Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 40...


__ADS_3

Ranty berjalan menuju lobi mencari keberadaan Farel, saat dia sedang mencari Farel tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkan nya dari belakang dan tanpa sadar Ranty kehilangan keseimbangan yang membuat dirinya hampir terjatuh. Dengan cepat Farel yang berada di belakangnya langsung memegang pinggang dan tangan Ranty.


Saat kejadian itu banyak orang yang melihat, yang membuat Farel dan Ranty malu dan salah tingkah. Farel langsung melepaskan pinggang dan tangan Ranty setelah memastikan Ranty berdiri dengan benar.


"Ya Allah apa yang aku lakuin bikin malu saja." Batin Farel.


"Maaf ya Ran tadi niatnya cuma mau ngingetin kamu, eh jadinya seperti ini. Kamu gak apakan?." Tanya Farel.


Ranty yang dari tadi diam yang menunduk malu hanya menjawab dengan anggukan kepala nya saja.


"Kalau gitu ayuk pulang." Ucap Farel.


Mereka berjalan bersamaan menuju tempat parkiran mobil. Saat berjalan menuju parkiran Farel dan Ranty hanya diam sesekali mereka salah tingkah saat akan berbicara. Setelah sampai mobil, Ranty heran karena mobil yang di gunakan Farel bukan mobil miliknya, melainkan mobil milik Farel.


"Mobil ku gak hilang kan pak?." Tanya Ranty.


"Ya gak lah Ran, kemarin aku minta orang kantor mengantar mobil ku, dan mobil mu aku parkir rapi di parkiran apartemen, lagian mobil mu lajunya kurang kencang." Ucap Farel menggoda.


"Ya jelas lah pak mobil ku kan gak sebagus punya pak Farel." Ucap Ranty kesal.

__ADS_1


"Duh yang ngambek tar cantik nya hilang lho, cuma bercanda kok. Maaf... Maaf...." Ucap Farel.


"Apaan sih pak aku lho gak ngambek."


"Ya sudah yuk masuk keburu malam, kamu juga sudah kelihatan capek." Ucap Farel.


Farel dan Ranty pun masuk kedalam mobil, didalam mobil keduanya hanya diam tidak membahas apapun. Farel tahu dua hari ini adalah hari yang melelahkan untuk Ranty sehingga Farel lebih memilih diam agar Ranty bisa beristirahat. Farel melajukan mobilnya dengan pelan agar dia lebih lama bersama dengan Ranty. Di lihatnya Ranty yang tertidur pulas di sebelah nya, Farel hanya bisa tersenyum sesekali memandang wajahnya.


Saat di perempatan lampu merah Farel melihat posisi Ranty yang tidak nyaman dengan pelan dan hati - hati Farel langsung memegang dan mengangkat kepala Ranty yang bersandar di jendela dan diletakkan nya kepala Ranty di sandaran kursi agar dia lebih nyaman. Dirapikannya rambut yang menutupi wajahnya di pandangannya wajah Ranty yang terlihat lelah. Dengan tersenyum di sentuh nya pipi Ranty yang merona, tiba-tiba Farel tersadar dengan sikapnya karena bunyi kalkson mobil yang ada di belakang mobil nya membuatnya terkejut karena saat itu lampu mereh berubah menjadi warna hijau yang menandakan mobil harus berjalan, Farel pun langsung melajukan mobilnya. Setelah perjalanan yang lumayan lama karena Farel ingin lebih lama bersama dengan Ranty akhirnya mereka sampai ketempat tujuan yaitu apartemen. Saat di parkiran mobil Farel tidak langsung membangunkan Ranty, dia lebih memilih menunggu Ranty sampai bangun.


Karena terlalu lama Farel pun ikut tertidur di sebelah Ranty. Tak lama setelah Farel tertidur Ranty pun terbangun perlahan - lahan dia merenggangkan badan nya dan mulai tersadar. Ranty melihat Farel yang sedang tertidur pulas di sebelah nya hanya bisa tersenyum, memandangi dan menikmati keindahan ciptaan Allah. Karena Ranty sadar kalau wajah Farel tampan dan enak dilihat. Saat melihat Farel dia teringat kejadian yang terjadi saat di lobi rumah sakit, Ranty merasa ada sedikit perasaan yang aneh terhadap Farel.


"Ya Alloh ada apa dengan aku ini? Ada apa dengan perasaan ku ini." Batin Ranty


"Maaf Ran aku juga ikut ketiduran karena lihat kamu tidur rasanya kok jadi ikutan mengantuk." Ucap Farel yang langsung membetulkan posisi duduk nya.


Ranty yang melihat Farel hanya tersenyum. "Gak apa kok pak."


"Kenapa kamu kok senyum - senyum kayak gitu apa waktu aku ketiduran, aku mendengkur ya atau mengigau?." Tanya Farel panik dan malu.

__ADS_1


"Gak kok pak, cuma lucu saja lihat wajah pak Farel waktu tidur. Kenapa waktu sudah sampai pak Farel gak langsung membangunkan aku?." Tanya Ranty.


"Aku lihat kamu tidur sangat pulas jadi gak tega membangunkan kamu. Jadinya aku biarkan kamu tidur sampai kamu bangun."


"Sebenarnya aku ingin lebih lama dan ingin 64 lebih dekat dengan mu Ran." Batin Farel.


"Ya sudah pak, yuk kita turun sudah malam kasihan juga Rafi." Ucap Ranty.


"Ayo, oh iya Ran tunggu." Ucap Farel yang langsung memegang tangan Ranty.


"Ada apa pak?." Tanya Ranty.


"Tanggal tiga bulan depan Rafi ulang tahun dia minta jalan-jalan ke Malang dan meminta ku untuk mengajak mu ikut. Apa kamu mau ikut bersama kami?." Tanya Farel.


"Emm gimana ya pak? Aku juga belum tahu jadwal ku kerja, aku usahakan agar bisa ikut tapi gak janji bapak tahu sendirikan kalau aku sudah ada panggilan kerja mau gak mau aku harus datang seperti kemarin." Jawab Ranty.


"Iya aku tahu tapi usahakan untuk kali ini ya Ran." Ucap Farel memohon sambil menggenggam tangan Ranty tanpa dia sadari.


Ranty pun terkejut dengan sikap Farel yang tiba-tiba menggenggam tangan nya hanya diam dan menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Farel.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2