
Saat jam istirahat Ranty yang baru saja selesai memeriksa dua pasien yang baru saja dia selesai operasi sedang duduk santai di ruang kerjanya sambil menikmati segelas kopi. Tiba-tiba dokter Lana datang dan ikut duduk di sebelah nya.
"Assalamualaikum." Ucap salam dokter Lana.
"Waalaikumsalam, eh dokter baru datang." Ucap Ranty.
"Iya aku dapat jadwal siang, apa jadwal bulan depan sudah keluar dok?." Tanya Lana.
"Sudah, coba dokter lihat dan cek di email dokter." Jawab Ranty sambil meminum kopinya.
Dokter Lana langsung mengambil hpnya dan memeriksa email nya. "Iya sudah ada jadwal nya. Oh iya tanggal tiga hari kamis dokter libur ya? Aku dapat jadwal pagi, gimana kalau hari itu dokter aku traktir makan sebagai tanda terima kasih karena sudah membantu mengoperasi dua pasien ku kemarin." Ucap dokter Lana.
"Waduh, maaf dok hari itu aku sudah ada janji gimana kalau lain waktu." Jawab Ranty.
"Oh ok, memang janjian sama siapa? Cowok ya?." Ucap dokter Lana penasaran.
"Rahasia." Jawab Ranty singkat.
"Kok pakek rahasia - rahasiaan segala." Ucap dokter Lana.
"Memang kenapa kalau cowok?." Tanya Ranty.
"Ya kesempatan buat jadi calon suami dokter Ranty jadi hilang deh." Ucap dokter Lana.
__ADS_1
"Apaan sih dok, gak usah bercanda deh." Ucap Ranty.
"Aku serius dok, siapa juga yang bercanda, memang dokter sudah ada calon? ." Tanya dokter Lana.
Ranty hanya diam mendengar pertanyaan dokter Lana.
"Sudah gak usah dijawab, sebelum jalur kuning melengkung di depan rumah mu berarti kamu belum milik siapapun." Ucap dokter Lana serius.
"Iya... Iya... Iya... Terserah dokter saja. Tapi untuk tanggal tiga aku benar-benar minta maaf gak bisa menerima ajakan dokter lain waktu saja." Ucap Ranty.
"OK aku pegang janji mh untuk menerima ajakan ku makan." Ucap dokter Lana.
"OK dok." Jawab Ranty.
**********
"Assalamualaikum." Ucap Farel dan Rafi.
"Waalaikumsalam. Masuk dulu Om, mbak Ranty masih menyiapkan bekal." Ucap Edi.
"Oh iya makasih, permisi ya." Ucap Farel.
Farel pun masuk sedangkan Rafi langsung masuk tanpa di suruh, dia langsung berlari ke dapur dimana Ranty sedang menyiapkan bekal. "Dokter Ranty." Sapa Rafi.
__ADS_1
"Hey jagoan dokter sudah siap kan buat jalan - jalan hari ini?." Tanya Ranty.
"Siap dong." Jawab Rafi senang.
"Sudah makan belum?." Tanya Ranty.
Rafi menggelengkan kepalanya. "Belum dok kata papa kita akan makan di luar saja." Jawab Rafi.
"Kok belum makan, ayo makan dulu perjalanan kita ke Malang jauh dan lama, pak Farel pasti belum makan juga kalau gitu ayo sarapan dulu." Ucap Ranty.
Mereka berdua langsung duduk di meja makan, Ranty menyiapkan piring dan mengisinya dengan nasi goreng dan tidak lupa dua segelas air putih dan segelas susu untuk Rafi.
"Pelan - pelan makannya gak usah terbaru." Ucap Ranty sambil memeriksa bawaannya.
"Makasih ya Ran, maaf merepotkan kamu lagi." Ucap Farel.
"Iya gak apa. Oh iya kalian lanjutkan sarapannya aku mau ganti baju dulu, Oh iya Ed hati - hati jaga rumah nya kamu bener gak mau ikut kita?." Ucap Ranty.
"siap mbak aku bakal jagain kok rumahnya. Kalau ikut gak dulu mbak hari ini aku ada acara nonton sama teman - temen dan hari ini aku gak isa bolos kuliah." Ucap Edi sambil memberi hormat.
"Ya sudah kalau gitu. Aku tinggal ke kamar ya." Ucap Ranty.
Mereka yang sedang makan hanya menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Ranty.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA