
Setelah menjemput Farel di kantor, mereka pun langsung meluncur menuju rumah Rico dan Lesti. Setengah jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai, Farel dan Ranty langsung keluar dari dalam mobil dan tidak lupa mereka membawakan hadiah untuk anak Rico dan Lesti yang baru saja lahir. Saat akan masuk ke dalam rumah Lesti, Farel dan Lesti melihat mobil milik Ayana yang sedang berjalan menuju rumah Lesti dan Rico juga, akhirnya Ranty dan Farel memutuskan untuk menunggu Ayana agar dapat bersama-sama masuk kedalam rumah. Setelah mobil itu di parkir Ayana, Billy, Yoga dan Rafi pun segera keluar mobil dan berjalan menuju Ranty dan Farel berdiri menunggu mereka.
"Kenapa gak masuk duluan?." Tanya Billy.
"Enak kalau kita masuk bareng mas, jadi lebih rame." Jawab Farel.
Mereka pun masuk bersama ke dalam rumah Rico dan Lesti. Di dalam sudah ada beberapa tamu yang datang menjenguk dan melihat anak Rico dan Lesti yang baru saja lahir.
"Assalamualaikum." Ucap salam mereka semua.
"Waalaikumsalam." Jawab Rico dan Lesti yang berada di ruang tamu.
Rico mendengar salam dan melihat kedatang mereka langsung berdiri dan menyambut. "Ayo mari silahkan masuk." Ucap Rico.
"Gak biasanya kamu seperti ini. Biasanya kalau aku kesini gak pernah di sambut." Ucap Farel sambil menyerahkan sebuah kado yang ukurannya lumayan besar.
"Siapa juga yang menyambut mu, aku hanya mempersilahkan pak Billy dan Bu Ayana masuk. kalau kamu tampa di persilahkan biasanya juga masuk-masuk sendiri." Jawab Rico yang membuat beberapa orang yang berada di ruangan itu tertawa.
"Mana princess kecilnya?." Tanya Ayana.
"Masih di kamar, sedang ganti pempers karena baru saja buang air besar." Jawab Rico.
Tak lama Lesti keluar dari kamarnya sambil menggendong bayi kecilnya. Ranty yang melihat itu langsung berjalan menghampiri Lesti dan membantu Lesti untuk menggendongnya.
"Lucunya ponakan aunty." Ucap Ranty sambil menimang-nimang bayi Lesti.
"Siapa namanya Ric?." Tanya Billy.
"Namanya masih belum kami tentukan, insyaallah saat acara aqiqah nanti kami akan memberitahukan namanya." Jawab Rico.
"Lihat tu Rel, Ranty sudah pantas menggendong bayi buruan gas pol terus tiap hari." Ucap Billy yang berniat menghibur adiknya.
"Wah, kalau untuk masalah itu gak usah mas suruh aku tiap hari gas pol terus, sampai-sampai sabun dan sampo di kamar mandi kami cepat habis ya kan Ran?." Jawab Farel membalas candaan Billy kakaknya.
"Apaan sih kalian berdua, kalau bercanda ingat masih ada anak kecil." Tegur Ayana.
__ADS_1
"Memang anak kecilnya mana? Yoga dan Rafi ada di luar dan mereka sedang bermain." Ucap Billy.
"Tu....." Jawab Ayana, Lesti dan Ranty bersamaan sambil menunjuk bayi Lesti yang sedang di gendong Ranty.
Billy dan Farel hanya bisa diam melihat tiga wanita tersebut.
"Memangnya anak kita bisa dengar dan tahu sayang apa yang kita bicarakan?." Tanya Rico.
"Ya bisa lah, makanya mulai sejak dini kita harus mendengarkan hal-hal yang baik kepada anak kita." Jawab Lesti dengan nada yang terkesan kesal kepada suaminya.
"Iya iya sayang maaf, maaf ya nak papa gak akan memperdengarkan candaan yang aneh-aneh lagi." Ucap Rico kepada Lesti dan anaknya.
Dan tanpa sadar Rico pun langsung menegur sahabat dan pimpinannya agar candaan mereka berdua tidak keterlaluan. "Pak Billy dan kamu Rel sudah dengar kan apa yang di katakan mereka bertiga, jadi mulai sekarang jangan bercanda saat ada anak bayi ataupun anak kecil. Ingat itu!". Ucap Rico.
Billy dan Farel yang mendengar hanya bisa mengangguk kepalanya sedangkan para istri hanya tersenyum geli melihat tingkah para suami mereka. Setelah insiden kecil itu mereka pun melanjutkan obrolan mereka.
Hari pun semakin larut Lesti, Ranty dan Ayana sedang berada di dalam kamar Lesti setelah Ranty dan Ayana menjalankan sholat dan makan malam bersama, mereka pun melanjutkan obrolan mereka tanpa adanya gangguan dari para suami.
"Gimana keadaan mu sekarang Ran?." Tanya Ayana hati-hati.
"Terus menurut dokter Diana gimana kondisi mu?." Tanya Lesti melanjutkan.
"Dokter Diana bilang kalau keadaan ku sudah membaik dan kondisi kandungan ku juga untuk saat ini pun juga cukup baik, cuma masih perlu waktu untuk penyembuhan." Jawab Ranty santai.
"Yang sabar ya sayang, Allah memberikan ujian pasti ada jalannya." Ucap Ayana menguatkan Ranty.
"Makasih mbak." Jawab Ayana.
"Terus kelanjutan untuk program kehamilan mu gimana apa masih berlanjut?." Tanya Lesti.
"Untuk saat ini masih. Dokter Diana menyarankan kepada kami program kehamilan yang alami dulu sambil memulihkan kondisi kandungan ku dan menunggu waktu untuk kandungan ku lebih kuat untuk program kehamilan yang lainnya." Jawab Ranty.
"Ya sabar ya Ran." Ucap Lesti.
"Iya, terima kasih banyak. Aku bersyukur mempunyai keluarga yang baik dan selalu mendukung ku." Jawab Ranty sambil memegang tangan Lesti dan Ayana.
__ADS_1
Saat mereka bertiga sedang asyik ngobrol di dalam kamar tiba-tiba kamar Lesti di buka oleh Rafi dan Yoga, yang meminta pulang kepada Ranty dan juga Ayana. Ranty dan Ayana pun langsung mengiyakan permintaan anak mereka karena waktu pun sudah semakin malam.
Setelah berpamitan Farel, Ranty dan Rafi langsung pulang ke rumah mereka, di dalam perjalanan Ranty sempat membicarakan dan membahas tentang permintaan ibu Sisil yang meminta Farel untuk menjenguk Monik dan keinginan ibu Sisil yang ingin meminta maaf secara langsung kepada Farel tetapi Farel tidak menjawab hanya diam dan fokus menyetir mobilnya.
"Gimana mas? apa maf Farel mau?." Tanya Ranty pelan.
"Kita bahas nanti saja di rumah ya." Jawab Farel dengan nada yang terdengar kalau dia tidak senang.
Ranty pun menganggukkan kepalanya dan tidak mau membahasnya lagi karena Ranty tahu kalau Farel masih belum bisa menerima apa yang di perbuat oleh Monik.
Sesampainya di rumah Ranty dan Rafi langsung masuk kedalam rumah sedangkan Farel memarkirkan mobilnya terlebih dahulu. Rafi langsung naik keatas dan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Ranty menuju dapur untuk membuatkan segelas susu dan kopi untuk Rafi dan Farel. Tak lama Farel pun masuk dan menghampiri Ranty yang berada di dapur.
"Sayang kok dari tadi aku gak kelihatan Edi ya? biasanya kalau kita pulang ke rumah dia langsung keluar kamar dan turun ke bawah untuk menyambut kita, apa dia sudah tidur?." Tanya Farel sambil mencari keberadaan Edi.
"Edi ada tugas kampus mas jadi hari ini dia tidak pulang ke rumah." Jawab Ranty.
"Ooo...." Ucap Farel.
"Aku mau ke kamar Rafi dulu melihat dia apa sudah selesai mandi dan memeriksa pekerjaan rumahnya sekalian membawakan susu untuk nya. Mas mau minum kopi sekarang atau mandi dulu?." Ucap Ranty.
"Aku mau mandi dulu saja sayang." Jawab Farel terlihat kusam.
"Ok, nanti setelah dari kamar Rafi aku akan menyusul mu ke kamar dan membawakan kopi ini juga." Ucap Ranty.
Farel pun menjawabnya dengan anggukan lalu berjalan menuju kamarnya. Sebelum masuk kedalam kamar Farel pun teringat ucapan istrinya saat pagi ini, dia pun langsung mengingatkan nya kepada istrinya.
"Oh iya sayang, ingat jangan lupa janji mu yang tadi pagi ya aku tunggu di dalam." Ucap Farel lalu masuk ke dalam kamarnya.
Ranty yang mendengarkan ucapan dari suaminya itu hanya terdiam mengingat ucapan apa yang dia ucapkan kepada suaminya saat pagi itu.
🙏🙏🙏 karena terlalu lama melanjutkan ceritanya kali ini karena kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan. Saya usahakan untuk secepatnya melanjutkan cerita ini.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1