Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 50...


__ADS_3

Di dalam mobil Ranty hanya terdiam memikirkan apa yang terjadi saat dirinya bertemu dengan orang tua Farel. Farel yang menyadari kekhawatiran Ranty, Farel pun berusaha menenangkan nya.


Farel memegang telapak tangan Ranty yang terasa dingin. "Kamu gak usah kawatir di sana kan ada kita berdua." Ucap Farel berusaha menenangkan.


Ranty hanya menganggukkan kepalanya.


"Oh iya bisa minta tolong ambikan hpku." Ucap Farel.


"Memang mas mau menghubungi siapa?." Tanya Ranty.


"Aku mau menghubungi Rico. Apa dia dan Lesti sudah sampai di rumah mama sekarang." Ucap Farel.


"Kalau gitu biar aku saja yang menghubungi Lesti dan menanyakan nya." Ucap Ranty.


"OK. Makasih ya." Ucap Farel.


Ranty langsung menghubungi Lesti atas permintaan Farel. Setelah tersambung Ranty langsung menanyakan apa dia sudah sampai di rumah bapak Hermawan atau belum. Ranty pun langsung mengatakan kepada Farel kalau mereka sudah sampai sekitar satu jam yang lalu, Farel pun meminta Ranty untuk menanyakan apa Lesti sedang berada bersama Rico bila iya, Farel ingin berbicara kepada Rico. Ranty pun menanyakannya lagi.


"Iya mas Lesti sedang bersama mas Rico sekarang." Ucap Ranty.


"Boleh aku pinjam sebentar hp mu ada yang mau aku sampaikan kepada Rico." Ucap Farel.

__ADS_1


"Iya ini." Ucap Ranty sambil menyerahkan Hpnya kepada Farel.


Farel pun menerima dan langsung berbicara kepada Rico melalui telepon. Ranty sempat mendengar kalau Farel meminta untuk menyiapkan satu kamar lagi dan siapa saja yang sudah datang ke rumah orang tuanya.


"Ya sudah kalau gitu tolong siapkan semua yang aku minta. Terima kasih. Assalamualaikum." Ucap Farel mengakhiri panggilan telepon.


"Ini Ran makasih." Ucap Farel sambil memberikan hpnya kepada Ranty.


"Iya sama-sama." Ucap Ranty.


"Papa tadi telepon Om Rico ya?." Tanya Rafi yang sedang duduk dipangkuan Ranty.


"Iya kenapa?." Tanya Farel.


"Kayaknya sih sudah datang. Kamu senang punya bunda?." Tanya Farel sambil tersenyum.


"Senang dong." Ucap Rafi sambil mencium pipi Ranty.


"Kalau kamu Ran, apa kamu juga senang jadi bunda nya anak nakal ini?." Tanya Farel kepada Ranty.


"Senang dong dan siapa bilang kalau anak bunda nakal, anak pintar seperti ini di bilang nakal." Ucap Ranty yang ikut membalas mencium kedua pipi Rafi.

__ADS_1


Farel merasa senang melihat keakraban mereka. "Duh yang dapat ciuman, Papa jadi iri, Papa juga mau dong di cium." Ucap Farel mengharapkan.


"Gak." Ucap Ranty dan Rafi bersamaan.


Farel yang mendengarkan ucapan mereka berdua langsung terdiam dan menunjukkan raut wajah kecewa.


Setengah jam mereka melakukan perjalanan dari pusat perbelanjaan ke rumah orang tua Farel, akhirnya mereka pun sampai. Ranty yang melihatnya rumah itu sangat kagum karena terletak di kawasan perumahan yang cukup elit dan rumah milik keluarga Hermawan adalah rumah yang paling besar diantara rumah yang lainnya.


Farel memasuki halaman rumah dan langsung memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah ada beberapa mobil yang berada di parkiran itu. Setelah mobil terparkir mereka pun langsung keluar dengan membawa beberapa paper bag. Sedangkan Rafi langsung berlari memasuki rumah oma nya sudah tidak sabar ingin menceritakan kepada Yoga tentang bunda barunya. Sedangkan Farel dan Ranty berjalan bersamaan di belakang Rafi.


Sebelum masuk Farel langsung menggenggam tangan Ranty dan berucap. "Ran, di dalam nanti ada Monik tolong sabar ya dengan ucapannya dan tingkat lakunya nanti dan tolong beri aku waktu dan kesempatan untuk menyelesaikan nya." Ucap Farel.


"Iya mas, tenang saja." Ucap Ranty.


"Papa bunda ayo buruan." Ucap Rafi yang sudah berjalan duluan.


"Iya." Ucap Farel dan Ranty bersamaan.


"Hati - hati Raf jangan lari nanti jatuh." Ucap Ranty.


Saat mereka sampai di depan pintu, mereka langsung di sambut oleh beberapa orang. Ibu Tika dan Pak Hermawan yang pertama keluar menyambut Yoga di ikuti dengan yang lain termasuk Monik yang sangat antusias menunggu kedatangan Farel.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA.


__ADS_2