Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 146...


__ADS_3

Mereka berdua pun langsung tertidur setelah selesai melakukan olahraga malam nya. Malam itu Ranty yang sedang tidur tiba-tiba terbangun karena merasa sangat lapar. Saat akan bangun Ranty merasakan seluruh tubuh nya sangat sakit akibat permainan Farel yang sangat bernafsu malam itu. Ranty mencoba bangun dengan perlahan melepas pelukan suaminya agar Farel tidak ikut terbangun dari tidurnya. Ranty mulai turun dari tempat tidur dengan pelan lalu menggunakan pakaiannya yang tergeletak di lantai dan keluar kamar menuju ke dapur.


Setelah keluar kamar Ranty langsung berjalan menuju dapur untuk mencari makan yang bisa mengganjal perutnya yang beberapa hari ini selalu terasa lapar walau Ranty sudah makan.


"Apa ini efek samping dari obat baru yang di berikan oleh dokter Diana ya." Gumam Ranty sambil mencomot roti.


Di dalam kamar Farel yang terbangun karena saat tangannya meraba kasus, dia tidak merasakan Ranty berada di sebelah nya. Farel mulai membuka mata dan menyalakan lampu yang berada di sebelah tempat tidurnya, seperti yang dia duga Ranty tidak ada di sebelahnya, Farel pun langsung bangun dan turun dari tempat tempat tidurnya, berjalan menuju kamar mandi untuk mencarinya tetapi tidak menemukannya. Farel pun mengambil celana boxer nya yang tergeletak di lantai lalu memakai dan dia segera keluar mencari istrinya.


Di dapur Ranty yang sedang mengunyah roti dan meminum susu langsung terkejut karena Farel tiba-tiba menepuk bahunya.


"Astaghfirullah." Ucap Ranty terkejut.


Farel langsung menutup mulut Ranty dengan satu jarinya agar diam dan tidak berbicara untuk sementara.


"Jangan keras-keras nanti Rafi dan Edi bangun." Ucap Farel.


"Kamu sih mas ngagetin aja." Ucap Ranty.


"Ngapain di dapur ini sudah malam lho?." Tanya Farel heran yang melihat Ranty sedang menghabiskan satu kotak roti.


"Tiba-tiba aku lapar mas." Ucap Ranty sambil menunjukkan wajah sedihnya.


"Tapi ini sudah malam lho, apa kamu gak takut jadi gendut kalau makan jam segini?." Tanya Farel yang tahu kalau istrinya selalu menjaga pola makan.


"Tapi aku lapar mas. Apa mas Farel gak kasian sama aku?, kalau memang aku jadi gendut mas Farel gak akan sayang lagi sama aku?." Tanya Ranty yang langsung meletakkan roti yang dia pegang.


"Iya gak apa kamu makan banyak, kamu jadi gendut pun aku akan tetap sayang kok sama kamu, tapi gak seperti biasanya kamu seperti ini Ran, biasanya kamu selalu jaga pola makan dan gak suka makanan yang pedas-pedas?." Tanya Farel.


"Aku juga gak tahu mas, akhir-akhir ini aku sering sekali merasa lapar, suka makan yang pedas-pedas. Kalau mau datang bulan mas Farel tahu sendiri kan aku suka makan-makanan yang pedas. Kalau rasa lapar kemungkinan karena dokter Diana memberikan ku tambahan obat yang membuat hormon ku berubah seperti ini, coba besok aku akan tanya kepada dokter Diana." Jawab Ranty.


"Ya sudah gak apa kalau memang itu pengaruh dari pengobatan." Ucap Farel sambil mengelus kepala Ranty.

__ADS_1


Farel pun memutuskan untuk menemani Ranty menikmati roti itu di dapur.


**********


Di kantor Hermawan Group. Rico berjalan cepat setelah mendapatkan telepon dari Farel yang memintanya untuk menemuinya di ruangannya.


Tanpa mengetuk pintu Rico pun langsung masuk kedalam ruangan Farel.


"Jegrek." Suara pintu di buka.


"Assalamualaikum." Ucap Rico.


"Waallaikumsalam." Ucap Farel terbata-bata sambil menahan perutnya yang sakit.


Rico berjalan menghampiri Farel yang berada di tempat duduk nya sambil memegangi perutnya, mukanya terlihat pucat dan kering dingin keluar.


"Kamu kenapa?." Ucap Rico khawatir.


"Gak tahu tiba-tiba perut ku terasa sakit dan panas yang jelas gak bisa di jelaskan dengan kata-kata." Jawab Farel.


"Sudah dari kemarin dan Ranty sudah memberikan ku obat, setelah meminumnya sembuh tapi saat ini kambuh lagi dan rasanya semakin sakit." Jawab Farel.


"Kamu makan apa sih, kok bisa sampai seperti ini, Bawa obatnya gak? makanya kalau makan itu harus di jaga, jangan makan sembarangan seperti kemarin." Omelan Rico kepada Farel.


Farel yang sudah punya tenaga melawan omelan Rico hanya diam dan mendengarkannya saja.


Setelah meminum obat dan beristirahat keadaan Farel pun mulai membaik, mukanya sudah tidak pucat dan perutnya sudah tidak terasa sakit seperti tadi. Saat Farel akan pindah dari sofa ke tempat duduknya untuk mulai bekerja, Rico masuk kedalam ruangan tampa mengetuk pintu dan salam karena Rico kira kalau Farel masih tidur setelah meminum obat.


"Eh..., Maaf aku langsung masuk aku kira kamu masih tidur, Assalamualaikum." Ucap Rico dan langsung duduk di sofa sebelah Farel.


"Waallaikumsalam." Balas Farel.

__ADS_1


"Ini hasil rapat tadi, untuk rapat dengan pak Sanjaya beliau meminta mu sendiri tanpa ada perwakilan, aku sudah meminta Shanti untuk mengatur ulang pertemuan mu dengan pak Sanjaya dan ini...." Ucap Rico menjelaskan dan menyerahkan hasil rapat.


"Makasih ya Ric." Jawab Farel.


"Iya sama-sama, kamu sudah makan?." Tanya Rico.


"Sudah, tadi aku minta tolong Shanti untuk membelikan aku bubur." Jawab Farel.


"Kamu itu kenapa gak biasanya seperti ini, memangnya Ranty gak tahu kalau kamu sakit perut seperti ini?." Tanya Rico lagi.


"Ranty tahu Ric, dia juga sudah memeriksa ku, katanya hanya sakit perut biasa dan dia juga sudah memberi ku obat." Jawab Farel.


"Jaga kesehatan dua hari lagi acara tujuh bulanan Ayana. Kalau kamu sakit bisa-bisa aku bakalan tambah repot." Ucap Rico mengingatkan.


"Iya aku tahu, makasih lho ya...." Ucap Farel.


"Apa jangan-jangan Ranty lagi hamil Rel, ingat gak waktu Nata hamil dulu yang mengalami kejadian aneh, seperti ngidam, mual, muntah dan sakit perut itu kamu bukan Nata, coba kamu ingat! ada gak perubahan sikap Ranty beberapa minggu atau beberapa hari ini." Ucap Rico.


"Apa benar Ranty hamil." Batin Farel.


Farel pun berfikir dan mengingat-ingat perubahan yang dialami oleh istrinya Ranty. Tak lama pun dia teringat tapi dia masih meragukan apa yang di pikirkan oleh sahabatnya Rico.


"Memang sih beberapa minggu ini Ranty suka makan makanan yang pedas dan dia juga sering merasa lapar, tetapi dia bilang itu hanya pengaruh akan mengalami datang bulan sehingga dia sering makan makanan pedas sedangkan rasa laparnya yang dialami itu pengaruh hormon yang diakibatkan mengkonsumsi obat. Aku gak mau terlalu berharap takut kalau Ranty tahu bahwa dia tidak hamil dia akan kecewa, untuk sekarang ini kami jalanin saja dan pasrah kepada Alloh." Ucap Farel.


"Ya sudah, kalau itu menurut mu. Tapi ingat kalau perut mu masih sakit langsung ke rumah sakit jangan sampai seperti ini nyusahin tahu." Ucap Rico.


"Iya mas bro, Thanks udah mengingatkan ku." Ucap Farel sambil memonyongkan bibirnya untuk memberikan isyarat ciuman jarak jauh.


"Idih najis tralala aku masih normal tahu." Ucap Rico sambil menjauh dari Farel.


Mereka pun saling melempar canda, setelah puas bercanda Rico pun langsung kembali ke ruangannya untuk kembali bekerja begitu juga dengan Farel.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA.


__ADS_2