Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 18...


__ADS_3

Setelah kepergian Ranty Farel bersama dan Monik memutuskan untuk pergi ke lobi rumah sakit untuk menunggu Rico dan istrinya untuk bersama - sama menjenguk anak Anton, sedang Rafi dan Yoga lebih memilih menunggu di ruangan Ayana.


Tak lama Rico dan Lesti datang dan langsung memasuki rumah sakit. Karena Farel sudah memberikan info di mana keberadaannya di mana, Rico dan istrinya pun langsung berjalan menghampiri Farel dan Monik yang sedang menunggu.


"Assalamualaikum." Ucap Rico dan Lesti.


"Waalaikumsalam." Ucap Farel sendiri sedangkan Monik hanya diam sibuk dengan hpnya.


"Maaf lama ya. Lho mana anak - anak kok sendirian.?." Tanya Rico melihat Farel hanya sendirian.


"Ya gak apa, gak lama juga kok aku menunggu nya. Sedangkan Rafi danYoga di ruangan Ayana, mereka aku suruh nunggu di sana takut mengganggu waktu kita menjenguk." Jawab Farel.


"Lho ada Monik, sedang apa kamu di rumah sakit?." Tanya Rico.


"Ya mau ikut jenguk memang aku gak boleh ikut dengan kak Farel dan harus minta ijin sama kak Rico dulu."Jawab Monik.


"Kamu itu di tanya baik-baik kok jawab nya seperti itu." Ucap Lesti kesal.


"Terserah aku mau jawab apa." Ucap Monik.


"Sudah gak usah ribut, ingat Monik apa yang sudah aku bilang tadi kalau kamu masih mau ikut aku jaga sikap mu." Ucap Farel yang ikut kesal.


"Iya." Jawab Monik dengan raut wajah manjanya.


"Ya sudah ayo buruan kita ke tempat Anton." Ucap Rico.


Setelah pembicaraan yang membuat kesal, mereka akhirnya berjalan menuju kamar yang di mana anak Anton di rawat. Lima belas menit mereka berada di sana untuk menjenguk akhirnya mereka meminta ijin pamit kepada Anton.


"Maaf ya Ton kita gak bisa lama. Aku sudah ada janji sama anak-anak untuk makan siang dengan Ranty di kantin rumah sakit dan Rico juga harus mengantar Lesti mengontrolkan kandungannya." Ucap Farel.


"Ya gak apa - apa, aku sekeluarga sudah senang kalau kalian kesini untuk menjenguk anak ku. Oh iya sampaikan maaf kepada pak Billy karena gak bisa membantunya bekerja dan sekarang pak Billy yang harus menghendel pekerjaan ku." Ucap penyesalan Anton.


"Halah kamu ini kayak siapa saja. Ya sudah kami balik dulu." Ucap Farel.


"Makasih banyak ya mas Farel dan mas Rico." Ucap Rara istri Anton.


"Iya Ra sama-sama." Jawab Rico.


Sedangkan Farel hanya menjawab dengan menganggukan kepala nya.


"Assalamualaikum." Ucap Farel, Rico dan istrinya.


"Waalaikumsalam." Jawab Anton dan Rara istrinya.


Setelah menjenguk Farel dan Monik menjemput Rafi dan Yoga yang sedang berada di ruangan Ayana untuk makan siang di kantin, sedangkan Rico dan Lesti menuju ke ruang OBGYN untuk memeriksa kandungan. Mereka janjian untuk makan siang bersama di kantin rumah setelah pemeriksaan selesai.

__ADS_1


Di kantin rumah sakit Rafi dan Yoga tidak sabar ingin bertemu dengan dokter Ranty, sedangkan Monik yang dari tadi tidak di hiraukan merasa kesal dan jengkel. Farel yang tahu sikap Monik hanya membiarkan dan tidak mempedulikan nya.


"Kak, Monik lapar masih lama ya dokter Ranty, mas Rico dan istrinya?." Tanya Monik dengan raut wajah di buat sedih agar Farel memperhatikan nya.


"Kenapa gak ikut dengan Rafi dan Yoga memesan makanan tadi." Ucap Farel yang sibuk dengan hpnya.


"Ya sudah aku pesan makanan dulu, kakak mau aku pesankan juga?." Tanya Monik kesal.


"Pesankan aku kopi saja ingat gulanya jangan banyak - banyak." Ucap Farel.


"OK kak." Jawab Monik.


Tak lama Rico dan Lesti datang dan tak beberapa lama setelah Rico dan Lesti datang Ranty yang baru saja selesai mengoperasi pun datang ke kantin untuk memenuhi janjinya kepada Rafi. Saat hendak menuju meja makan Ranty sangat terkejut karena melihat sahabatnya waktu SMA yang lama tidak dia temui setelah mereka lulus.


"Lesti." Ucap Ranty yang saat itu melihat Lesti duduk satu meja dengan Rico dan Farel.


"Ranty, ya Allah ini beneran kamu, kemana saja kamu sejak SMA ini. No telepon punya mu juga gak bisa di hubungi." Ucap Lesti sambil berpelukan.


"Maaf hp ku yang dulu hilang jadi kontak No telepon teman waktu SMA sudah hilang semua." Ucap Ranty senang.


"Kangen." Ucap Ranty dan Lesti bersamaan.


Mereka langsung duduk berdampingan tanpa menghiraukan Farel dan Rico yang berada di sana, sedangkan Farel dan Rico hanya melihat dan heran keakraban mereka.


"Gimana kabar mu dengan Rasid?." Tanya Lesti.


"Ehem... Sayang gak kamu kenalin teman mu ini kepada kami." Ucap Rico yang membuat Ranty dan Lesti sadar kalau di sana ada Rico dan Farel .


"Oh iya, maaf kenalkan ini suami ku Rico dan ini Bos sekaligus sahabat suami ku Farel." Ucap Lesti.


"Gak perlu kamu kenalin. Kami sudah kenal kok." Ucap Ranty.


"Kok bisa?." Tanya Lesti.


"Iya bisa Anak pak Farel adalah pasien ku sedangkan pak Rico itu penggemar ku." Ucap Ranty menggoda Lesti.


"Apa penggemar! Beneran mas?." Tanya Lesti sambil memandang suaminya.


"He... He... He... Bercanda kok Les, aku kenal suami mu saat dia menjenguk Rafi di rumah sakit." Ucap Ranty sambil tertawa.


"Awas kalian macam-macam." Ancam Lesti.


"Ya gak mungkin lah sayang aku macam-macam, kalau aku macam-macam bisa - bisa aku akan di pecat dan gak dapat jatah dari istri ku yang cantik ini." Ucap Rico yang merayu istrinya.


"Di pecat maksudnya?." Tanya Lesti heran sambil memandang Farel dan suaminya.

__ADS_1


"Sudah nanti saja di rumah aku jelaskan." Ucap Rico.


"Kalian sudah pesan. Lho mana Rafi, Yoga dan Monik kok gak ada?." Tanya Ranty.


"Mereka sedang memesan makanan." Jawab Farel.


"Kenapa gak pesan lewat wa saja pak, bukannya kemarin sudah saya ajari dari pada ke stan makanan." Ucap Ranty.


"Iya ya aku lupa." Ucap Farel.


"Faktor usia kali Ran." Ucap Lesti pelan.


"Sut...! Jangan pelan - pelan nanti kedengaran yang keras saja sekalian." Ucap Ranty bercanda.


"Lagi ngomongin kita ya, jangan mentang - mentang masih muda ngomongin yang tua gitu." Ucap Rico cemberut.


"Iya iya maaf sayang, walau sudah tua tapi tetap ganteng kok ya kan Ran." Ucap Lesti tersenyum lebar.


Ranty yang ikut tersenyum lebar menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Lesti, sedangkan Farel hanya menggelengkan kepalanya melihatnya mereka.


"Sudah ah bercandanya gak makan - makan nanti, kalian mau makan apa biar aku pesankan." Ucap Ranty.


Mereka pun memesan makanan melalui wa dan tak lama Rafi, Yoga dan Monik datang membawa beberapa makanan yang mereka pesan.


"Ini kak kopi." Ucap Monik.


"Lho bukannya kamu tadi pesan makanan kok gak kamu bawa?." Tanya Farel.


"Nanti di antar kesini kak. Kok kakak gak pesan?." Tanya Monik balik.


"Sudah di pesankan Ranty lewat wa tadi, jadi gak usah ke stan makanan yang kita mau. Tadi aku lupa kalau bisa pakek cara itu." Jawab Farel.


"Tahu gitu aku gak perlu capek - capek jalan dong kak." Ucap Monik kesal.


"Iya maaf kakak tadi lupa." Ucap Farel.


"Aku dan Yoga sudah papa pesankan makanan juga kan." Ucap Rafi.


"Sudah dokter Ranty pesankan tadi, nasi ayam goreng, sup merah sama nugget kentang, kalian mau kan?." Tanya Farel.


"Mau dong." Ucap Rafi dan Yoga bersamaan.


"Ya sudah kita tunggu makanannya datang." Ucap Ranty.


Mereka pun saling berbicara sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2