Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 86


__ADS_3

Setelah selesai semua Ranty langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tiga puluh menit waktu yang di butuhkan olehnya untuk membersihkan dirinya. Setelah itu Ranty keluar kamar hanya dengan menggunakan kimono handuk dan rambut diikat cemol keatas yang memperlihatkan bagian lehernya yang jenjang serta sedikit bagian dadanya, karena saat itu Ranty hanya memakai pakaian dalam saja yang tertutup oleh kimono handuk.


Farel yang dari tadi melihat Ranty langsung menghampirinya karena hasratnya sudah tidak bisa di tahan, di peluknya tubuh Ranty dari belakang dan di ciumnya tengkuk serta leher Ranty, yang membuat Ranty terkejut dengan kelakuan suaminya itu.


"Apa kamu sengaja menggoda ku lagi dengan menggunakan pakaian seperti ini." Bisik Farel yang mulai menciumi leher hingga bahu Ranty.


"Apaan sih mas. Siapa juga yang menggoda mu." Ucap Ranty yang berusaha menghentikan kelakuan Farel.


"Aku sudah tidak tahan sayang, boleh ya aku nikmati sedikit saja tubuh mu." Ucap Farel yang tanpa menunggu jawaban Ranty langsung menariknya ke kasur yang belum sempat mereka tempati.


Setelah sampai ke kasur Ranty langsung di dorong yang membuat badan Ranty jatuh di atas kasur. Ranty yang melihat wajah Farel seperti orang yang kelaparan akhirnya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


Farel langsung mencium Ranty mulai dari kening hingga turun ke bibir. Membuat jejak kepemilikan pada leher dan bagian dada Ranty. Ranty pun sempat berbisik kepada Farel mengingat kalau dirinya sedang datang bulan agar tidak keterlaluan. Farel pun hanya menjawab dengan anggukan saja. Farel melepaskan kaos nya karena badannya sudah mulai terasa panas. Tangannya tidak hentinya menjelajah ke semua bagian tubuh Ranty. Farel mencium bibir Ranty tanpa henti hingga membuat mereka berdua kehabisan nafas. Saat Farel akan melanjutkan ciuman nya lagi, tiba-tiba bel kamar mereka berbunyi. Membuat Farel begitu kesal sambil menahan hasratnya lagi.


Bel pun berbunyi lagi. "ting tong."


Karena tidak ada tanggapan akhirnya pelayan hotel mengetuk pintu kamar dan memanggil pemilik kamar. "Tok... Tok... Tok...."


"Room Service, Permisi mengantar pesanan makanan." Ucap pelayan hotel.


Ranty dan Farel langsung menghentikan kegiatan yang mereka lakukan dan ini kesempatan yang bagus untuk Ranty menghindari hal yang bisa membuat Farel keblabasan melakukan kegiatan itu.

__ADS_1


"Tuh mas ada pelayan hotel datang mengantar makanan. Buruan buka kasihan kalau dia menunggu terlalu lama, lagian aku juga lapar." Ucap Ranty.


"Kenapa sih setiap kali aku ingin bermesraan dengan mu mesti ada yang mengganggu." Ucap Farel sambil mengacak - acak rambutnya.


"Sabar masih ada waktu. Buruan buka pintunya, gak mungkin juga kan aku yang membuka pintu." Ucap Ranty sambil menunjuk dirinya yang berantakan akibat ulah Farel.


Farel menghembuskan nafasnya lalu turun dari atas tempat tidur dan berjalan menuju pintu kamar untuk menemui pelayan hotel yang sedang mengantar makanan kepada mereka. Karena ada kesempatan Ranty langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya.


Setelah pelayan hotel selesai mengantar makanan untuk mereka. Ranty sudah selesai memakai pakaian dan 8 keluar dari kamar mandi Ranty langsung berjalan kearah Farel yang sudah duduk di sofa depan TV dengan wajah masamnya. Ranty yang tahu kalau suaminya lagi kesel berusaha menghibur nya.


"Sabar ya mas, cuma tinggal beberapa hari datang bulan ku selesai. Mas bisa sabar kan? Itu gak akan lama kok." Ucap Ranty.


"Iya Ran, insyaallah aku bisa sabar." Jawab Farel.


Farel pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Ranty. Ranty langsung menyiapkan makanan yang sudah dia pesan, malam itu Ranty memesan nasi goreng mie goreng, ayam saus telur asin dan kentang goreng sebagai camilan. Minumnya Ranty memesan teh hangat dan segelas susu untuk Farel.


Mereka pun langsung menikmati makanan dengan santai tanpa ada wajah kekesalan yang di tampaknya oleh Farel. Tiba-tiba hp milik Farel berbunyi diambilnya dan dilihatnya layar hpnya.


"Siapa mas yang menghubungi? Kenapa gak langsung diangkat saja mungkin panggilan penting." Tanya Ranty.


"Gini ini yang bikin aku kesal lagi santai pasti ada saja yang ganggu, sebentar ya sayang aku mau angkat telepon dulu." Ucap Farel.

__ADS_1


Ranty hanya menganggukkan kepalanya dan tetap melanjutkan makannya dan sesekali dia menyuapi Farel saat dia memintanya. Ranty terkejut melihat Farel marah saat menerima telepon itu. Tak lama setelah berbicara Farel langsung memutuskan sambungan telepon itu.


Ranty yang melihat dan mendengar pembicaraan Farel melalui sambungan telepon hanya diam tanpa bertanya sebelum Farel mengatakannya kepada dirinya.


Farel menghembuskan nafasnya dan terdiam sambil memikirkan sesuatu. "Sayang sebelumnya aku minta maaf, gimana kalau besok pagi kita kembali ke Surabaya." Ucap Farel.


"Memang ada apa dan siapa tadi yang menghubungi mas?." Tanya Ranty.


"Itu tadi Shanti sekretaris ku. Ada keadaan mendesak yang harus segera aku tangani di kantor. Sedangkan Rico sekarang berada di Bali mengurus kontrak kerja dan meninjau lokasi proyek, gak mungkin juga dia aku suruh balik sekarang kasihan juga kalau aku suruh bolak - balik pasti dia juga capek." Ucap Farel menjelaskan.


"Ya gak apa mas, kita besok pagi langsung ke Surabaya kalau itu memang penting urusan nya." Jawab Ranty.


"Tapi gimana? kita gak jadi ke rumah ayah dan ibu sebelum pulang dong?." Tanya Farel merasa bersalah.


"Gak masalah pasti ayah dan ibu tahu dan memahaminya. Kalau gitu mas Farel selesaikan makan dulu, sedangkan aku akan merapikan semua bawaan yang akan kita bawa ke Surabaya. Oh iya untuk tiket nya gimana?." Tanya Ranty yang mulai merapikan bawaannya.


"Tenang saja tiket sudah aku minta Shanti untuk memesankan." Jawab Farel sambil menyelesaikan makannya.


Setelah semua barang - barang selesai dirapikan dan dipacking mereka pun beristirahat. Sebelum mereka tidur tak lupa Ranty menghubungi orang tuanya untuk memberikan kabar bahwa dirinya akan langsung pulang ke Surabaya tanpa mampir terlebih dahulu ke rumah mereka.


TERIMA KASIH

__ADS_1


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2