
Farel melajukan mobil dengan kecepatan sedang karena saat itu keadaan jalan menuju apartemen mereka cukup macet. Di dalam mobil mereka saling berbicara dan bercanda.
"Bulan depan tanggal tiga kamu ada acara gak?." Tanya Farel.
"Belum tahu pak, karena kalau ada panggilan mendadak dari rumah sakit mau gak mau kita sebagai dokter harus berangkat tugas. Memang ada apa pak?." Tanya Ranty.
"Ya kalau gak ada......." Ucap Farel terhenti karena tiba - tiba hp Ranty berbunyi.
"Maaf mas aku angkat telepon dulu, seperti nya ini dari rumah sakit." Ucap Ranty yang langsung mengangkat panggilan telepon dari Hpnya yang memang khusus untuk panggilan darurat dari rumah sakit.
"Iya." Ucap Farel sambil menganggukkan kepala dan fokus menyetir.
Farel melihat Ranty berbicara dengan orang yang meneleponnya dengan sangat serius. Farel hanya mendengar karena dia tidak faham sama sekali dengan apa yang di bicarakan oleh Ranty. Setelah selesai telepon Ranty terlihat resah dan panik.
"Pak Farel maaf kalau saya tidak bisa mengantar bapak sampai apartemen sekarang." Ucap Ranty dengan sopan.
"Memang ada apa seperti ada keadaan yang penting." Ucap Farel.
"Iya pak ada dua pasien yang hari ini harus di operasi. Karena dokter Wawan ada seminar dan dokter Lana tidak dapat di hubungi jadi sekarang saya harus segera ke rumah sakit." Ucap Ranty.
"Kalau gitu biar aku saja yang menyetir dan mengantarkan kamu ke rumah sakit. Nanti setelah sampai sana, aku bisa pulang naik taksi kalau gak aku minta supir mas Billy menjemput ku." Ucap Farel.
__ADS_1
"Terus Rafi gimana apa bapak gak kemalaman kalau mengantar sayap?." Tanya Ranty.
"Gak apa, aku akan hubungi bik Iyah dulu mungkin dia masih di apartemen jadi bisa menemani Rafi dulu." Ucap Farel yang langsung menghubungi bik Iyah.
Ranty hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Farel.
Setelah Farel menghubungi bik Iyah Ranty pun langsung bertanya kepada Farel karena Ranty juga sangat kawatir kalau Rafi di tinggal sendiri di apartemen.
"Gimana pak Rafi apa bik Iyah masih di sana menemani Rafi, kalau memang dia sudah pulang aku bisa menghubungi Edi untuk menjaga Rafi sampai pak Farel kembali ke apartemen." Ucap Ranty kawatir.
"Bik Iyah masih di apartemen, Rafi lagi main di apartemen mu bersama Edi. Kata bik Iyah tadi. Jadi sekarang aku minta tolong kamu menghubungi Edi untuk menjaga Rafi sampai aku balik ke apartemen setelah mengantar kamu ke rumah sakit." Ucap Farel sambil memegang tangan Ranty agar dia tidak terlalu panik.
Tak lama mereka sampai ke rumah sakit. Ranty pun juga selesai menghubungi Edi. Sebelum keluar Ranty meminta Farel untuk membawa mobilnya agar dia lebih cepat pulang dari pada menggunakan taksi online.
"Memang gak apa aku pakai mobil mu?." Tanya Farel.
"Gak apa pak, bapak pakek saja mungkin aku akan di rumah sakit sampai besok karena salah satu pasien yang akan aku operasi sekarang keadaannya parah." Ucap Ranty panik.
Farel yang melihat Ranty panik dia tanpa berfikir panjang langsung memegang tangan dan pipinya.
"Ranty, yang tenang kamu jangan panik dan aku yakin kamu bisa." Ucap Farel menenangkan Ranty.
__ADS_1
Ranty terkejut melihat kelakuan Farel terhadapnya Ranty hanya diam wajah sedikit memerah dan untungnya saat dia di dalam mobil keadaan gelap sehingga Farel tidak melihat wajahnya yang memerah.
Farel yang sadar dengan perbuatannya langsung melepaskan tangannya. "Maaf Ran." Ucap Farel.
Ranty hanya diam dan menganggukkan kepala nya.
"Aku turun dulu, oh iya pak ada dua kotak kue yang aku beli tadi di toko milik Lesti tadi, saya minta tolong berikan kepada Edi dan Rafi." Ucap Ranty.
"Iya nanti aku sampaikan. Kamu hati - hati kerjanya dan kalau besok kamu akan pulang hubungi aku biar aku jemput kamu pulang." Ucap Farel.
"Iya pak. Aku masuk dulu kedalam pak Farel juga hati - hati bawa mobilnya karena cicilan nya baru lunas." Ucap Ranty bercanda.
"Iya tenang saja aku bakal jaga mobil mu, kalau ada yang rusak nanti aku belikan yang baru. Sudah sana masuk kasian pasien mu. Assalamualaikum." Ucap Farel yang juga ikut bercanda.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty.
Setelah mengucapkan salam dengan cepat Ranty masuk kedalaman rumah sakit. Ranty merasa hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan di dalam hatinya walau ada panggilan tugas mendadak.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA.
__ADS_1