Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 93...


__ADS_3

Setelah Ranty berangkat Farel pun pergi ke halaman belakang dengan wajah yang tidak bersemangat. Semua keluarga sedang bersantai di sana sambil menikmati beberapa hidangan yang sudah di siapkan oleh keluarga Hermawan. Beberapa orang terlihat heran karena melihat Farel jalan sendiri dengan wajah yang terlihat seperti orang yang habis di tinggal pergi bukan seperti orang bahagia yang baru saja menikah.


Farel berjalan dan langsung duduk di sebelah Billy dengan wajah cemberut seperti anak kecil.


"Kamu kenapa kok gak semangat seperti habis ditinggal istri saja Rel." Tanya Rico dengan santainya.


Wajah Farel semakin berubah cemberut saat Rico bertanya seperti itu. Farel pun hanya menjawab pertanyaan Rico dengan angggukan saja. Semua orang yang melihat jawab Farel langsung heran dan terkejut apalagi para orang tua.


"Apa benar Rel? Ranty pergi dari rumah?." Tanya ibu Dewi dengan nada yang keras.


"Iya." Jawab Farel singkat.


"Kenapa kamu biarin menantu mama pergi. Ini pasti kamu salah terlalu memaksa Ranty. Benar gak ucapan mama." Ucap Ibu Tika menambahkan.


Farel hanya diam tidak menjawab pertanyaan ibu Tika.


"Kenapa mas Farel diam saja sih, gak tambah mengejar atau mencari kemana Ranty pergi." Ucap Lesti yang juga ikut kawatir.


Farel yang melihat mereka kawatir tersenyum sekilas. "Aku mengizinkannya pergi kok." Jawab Farel santai.

__ADS_1


"Kenapa kamu izinkan istri kamu pergi?." Tanya ibu Cici marah.


"Kalian ini seharusnya prihatin kepada ku. Setiap kali ingin berduaan dengan istri ku mesti ada p gangguannya. Seperti saat ini Ranty tiba-tiba mendapatkan telepon dari rumah sakit karena ada dua pasien yang harus segera di tangani padahal tamu bulanan Ranty sudah selesai jadi rencana untuk malam pertama gagal lagi puas kalian." Jawab Farel yang membuat semua orang tersenyum dan ber Ooo ria.


"Oooo." Jawab beberapa orang yang berada di sana.


Setelah mendengar jawaban Farel mereka pun lega dan tidak terlihat kawatir lagi. Mereka pun melanjutkan mengobrol dan berbincang lagi.


"Kenapa kamu gak ikut dengan Ranty ke rumah sakit saja?." Tanya Pak Hermawan.


"Ranty melarang ku untuk ikut dan mengantarnya." Jawab Farel.


"Apaan sih mas Billy." Ucap Farel jengkel.


"Itu hukuman kalau kamu suka menjahili dan mengganggu orang benar gak Ric." Ucap Farel.


"Benar pak. Bisa di bilang hukum karma." Jawab Rico ikut menggoda.


"Oh gitu ya. Gak setia kawan awas ya, aku akan potong gaji mu sampai seratus persen biar tahu rasa." Ucap Farel bercanda .

__ADS_1


"Oh jadi ini ya ancaman mas Farel kepada suami ku yang sudah setia mendampingi mas Farel. Awas aja ya sampai gaji mas Rico di potong akan aku aduin ke mas Irwan dan Papa." Ucap Lesti yang tidak mau mengalah.


Farel pun berdiri lalu duduk di sebelah Lesti yang sudah dianggap sebagai adiknya sendiri. "Aduh adik ku sayang jangan marah ya mas mu ini gak akan tega seperti itu kepada mu." Ucap Farel.


Obrolan dan candaan mereka membuat semakin meriah dan dapat membuat Farel melupakan kekesalannya saat itu.


"Apa kamu gak kawatir dengan Ranty yang ke rumah sakit sendirian?." Tanya Pak Agus.


"Insyaallah Ranty aman Yah." Jawab Farel.


"Kalau terjadi apa-apa dengan istri mu saat perjalanan ke rumah sakit gimana? ." Tanya Pak Agus.


"Insyaallah gak ada apa-apa pak. Saya sudah menyuruh beberapa pengawal untuk mengawasi dan menjaga ibu Ranty." Ucap Anton membantu menjawab.


Pak Agus pun menganggukkan kepalanya mendengar jawaban dari Anton dan Farel saat itu.


Waktu magrib pun tiba mereka semua pun masuk dan melaksanakan sholat berjamaah di tempat yang sudah di siapkan. Setelah selesai mereka pun melanjutkan makan malam bersama.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2