Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 74...


__ADS_3

"Ma... Ma... Mama...." Suara teriakan pak Agam memanggil ibu Sisil.


Ibu Sisil yang sedang bersantai di halaman belakang pun terkejut mendengar suara teriakan pak Agam memanggil dirinya. Ibu Sisil pun dengan cepat berjalan menghampiri pak Agam yang berada di ruang tengah, dilihatnya wajah pak Agam yang sudah terlihat merah menahan amarahnya.


"Ada apa sih Pa? kok teriak - teriak." Tanya ibu Sisil.


"Duduk." Suruh pak Agam dengan nada keras.


Ibu Sisil yang sudah tahu tentang kemarahan suaminya pun mengikuti perintahnya. Dia pun langsung duduk menatap wajah suaminya.


"Ada apa sih Pa?." Tanya ibu Sisil lembut.


"Monik di mana? Apa benar dia lagi ada tugas kuliah dan sekarang dia ke Jakarta." Ucap Pak Agam.


"Iya pak, kemarin kan mama sudah sampaikan ke papa kalau dia sudah di terima magang di perusahaannya Hardi di sana, memang ada apa?." Tanya ibu Sisil yang pura-pura tidak faham dan mengetahui.


"Kamu jangan pura-pura gak tahu apa yang aku maksud, aku harap anak kesayangan mu itu benar-benar ada di sana dan tidak melakukan hal yang berakibat merugikan keluarga kita. Ingat itu." Ucap Pak Agam mengancam ibu Sisil.


"Memang apa yang di lakukan Monik Pa? Sampai - sampai papa marah seperti ini?." Tanya ibu Sisil berusaha melindungi anaknya.

__ADS_1


"Sudah papa malas melayani sandiwara mama, kamu itu ngapain saja di rumah? Mendidik anak saja gak bejus, jujur papa kecewa sama mama. Kamu ingatkan anak kesayangan mu itu sampai acara pernikahan Farel gagal, aku gak akan tinggal diam begitu saja." Ucap Pak Agam mengancam ibu Sisil.


Setelah pembicaraan itu Pak Agam pun pergi meninggalkan Ibu Sisil terdiam dan hanya bisa mendengarkan ucapan pak Agam. Karena merasa kawatir dengan Monik akhirnya ibu Sisil langsung menghubungi anaknya untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan dirinya.


**********


Pagi itu Farel beserta keluarganya sudah sampai di bandara yang ada di Kota Semarang. Tak lama ada keluarga dari Ranty menyambut kedatangan dan menjemput keluarga Farel di bandara. Mereka langsung masuk kedalam bus Mini yang sudah dipersiapkan oleh Pak Purnama untuk mengantarkan mereka disebuah rumah milik keluarga pak Purnama.


"Rico dan Anton kok gak ada apa mereka tidak ikut ke acara nikahan mu Rel?." Tanya Billy.


"Rico akan menyusul, dia datang satu hari sebelum hari pernikahan ku karena ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan kalau Anton dia sudah datang terlebih satu minggu yang lalu, dia datang dahuluan karena ingin memeriksa dan memastikan semuanya aman. Apa Anton tidak mengatakan kepada mas Billy? Pastinya dia harus lapor kepada mas Billy dulu kalau dia mendapatkan tugas selain dari mas Billy." Ucap Farel.


Tak lama bis mini itu telah tiba di sebuah rumah mewah bergaya minimalis. Mereka di sambut oleh kedua orang tua Ranty, Edi dan juga Lesti yang sudah datang terlebih dahulu bersama dengan Ranty.


"Assalamualaikum." Ucap Pak Hermawan yang baru saja turun dari bis mini.


"Waalaikumsalam." Jawab Pak Purnama menyambut kedatangan besannya dengan pelukan hangat.


Lalu di susulan oleh yang lainnya yang ikut turun dan memberikan salam kepada tuan rumah yang telah menyambut kedatangan mereka. Pak Purnama pun langsung mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah yang terlihat kecil dari luar tetapi dalamnya sangat luas dan terkesan mewah.

__ADS_1


"Bagus sekali ya Pa rumahnya." Ucap Ibu Tika.


"Iya mas, di luar terlihat sederhana tetapi dalamnya bisa semewah ini, apa ini milih pak Purnama?." Tanya Pak Hermawan.


"Bukan pak, ini milik Ranty dan hampir semua yang mendesain adalah Ranty." Jawab Pak Purnama.


"Hebat juga kan istri ku." Ucap Farel sambil membanggakan dirinya.


"Masih calon belum jadi istri masih dua hari lagi Ranty jadi istri mu." Ucap Anton yang baru saja keluar dari kamar bersama istri dan anaknya.


"Lho anak dan istri mu sudah datang?." Tanya Billy.


"Sudah pak, kemarin malam mereka sampai." Jawab Anton.


"Karena sudah hampir jam makan siang kalian bisa beristirahat dulu di kamar yang sudah kami siapkan, nanti pak Joko dan bik Nana anak akan memberi tahu kamar kalian. Untuk pak Hermawan dan Ibu Tika biar saya saja yang akan mengantarkan ke kamarnya. Kalau ada apa-apa atau perlu sesuatu bisa meminta pak Joko dan bik Nana." Ucap Ibu Dewi sambil mempersilahkan pak Hermawan dan Ibu Tika menuju kamarnya.


Setelah mereka beristirahat, mereka pun keluar kamar untuk menikmati makan siang yang sudah di siapkan.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2