Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 124...


__ADS_3

Gladys, Jaka dan Desta langsung pergi menuju rumah Pak Agam setelah Desta menceritakan semua apa yang terjadi. Hal itu yang benar-benar membuat Gladys tidak habis pikir dengan apa yang ada di dalam pikiran adiknya.


"Buruan dong mas kalau nyetir mobil." Ucap Gladys.


"Sabar dong dek, jalanan lagi macet ini. Istighfar ingat kamu lagi hamil." Jawab Jaka.


"Benar mbak Gladys, apa yang di katakan oleh pak Jaka." Ucap Desta juga.


"Kamu diam saja, aku juga gak habis pikir kenapa kamu gak bisa belajar dari pengalaman yang dulu-dulu gimana perilaku Monik terhadap mu. Kenapa juga kamu mau di suruh melakukan hal yang akan menjerumuskan mu Desta? aku tahu kamu sayang sama Monik tapi ya gak perlu seperti ini." Ucap Gladys kesal.


"Sudah tenang dek, kamu simpan tenaga mu untuk menjelaskan nanti di rumah papa, pasti nanti mama tidak akan percaya dengan apa yang kamu sampaikan dan kamu Desta kamu juga harus mempertanggung jawabkan perbuatan apa yang telah kamu lakukan." Ucap Jaka.


"Iya mas." Jawab Gladys.


"Iya pak Jaka." Jawab Desta.


Akhirnya mereka pun sampai di kediaman pak Agam. Setelah Jaka memarkirkan mobilnya mereka bertiga masuk ke dalam rumah, di dalam mereka sudah tunggu oleh pak Agam dan ibu Sisil, karena sebelum ke sana Gladys sudah sempat menjelaskan apa yang terjadi melalui telepon kepada pak Agam, sehingga pak Agam tidak terlihat penasaran beda dengan Bu Sisil yang dari tadi bingung dan penuh tanya.


"Kalian duduk dulu." Ucap pak Agam yang menyuruh mereka untuk duduk.


"Ini ada apa sih pa, kok malam-malam mereka datang ke rumah?." Tanya ibu Sisil semakin penasaran.


"Mama tenang dulu dengarkan cerita mereka, baru mama bisa bertanya." Jawab pak Agam.


"Sekarang kamu ceritakan semua yang terjadi." Ucap pak Agam sambil menatap Desta.


"Baik pak saya akan menceritakan semuanya. Awal kejadian acara lamaran pak Farel dan Bu Ranty yang mengakibatkan luka pada tangan pak Farel semua itu adalah rencana Monik mungkin kalian semua sudah tahu hal itu. Monik memang sudah tidak menginginkan pak Farel tetapi obsesinya untuk menghancurkan rumah tangga pak Farel begitu besar. Rencananya pun berlanjut saat kami magang di kantor Hermawan Group ....... (Desta menceritakan kejadian saat mereka magang). Begitu pak ceritanya, karena rencana Monik ketahuan akhirnya pak Billy memindahkan Monik ke kantor cabang Malang." Cerita Desta.


"Gak mungkin Monik seperti itu, kamu pasti bohong kan?." Tanya ibu Sisil.

__ADS_1


"Maaf Bu, pak. yang saya ceritakan ini semua ada benar apa adanya. Saya juga akan ikut bertanggung jawab karena hampir semua rencana Monik saya yang membantu melakukanya." Jawab Desta.


"Kenapa gak kamu cegah, aku meminta mu untuk menjaganya bukan untuk membantunya melakukan hal-hal seperti itu." Ucap Pak Agam.


"Saya sudah berusaha mencegah dan terakhir saya ketemu dia saya juga sudah mencoba menasehatinya. Saya takut kalau dia akan melakukan perbuatan mengancam dirinya yang pernah dulu dia lakukan, Bapak, ibu dan mbak Gladys pasti tahu kan." Ucap Desta.


"Sekarang kita harus apa pa? mama gak tahu kalau Monik sampai melakukan hal itu." Ucap ibu Sisil sambil menangis.


"Papa sudah pernah mengingatkan mama jangan menanamkan hal-hal yang membuat anak terobsesi seperti itu. Apa yang selama ini papa berikan kepada mama ini kurang. Ingat ma, sebelum kita seperti itu gimana kehidupan kita. Lihat Gladys yang menolak perjodohan yang kamu atur dengan Billy sekarang hidupnya gimana, dia lebih bahagia walau hidupnya sederhana. Coba lihat Monik sekarang." Ucap Pak Agam sambil menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


"Sudah pa, kita gak usah membahas masalah itu, yang terpenting sekarang kita harus cepat mencari Monik agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan. Apa lagi kita sudah mendengarkan semua cerita dari Desta." Ucap Gladys.


"Benar juga kata mu. Ma apa Monik menghubungi mu hari ini?." Tanya Pak Agam.


"Iya tadi pagi pa, Monik hanya memberi kabar kepada mama kalau dia baik-baik saja dan sekarang sedang berada di Malang." Jawab ibu Sisil.


"Hanya itu saja?." Tanya Pak Agam lagi.


"Coba kamu hubungi dan tanyakan dia di mana." Ucap Pak Agam.


"Maaf pak, tadi pagi saya sempat bertemu dengan Monik di pusat perbelanjaan. Tapi sayangnya saya tidak bisa membawanya pulang karena Monik mengancam saya akan memanggil keamanan dan saat saya mengikutinya lagi, saya sudah kehilangan jejaknya." Ucap Desta.


"Apa kamu sudah mencoba mencarinya lagi?." Tanya Jaka.


"Sudah pak, ini saya juga meminta beberapa teman saya untuk mencari keberadaan Monik." Jawab Desta.


"Sekarang apa yang harus kita lakukan?." Tanya Pak Agam yang terlihat bingung.


"Kalau aku boleh memberikan saran, gimana kalau kita memberitahu Billy tentang hal ini, agar mereka juga tahu dan bisa antisipasi kalau Monik akan berbuat hal yang tidak kita inginkan." Ucap Jaka memberi saran.

__ADS_1


"Benar juga kata mu. Papa minta tolong kamu hubungi Billy dan jelaskan semua kepada Billy." Ucap pak Agam.


"Iya pa, Jaka hubungi Billy sekarang juga." Ucap Jaka lalu menghubungi Billy.


"Gimana ini pa? Hp Monik tidak aktif." Ucap ibu Sisil.


"Tenang ma, kita akan temukan Monik secepatnya." Ucap Gladys yang berusaha menenangkan Bu Sisil.


Bu Sisil hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala, perasaanya semakin tidak tenang karena pengaruh darinya sifat Monik jadi seperti itu.


"Gimana Jaka, apa kamu sudah memberitahu Billy?." Tanya pak Agam.


"Sudah pa, dan Billy faham dan tahu dengan apa yang aku sampaikan kepadanya. Jadi dia akan segera memberitahu Farel. Billy juga akan membantu kita mencari keberadaan Monik." Ucap Jaka.


"Sekarang kita berdoa saja agar Monik cepat di temukan dan dia gak berbuat macam-macam." Ucap pak Agam.


**********


Di sebuah warung kopi seorang gadis menggunakan masker dan kacamata hitam sedang duduk dengan seorang lelaki paruh baya sedang membicarakan sesuatu hal serius.


"Ini uangnya bisa kamu hitung." Ucap Monik sambil melihat beberapa foto dan beberapa catatan yang di berikan oleh lelaki itu.


"Sudah pas jumlahnya." Ucap lelaki itu.


"Kalau gitu aku pergi." Ucap Monik meninggalkan lelaki itu.


"Ok, Terima kasih senang berbisnis dengan mu." Ucap lelaki itu.


Monik pun langsung pergi meninggalkan lelaki itu tanpa menghiraukan ucapannya.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2