Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 52...


__ADS_3

Rico dengan cepat langsung masuk ke kamar Farel tanpa mengetuk pintu. Farel yang sudah tahu kalau Rico akan masuk kedalam kamar tidak merasa terkejut karena dia tahu kalau akan mendapatkan banyak pertanyaan dari sahabat nya itu.


"Farel." Panggil Rico setelah masuk kedalam kamar.


"Iya iya aku tahu, sebentar ya aku ingin minum es jeruk dulu haus." Ucap Farel yang sedang duduk sambil menikmati segelas es jeruk.


Setelah menunggu akhirnya Farel mulai berbicara. "Apa yang mau kamu tanyakan?." Tanya Farel.


"Bukan nya kamu hari ini pergi jalan - jalan ke Jatim Park bersama Rafi kok Ranty juga ada?." Tanya Rico.


"Karena permintaan Rafi makanya aku mengajak Ranty jalan - jalan kesana sambil merayakan hari ulang tahun Rafi. Eh gak tahunya mama sama papa ngadain acara ulang tahun juga di sini, gak mungkin kan aku suruh Ranty pulang sendiri ke Surabaya bisa - bisa lamaran ku gak akan terima." Ucap Farel


"Lamar? Maksud mu kamu tadi melamar Ranty?." Tanya Rico.


"Iya." Jawab Farel santai.


"Dan nanti aku akan menyampaikan niat ku ini kepada keluarga inti saat acara ulang tahun Rafi selesai."


"Apa kamu sudah yakin?." Tanya Rico.


"Insyaallah yakin karena beberapa kali aku meminta petunjuk kepada Allah pasti jawabannya sama. Aku bermimpi Nata menghampiri ku dari jauh yang tampak wajah Nata tetapi saat di hadapan ku wajah Ranty yang tampak menghampiri ku. Aku gak mau menyia - nyiakan hal ini. Lagi pula aku sudah mendapat dukungan dari Edi adiknya Ranty."


"Terus apa jawaban dari Ranty saat kami lamar yes or no?." Tanya Rico lagi.


Farel hanya menggelengkan kepalanya. "Dia minta waktu untuk berfikir dulu untuk meminta petunjuk Allah dan pendapat keluarga nya. Yang jelas aku juga tahu kalau Ranty juga punya perasaan yang sama dengan aku, Suka!."


"Lalu gimana sama uler keket yang dari tadi melingkar terus di lengan mu." Tanya Rico.


"Monik maksud mu?." Tanya Farel.


"He em." Jawab RICO sambil menganggukkan kepala nya.


"Nanti akan aku jelaskan semua saat kumpul keluarga inti, kamu pasti tahu kan kalau tante Sisil bakal ngikutin mama terus kayak perangko yang akan meyakinkan mama agar mau menerima Monik jadi calon mantunya. Ya nanti malam setelah acara Rafi selesai aku akan menjelaskan semuanya."


"Kamu dukung aku kan Ric?." Tanya Farel.

__ADS_1


"Iya jelas dong aku dukung kamu." Ucap Rico.


"Kalau gitu buruan sekarang kamu cerita detik - detik saat kamu melamar Ranty."


"Proklamasi kali. Ya awal nya sempat hampir gagal gara - gara Rafi meminta hadiah kepada Ranty untuk dapat memanggilnya dengan sebutan bunda."


"Apa bunda? Gak salah itu ." Ucap Rico.


"Ya gak lah, aku kira Ranty akan menolok ternyata dia mau dengan panggilan itu." Ucap Farel.


"Tapi kalau gak salah dengar Rafi masih memanggil dengan sebutan dokter." Ucap Rico.


"Iya itu aku yang minta, awalnya dia menolak setelah dijelaskan oleh Ranty akhirnya dia mau." Ucap Farel.


"Terus - terus."


"Kalau terus melulu bisa nabrak. Kalau mau dengar cerita nya sampai habis sekarang kamu diam dulu dan aku akan lanjutkan ceritanya ...." Ucap Farel dan melanjutkan ceritanya sampai selesai.


**********


"Tok... Tok... Assalamualaikum." Ucap Rafi yang langsung masuk ke dalam kamar.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.


"Eh ponakan budhe sudah datang, gimana tadi mainnya senang gak?." Tanya Ayana.


"Senang banget aku budhe, aku dapat hadiah spesial dari bunda." Jawab Rafi.


"Bunda?." Ucap Billy dan Ayana bersamaan.


"Kamu sudah bilang Raf sama dokter Ranty kalau kamu mau panggil dia bunda kayak aku?." Tanya Yoga polos.


"Sudah dong, sekarang aku sudah punya bunda sama kayak kamu." Jawab Rafi.


"Sebentar - sebentar, ayah gak faham dengan apa yang kalian bicarakan." Ucap Billy bingung.

__ADS_1


"Yang kamu maksud bunda itu mama Nata ya kan Raf?." Tanya Ayana yang ikut bingung dan penasaran.


"Bukan bun, bunda Rafi itu dokter Ranty bukan mama Nata." Jawab Yoga yang ikut menjelaskan.


"Coba jelaskan kami masih bingung kok bisa dokter Ranty jadi bunda mu Raf?." Tanya Billy.


"Gini lho pakdhe, budhe, Mama Nata tetaplah mama Rafi, mama yang melahirkan Rafi, mama yang gak akan bisa tergantikan oleh orang lain walau dokter Ranty sekali pun. Sebenarnya aku ingin punya bunda seperti Yoga dan teman - teman yang lainnya, yang bisa menemani aku setiap saat. Karena itu aku meminta hadiah kepada dokter Ranty untuk bisa memanggilnya dengan sebutan bunda." Ucap Rafi.


Ayana yang mendengar langsung duduk di sebelah Rafi mengusap kepalanya. "Apa dokter Ranty tidak keberatan kalau kamu memanggilnya dengan sebutan bunda." Tanya Ayana.


"Tidak." Jawab Rafi.


"Kalau papa mu?." Tanya Billy.


"Papa juga gak marah." Jawab Rafi lagi.


"Coba nanti mas minta penjelasan kepada mas Farel deh, aku gak mau Rafi kecewa." Ucap Ayana kepada Billy.


"Iya nanti akan katanya." Jawab Billy.


"Rafi sayang budhe gak mau kalau kamu kecewa jika.... " Ucap Ayana yang terhenti.


"Iya aku tahu budhe aku juga gak berharap banyak kok, syukur - syukur kalau bunda Ranty benar-benar jadi bunda ku, bukan panggilan saja." Ucap Rafi.


Ayana menarik nafas nya dan langsung memeluk Rafi. "Ya Allah padahal dia masih kecil tapi pikirannya sudah dewasa." Batin Ayana.


"Sudah dong itu bunda Yoga, Kamu kan punya dunda sendiri sekarang." Ucap Yoga yang mulia cemburu.


"Iya iya, berbagai sedikit kenapa." Ucap Rafi.


"Kalau gitu kamu harus berbagi juga dengan bunda mu." Ucap Yoga.


"Siap deh." Jawab Rafi sambil menunjukkan ibu jari nya.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2