Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 25...


__ADS_3

Setelah pembicaraan itu selesai, Farel pun berfikir untuk mencari cara untuk dapat bertemu dan meminta maaf kepada Ranty. Akhirnya Farel memutuskan untuk menjadikan Rafi dan Yoga sebagai alasan yang ingin bertemu dengan Ranty. Farel mengambil hpnya dan langsung menghubungi Ranty.


"Tut... tut...." Suara panggilan telepon.


Farel menunggu panggilan telepon nya, tak lama telepon pun diangkat.


"Halo, dengan dokter Ranty disini bisa saya bantu." Ucap Ranty.


"Assalamualaikum dok ini saya Farel." Ucap Farel.


"Waalaikumsalam salam. Eh pak Farel maaf pak saya gak tahu kalau bapak yang menghubungi saya karena nomor telepon bapak belum saya simpan. Ada apa bapak menghubungi saya? ada yang bisa saya bantu?." Tanya Ranty


"Sebelumnya saya minta maaf mengganggu mu lagi ini Rafi dan Yoga ingin bertemu kamu lagi dan ingin mengajak makan siang lagi. Jika kamu tidak keberatan." Jawab Farel.


"Waduh maaf pak kalau hari ini saya gak bisa karena siang ini saya ada jadwal operasi." Ucap Ranty.


"Oh begitu." Ucap Farel.


"Begini saja gimana kalau kita ganti dengan makan sore sekali saya akan belanja kebutuhan rumah?." Tanya Ranty.

__ADS_1


"Wah kebetulan sekali kalau begitu, saya juga berencana untuk berbelanja kebutuhan rumah. Kalau begitu kita janjian saja di tempat biasanya kamu berbelanja." Ucap Farel.


"OK pak nanti tempat dan jam nya akan saya kabari melalui pesan Wa saja ya. Maaf gak bisa terlalu lama ngobrol kita lanjutkan nanti saat ketemu bersama Rafi dan Yoga." Ucap Ranty.


"Iya, sampai ketemu nanti. Assalamualaikum." Ucap Farel.


"Waalaikumsalam." Ucap Ranty mengakhiri sambungan telepon mereka.


Setelah selesai menghubungi Ranty, Farel pun merasa senang dan lega karena Ranty tidak membahas masalah kejadian waktu bersama dengan Monik di rumah sakit. Saat Farel sedang merencanakan apa saja yang akan dilakukan nanti tiba - tiba suara pintu ruang nya yang membuat Farel kesal karena merasa terganggu dan saat Farel mempersiapkan masuk ternyata Monik yang berbeda di balik pintu itu.


"Assalamualaikum kak." Ucap Monik.


"Maaf kak kalau Monik mengganggu, aku kesini cuma mau minta maaf atas kejadian waktu di rumah sakit dan membawakan kue untuk Rafi." Ucap Monik dengan wajah memelas nya.


"Iya gak apa, aku juga minta maaf karena sudah memarahi mu. Lain kali jangan ulangi lagi dan ingat batasan mu. Aku cuma ingatkan kamu lagi kalau aku cuma menganggap mu sebagai adik saja gak lebih dan jangan mengharap banyak dari aku dan makasih kuenya nanti aku sampaikan kepada Rafi, kalau gak ada keperluan lagi tolong pulanglah karena hari ini aku sibuk." Ucap Farel.


"Iya kak. Oh iya boleh gak kalau aku ikut kakak jemput Rafi tadi mama bilang kalau kakak hari ini pindah ke apartemen lagi jadi aku bisa membantu kakak disana." Ucap Monik berusaha mencuri hati Farel.


"Gak perlu aku ingin berdua dengan Rafi, kamu gak perlu membantu karena sudah ada yang membereskan dan membersihkan apartemen ku dan mama mu tahu dari mana kalau aku pindah hari ini?." Tanya Farel heran.

__ADS_1


"Tadi mama ngobrol dengan mama Tika jadi aku tahu kalau kakak hari ini pindah."


"Hari ini aku cuma ingin bersama anak ku Rafi jadi lain kali saja dan hari ini tolong jangan ganggu aku."


"Ih.... Kalau aku gak suka sama kamu, harta dan nama besar keluarga mu, gak bakalan aku seperti ini sabar - sabar!, kalau hati kamu belum bisa lunak hari ini, aku akan mencari cara lain." Batin Monik.


"Ya sudah kalau gitu aku pulang dulu, Oh iya kak masih boleh kan aku main ke apartemen kakak?." Tanya Monik.


"Iya."


"OK aku pulang. Assalamualaikum." Ucap Monik dan langsung keluar dari ruang Farel.


"Waalaikumsalam." Ucap Farel sambil menghembuskan nafasnya karena meresa lega.


"Kapan aku terhindar dari Monik." Gerutu Farel kesal dan langsung melanjutkan pekerjaannya.


Di luar ruangan Farel, Monik tampak kesal dengan sikap Farel yang sudah mulai berubah dan semakin dingin kepada nya. Monik pun langsung menghubungi ibu Sisil mamanya dan menceritakan kejadian hari ini.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2