
Farel memberikan waktu sebentar untuk Ranty beristirahat sebelum Farel memulai permainannya lagi. Karena Farel berinisiatif setelah Ranty yang memimpin permainan giliran dia untuk memimpin. Setelah dia rasa waktu nya sudah tepat tanpa mengucapkan sesuatu kepada Ranty, Farel langsung menggendongnya Ranty menuju tempat tidur tanpa mengeluarkan burung garuda miliknya dari dalam sangkarnya. Ranty pun terkejut saat Farel menggendongnya dia kira mereka akan beristirahat di tempat tidur setelah permainan di sofa bed selesai ternyata apa yang di pikiran Ranty salah mengenai hal itu. Setelah sampai di tempat tidur Farel langsung memangsa Ranty dengan ganas.
"Sayang sekarang giliran ku untuk memimpin permainan saat ini." Ucap Farel dengan raut wajah penuh gairah.
"Tapi mas..... " Ucap Ranty terhenti karena Farel.
Farel menutup mulut Ranty dengan bibir nya, Farel mencium, melamut dan menghisap bibir Ranty yang Farel rasa seperti permen yupi terlihat enak dan kenyal saat di hisap. Ranty yang menerima perlakuan seperti itu hanya bisa pasrah dan mencoba untuk mengimbangi permainan Farel walau dia masih terasa lelah setelah permainan pertama. Tangan Farel mulai melepas semua pakaian yang masih menempel di tubuh Ranty. Farel pun mulai bermain dengan perlahan, permainan tersebut semakin lama semakin cepat membuat Ranty mengenang beberapa kali dan yang terakhir mereka pun merasakan puncak ******* bersama yang membuat mereka mengerang secara bersamaan, Farel yang sudah kelelahan akhirnya berbaring di samping istri.
Farel mengambil selimut dan menutupi tubuh Ranty dan tubuhnya. Farel menatap wajah istrinya yang terlihat cantik walaupun sedikit acak - acakan akibat tingkat mereka berdua. Karena merasa amat lelah Farel pun tertidur setelah mencium kening dan mengucapkan terima kasih kepada Ayana.
Tepat pukul empat pagi alaram hp Ranty berbunyi seperti biasanya, karena rasa lelah Ranty tidak mempedulikan hpnya yang berbunyi begitu keras. Karena suaranya yang terlalu keras Farel pun langsung terbangun mendengarnya. Perlahan Farel mengambil hpnya milik Ranty yang dia letakkan di meja kecil sebelah tempat tidurnya. Setelah mematikannya alaram itu Farel perlahan turun dari tempat tidur untuk pergi kemar mandi.
Tak lama Ranty pun terbangun saat mendengar suara doa - doa yang berasal dari suara masjid deket rumah mereka karena saat itu hampir waktunya untuk menjalankan sholat shubuh. Ranty perlahan - lahan bangun dari tempat tidur, di lihatnya Farel sudah tidak ada di sampingnya, Ranty pun menebak kalau Farel berada di kamar mandi karena saat itu Ranty mendengar suara air mengalir di dalam kamar mandi. Ranty melihat kamarnya yang terlihat berantakan akibat ulah mereka semalam. Di ambilnya lingerie yang berada di lantai lalu di pakai nya, sambil menunggu Farel selesai dari mandi Ranty membersihkan kamarnya yang berantakan. Farel pun keluar kamar di lihatnya kamarnya yang sudah terlihat rapi.
"Kamu sudah bangun sayang?." Tanya Farel yang berjalan menuju walk in closet.
"Iya." Jawab Ranty sambil membersihkan tempat tidur.
"Buruan mandi sana, sudah aku siapkan air mandi untuk mu, setelah itu kita sholat berjamaah, biar aku yang melanjutkan merapikan ini sambil menunggumu mandi." Ucap Farel yang baru saja keluar dari walk in closet.
"Iya mas." Jawab Ranty lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Setelah membersihkan dirinya, Ranty keluar dari kamar mandi lalu menuju walk in closet untuk memakai pakaian. Ranty keluar menghampiri Farel yang sudah menyiapkan perlengkapan untuk mereka melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah mereka siap mereka pun langsung melaksanakan sholat subuh bersama.
**********
Pagi itu Farel dan Ranty sudah bersiap untuk berangkat bekerja. Ranty yang sudah selesai menyiapkan sarapan sedang menyajikan makanan untuk mereka bertiga. Edi pun yang sudah siap untuk berangkat kuliah langsung turun dan berjalan menuju meja makan.
"Assalamualaikum, pagi Om, mbak." Ucap Edi lalu duduk di hadapan Farel.
"Waalaikumsalam." Jawab Ranty dan Farel.
"Kemarin kamu pulang jam berapa?." Tanya Ranty.
"Sebelum magrib mbak aku sudah di rumah kok." Jawab Edi.
"Oh iya om Farel, kalau aku boleh saran kamar Om dan mbak Ranty mending di kasih alat kedap suara deh." Ucap Edi sambil meminum segelas susu.
"Memang kenapa?." Tanya Farel heran.
"Ya... Biar kalau kalian lagi olah raga malam suara teriaknya gak terdengar sampai atas, kalau terdengar oleh ku sih gak masalah. Kalau Rafi yang dengar apa kalian gak akan repot menjelaskan, nanti di kira Om Farel lagi menganiaya mbak Ranty." Ucap Edi.
Ranty yang mendengarkan ucapan Edi langsung menjitak kepalanya.
__ADS_1
"Aduh sakit mbak." Ucap Edi sambil memegang kepalanya.
"Jangan ngomong sembarangan." Ucap Ranty terlihat kesal.
"Siapa juga yang ngomong sembarangan, ini kenyataannya." Ucap Edi.
"Apa begitu kerasnya ya Ed?." Tanya Farel penasaran.
"Iya keras sekali mas apa lagi teriakan mbak Ranty yang terakhir itu yang paling keras." Ucap Edi.
Ranty yang merasa malu dan jengkel mendengar pembicaraan adik dan suaminya tanpa sadar langsung menjitak kepala mereka berdua agar mereka kembali tenang saat sarapan.
"Plak... Plak....". Suara jitakan Ranty.
"Aduh." Ucap Farel dan Edi bersamaan.
"Sudah selesai bicaranya buruan makan." Ucap Ranty yang membuat Farel dan Edi langsung terdiam saat itu juga.
"Nanti kita lanjut lagi Ed." Bisik Farel agar tidak di ketahui Ranty.
Edi menjawab dengan acungan ibu jarinya menandakan ok kepada Farel.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA