
Setelah memarkirkan mobilnya, Rafi yang sudah tidak sabar langsung keluar dari dalam mobil menarik dan menggandeng tangan Ranty, mereka langsung menuju tempat pembelian tiket tanpa menunggu Farel. Sedangkan Farel yang masih berada di parkiran mobil hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rafi dan Ranty, dia pun mengambil paper bag yang ada di dalam mobil lalu berjalan mengikuti Rafi dan Ranty yang sedang mengantri untuk membeli tiket.
Farel yang menunggu mereka terlihat kesulitan membawa paper bag. Setelah membeli tiket Ranty dan Rafi berjalan menuju tempat Farel menunggu. Tanpa di minta atau meminta Ranty yang melihat Farel membawa paper bag langsung mengambil salah satu paper bag yang dibawa oleh Farel. Setelah membeli tiket mereka pun langsung masuk, sebelum bermain ke wahana bermain mereka menitipkan bawaan mereka ke tempat penitipan.
"Sekarang kamu mau main apa dulu?." Tanya Farel kepada Rafi.
"Yang itu Pa." Ucap Rafi sambil menunjuk salah satu wahana yang ada di Jatim park satu.
Tampa menunggu Rafi langsung menggandeng tangan Ranty dan Farel menuju ke wahana yang dia mau.
Tepat pukul sebelas siang mereka istirahat di sebuah taman. Tak lupa mereka mengambil paper bag yang telah mereka titipinkan dulu. Mereka memilih taman yang letaknya tidak jauh dari mushola sehingga memudahkan mereka untuk menjalankan sholat. Di
Karena merasa lelah Rafi pun langsung duduk di tempat duduk di taman itu. Ranty langsung memberikan minuman yang telah mereka beli kepada Rafi yang terlihat kelelahan karena hampir separuh permainan mereka sudah mainkan.
"Capek ya sayang." Tanya Ranty.
"Iya dok." Jawab Rafi sambil meminum minuman nya.
"Pelan - pelan minumnya." Ucap Farel.
Rafi hanya menganggukkan kepala nya.
"Oh iya kamu bawa apa di dalam paper back ini?." Tanya Farel penasaran.
"Buka saja." Ucap Ranty.
Farel pun langsung mengeluarkan sebuah kotak yang ada di dalam paper bag itu dan langsung membukanya dan di dalamnya terdapat sebuah cupcake untuk merayakan ulang tahun Rafi di hari itu.
Rafi yang melihatnya merasa senang karena bisa merayakan ulang tahun dengan orang yang dia sangat ingin kan. Rafi pun langsung memeluk Ranty dan mengucapkan terima kasih karena mau menemaninya untuk merayakan hari ulang tahun nya.
__ADS_1
"Makasih ya dokter aku sayang sama dokter." Ucap Rafi sambil memeluk Ranty.
"Iya sama-sama aku juga sayang sama kamu." Ucap Ranty sambil membalas pelukan Rafi.
"Oh iya ini buat kamu, maaf dokter gak tahu kamu suka atau gak, ini hadiah dari dokter." Ucap Ranty sambil memberikan paper bag yang berisi hadiah buat Rafi.
"Makasih dok." Ucap Rafi.
Rafi langsung membuka hadiah yang di berikan oleh Ranty. Sebuah sepatu keluaran terbaru yang pernah Rafi ceritakan kepada Ranty kalau dia suka dengan sepatu itu.
"Kamu dapat dari mana sepatu itu? padahal aku sudah cari dan minta tolong kepada beberapa teman ku untuk membelikannya untuk Rafi." Ucap Farel heran.
"Aku titip ayah ku waktu beliau lagi ada acara seminar di Singapura dan untungnya di sana masih tersisa dua sepatu dengan ukuran yang sama." Ucap Ranty.
"Kenapa apa kamu gak suka?." Tanya Ranty yang melihat raut wajah sedih.
"Tenang saja Yoga juga dapat kok sepatu yang sama dengan mu, kemarin dokter sudah memberikannya kepada ibu Ayana, jadi Rafi gak perlu kawatir." Ucap Ranty.
"Benar?." Tanya Rafi senang.
"Iya, dan sebagai tambahan hadiah ulang tahun Rafi boleh minta sesuatu lagi dan dokter akan berusaha mengabulkan keinginan Rafi dan ingat Rafi sekarang sudah besar jadi harus bijak dalam meminta sesuatu." Ucap Ranty.
"Siap dok." Jawab Rafi.
"Kalau gitu kita tiup lilin nya dulu papa sudah gak sabar untuk mencicipi cupcake buatan dokter Ranty." Ucap Farel yang langsung memasang lilin diatas kue.
Mereka pun menyanyikan lagu ulang tahun, sebelum meniup lilin Rafi pun berdoa setelah berdoa lilin pun ditiup, mereka semua merasa senang apa lagi Rafi, dia merasa memiliki keluarga yang utuh saat itu.
"Sekarang boleh kan dok aku minta sesuatu yang dokter janjikan tadi?." Tanya Rafi langsung.
__ADS_1
"Boleh."
"Ingat Rafi jangan minta yang aneh - aneh sama dokter Ranty." Ucap Farel kepada Rafi.
"Dan kamu Ran jangan terlalu manjain ni anak bisa - bisa ngelunjak apa yang dia mau." Ucap Farel kepada Ranty.
"Siap." Ucap Ranty dan Rafi bersamaan.
"Memang Rafi mau minta apa?." Tanya Ranty.
"Tapi janji harus mengabulkan dan jangan marah ya?." Tanya Rafi yang membuat Farel dan Ranty penasaran.
Ranty menganggukkan kepalanya. "Memang apa ya! yang di minta Rafi?." Batin Ranty.
"Aku mau memanggil dokter Ranty dengan sebutan bunda seperti Yoga memanggil budhe Ayana. Karena Rafi tahu gak akan ada yang bisa menggantikan mama seperti apa kata papa, maka dari itu bolehkah dok kalau mulai sekarang aku panggil dokter dengan sebutan bunda?." Tanya Rafi berharap.
Ranty dan Farel yang mendengar permintaan Rafi sama-sama terkejut, mereka saling memandang dan tak menyangka dengan permintaan Rafi. Ranty menatap Farel meminta jawaban dan persetujuan apa boleh Rafi memanggilnya dengan sebutan bunda. Farel yang tahu Ranty bingung akhirnya menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Rafi. Karena Farel gak akan tega tidak menyetujui permintaan anaknya di saat hari ulang tahun nya.
Setelah mendapat anggukan dari Farel, Ranty langsung menjawab pertanyaan Rafi. "Iya boleh sayang, Rafi boleh memanggil dokter dengan sebutan bunda." Ucap Ranty.
Rafi langsung memeluk Ranty. "Hore...... Alhamdulillah ya Allah akhirnya sekarang Rafi punya bunda juga. Semoga bunda Ranty beneran jadi bunda Rafi bukan sebutan panggilan saja." Ucap Rafi berdoa.
"Amin." Ucap Farel menjawab doa Rafi.
Ranty yang mendengarkan hanya diam, kaget dan tersipu malu. "Ya Allah kejutan apa lagi yang engkau berikan hari ini kepada ku?." Batin Ranty.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1