tanpa menghiraukan Rafi yang berada di kamar sebelah Farel pun mulai mencium Ranty dari kening hingga bibir, ciuman panas pun di lakukan oleh mereka berdua, saat mereka berdua mulai menikmati hal itu tiba-tiba Rafi pun terbangun dan memanggil Ranty dan Farel hal itu membuat mereka terkejut dan mengakhiri kegiatan panas mereka.


**********


Sebelum mereka pulang Ranty dan Farel menemui dokter Diana terlebih dahulu atas permintaannya, Farel mendorong kursi roda yang di duduki oleh Ranty menuju ruangan dokter Diana sedangkan Rafi berada di kamar bersama dengan Edi yang kali ini bertugas menjemput mereka.


Saat berjalan menuju ruang praktek dokter Diana, setiap kali Farel dan Ranty bertemu dengan dokter, perawat atau pun staf rumah sakit, mereka selalu memberi salam kepada dokter Ranty dan terkadang dokter Ranty yang akan memberi salam kepada dokter atau staf yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari pada dirinya.


"Istri ku terkenal juga ya." Ucap Farel bangga.


"Ya jelaslah aku kan termasuk artis di rumah sakit ini." Ucap Ranty sambil tersenyum lebar.


"Iya iya artis." Jawab Farel.


Mereka langsung masuk ke dalam ruangan dan di dalam ruang itu dokter Diana sudah menunggu mereka untuk memberikan penjelasan mengenai masalah yang di alami Ranty. Setelah mempersilahkan duduk dokter Diana pun langsung menjelaskan tentang permasalahannya. Dokter Diana menjelaskan bahwa Ranty mengalami masalah pada kandungan nya akibat benturan saat dia terjatuh hal itu mengakibatkan Ranty akan sulit untuk hamil lagi. Dokter Diana juga memberikan beberapa saran seperti inseminasi buatan dan program bayi tabung, karena kalau Ranty hamil secara alami akan memerlukan waktu yang cukup lama.


"Seperti itu permasalahannya. Saya rasa dokter Ranty faham dengan penjelasan saya bila pak Farel kurang jelas bisa langsung tanya ke dokter Ranty." Ucap dokter Diana menjelaskan.


"Apa segitu parahnya dok sampai Ranty harus melakukan program kehamilan seperti bayi tabung atau inseminasi buatan?." Tanya Farel.


"Dokter Ranty bisa hamil secara alami tetapi memerlukan waktu. Saya cuma memberikan saran saja, kalau pak Farel tidak terburu-buru memiliki anak jadi saya sarankan secara alami saja karena dokter Ranty masih bisa memiliki anak secara alami tanpa melakukan program ya tetapi memerlukan waktu." Jawab dokter Diana.


"Apa bapak bisa sabar menunggu?." Tanya dokter Diana.

__ADS_1


Farel menoleh kearah Ranty melihat istrinya yang hanya diam mendengarkan penjelasan dokter Diana. Membuat hati sedih karena dia tidak mau membebani Ranty pada akhirnya Farel memutuskan untuk pasrah kepada Allah yang dapat memberikan apa terbaik untuk dirinya juga Ranty.


"Kalau gitu saya pasrah saja sama Allah saja dok. Apa yang terbaik buat Ranty dan tidak membebaninya saja dokter lakukan yang terbaik." Ucap Farel.


"Baik gimana dokter Ranty apa anda sudah memutuskan program apa yang di inginkan?." Tanya Dokter Diana.


"Seperti jawaban suami saya saja dok. Apa yang terbaik buat kita berdua dokter lakukan." Jawab Ranty.


"Ok kalau gitu kalian lakukan program kehamilan secara alami saja dulu. Baru kita lihat dalam waktu satu tahun belum ada hasilnya kita lakukan program yang lainnya sesuai kondisi dokter Ranty dan keinginan kalian berdua. Aku akan memberikan beberapa obat yang akan membuat hormon dan siklus datang bulan mu akan sedikit berubah, jadi kamu gak perlu terlalu khawatir dan pak Farel adalah orang yang paling berperan sangat penting dalam hal ini." Ucap dokter Diana.


"Ya jelaslah dok, gimana gak penting kalau gak ada aku gimana Ranty bisa hamil." Ucap Farel.


Ucapan yang di ucapkan oleh Farel membuat mereka berdua langsung tertawa hal itu memang sengaja di lakukan Farel agar suasana di ruangan itu tidak tegang.


"Itu memang benar pak dan intinya pak Farel harus bisa menjaga diri dan juga menjaga Ranty terutama perasaan dokter Ranty." Ucap dokter Diana.


pembicaraan pun berlanjut dokter Diana memberikan beberapa resep obat dan metode yang harus di jalani oleh Ranty setelah pulang dari rumah sakit serta jadwal kontrol yang harus dia lakukan.


Setelah dari ruangan dokter Diana Ranty meminta Farel untuk mengantarkannya ke kamar rawat Monik untuk melihat keadaan dan perkembangan Monik saat ini. Farel sempat tidak menyetujuinya setelah perdebatan kecil akhirnya Farel pun mengalah dan mau mengantarkan istrinya untuk melihat keadaan Monik.


"Ingat ya aku gak mau kita lama-lama di sana, setelah melihat aku minta kita langsung kembali saja dan apa bila ada yang menyakiti mu lagi aku gak akan segan-segan langsung melawan dia walaupun itu tante Sisil." Ucap Farel yang masih kesal.


"Iya sayang, jangan marah-marah dong nanti gantengnya hilang lho. Aku janji menuruti ucapan suami ku tadi tapi tolong antara aku melihat monik ya." Ucap Ranty merayu Farel.


Farel hanya bisa menganggukkan kepalanya menuruti permintaan istrinya.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2