
Monik sudah sampai di kantor Hermawan Group, dia masuk ke dalam kantor itu dengan bantuan orang yang telah dia banyar serta menyamar sebagai petugas kebersihan yang membuat keamanan dan beberapa anak buah Anton yang sedang berjaga tidak mengenalinya. Karena kemampuan Monik yang pandai berdandan membuat beberapa orang tidak bisa mengenalinya dan mengetahui kalau itu Monik.
Di dalam kantor Monik menunggu kesempatan untuk bertemu dengan Farel atau Ranty, dia berpura-pura menjadi petugas kebersihan yang membersihkan lantai tujuh di mana letak kantor dan ruang kerja Farel berada.
**********
Seperti biasa setiap pagi Ranty selalu mengerjakan pekerjaan rumah sebelum melakukan aktifitasnya yang lain. Di dapur Ranty menyiapkan masakan yang sangat mudah dan cepat di buat yaitu nasi goreng dan telur mata sapi kesukaan Rafi dan Edi. Setelah semuanya siap semua barulah Ranty bersiap untuk mengantarkan Rafi sekolah bersama dengan Farel. Karena hari ini mereka akan pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan Ranty setelah mereka mengantarkan Rafi ke sekolah dan Farel memeriksa pekerjaannya di kantor terlebih dahulu.
"Sudah siap sayang?." Tanya Farel yang tiba-tiba muncul di belakang Ranty yang sedang menggunakan lipstik.
"Sudah dong." Ucap Ranty yang sudah selesai berdandan.
Ranty yang melihat Farel sedang sibuk dengan dasinya langsung datang menghampiri Farel untuk membantu memakaikannya.
"Sini aku bantu." Ucap Ranty.
Farel menyerahkannya dasinya, Ranty pun menerimanya dan dengan cepat Ranty memasangkan dasi itu dengan rapi.
"Terima kasih sayang." Ucap Farel sambil mengecup bibir Ranty sekilas.
"Idih mas ini kan jadi berantakan lipstik ku." Ucap Ranty.
"Maaf, habis gak tahan ingin makan bibir mu. Yuk keluar kita sarapan dulu habis itu berangkat. Nanti sebelum kita ****** ke rumah sakit kamu bisa tunggu aku sebentar di kantor, aku ada meeting yang harus aku bahas dengan bersama dengan Rico." Ucap Farel.
"Iya sayang akan aku tunggu kamu." Jawab Ranty.
Mereka yang saat itu masih saling berhadapan. Tiba-tiba Ranty membalas Farel dengan mencium sekilas di bibir Farel lalu dengan cepat berlari pergi meninggalkan Farel yang terkejut dengan kelakuan istrinya itu.
"Awas ya sudah berani menjahili suami." Ucap Farel sambil berjalan mengejar Ranty yang keluar dari kamar mereka.
***********
Mereka berdua sampai di kantor Hermawan Group setelah mereka mengantarkan Rafi ke sekolah terlebih dahulu. Mereka berjalan ke dalam kantor dan masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai tujuh. Farel selalu berjalan di samping Ranty dengan menjaganya dengan hati-hati. Pandangannya selalu fokus terhadap keadaan yang ada di sekitar mereka.
Setelah sampai di ruangan kerja Farel di dalam ruangan itu sudah ada Rico dan Anton yang menunggu Farel untuk membicarakan tentang pekerjaan dan beberapa hal mengenai Monik. Ranty yang berada di sana juga ikut menyimak dan mendengarkan diskusi mereka tentang masalah itu. Ranty merasa beruntung menikah dengan Farel karena Farel benar-benar sangat menjaga keselamatan keluarga nya.
"Intinya kalian berdua harus berhati-hati walau anak buah ku mengawasi dan menjaga kalian." Ucap Anton mengingatkan.
"Iya Ton makasih." Ucap Farel.
__ADS_1
"Semoga Monik lekas ditemukan ya mas." Ucap Ranty.
"Amin." Ucap mereka semua.
"Aku balik dulu ke ruangan ku." Ucap Anton.
"Makasih ya mas." Ucap Ranty.
Anton pun membalasnya dengan anggukan kepala dan lambaian tangan lalu pergi meninggalkan ruangan Farel.
Sedangkan Rico dan Farel masih sibuk dengan beberapa berkas yang harus di serah terima dari Farel. Karena ada beberapa kerjanya yang memang harus Farel sendiri turun tangan sendiri sehingga Rico sebagai wakil direktur hanya sekedar tahu tentang pekerjaan yang sedang di kerjakan Farel.
"Apa ini sudah semua?." Tanya Rico.
"Sudah, kalau kamu bingung biar Shanty ikut juga ke tempat mu untuk membantu." Ucap Farel.
"Iya iya iya." Ucap Rico menganggukkan kepalanya tanda dia faham.
"Ok aku balik dulu biar Shanty di sini saja kalau ada yang aku butuhkan aku bisa memanggilnya untuk datang ke ruangan ku." Ucap Rico.
"Makasih ya, Sudah merepotkan kamu lagi." Ucap Farel.
"Tenang saja mas bro, akan aku berikan kamu bonus besar kali ini." Ucap Farel.
"Ok. aku tunggu." Ucap Rico sambil pergi meninggalkan ruangan Farel.
Tinggallah Farel dan Ranty berdua di ruangan itu setelah Rico pergi meninggalkan ruangan Farel.
**********
Monik yang sedang membersihkan meja dan kursi yang di gunakan sebagai tempat tunggu yang berada tepat di depan meja kerja Shanty dan sebelah ruangan Farel menunggu kesempatan untuk melancarkan aksinya tampak mengawasi keadaan disekitarnya. Shanty dan satu orang penjaga tidak mengetahui bahwa yang sedang berada di situ adalah Monik.
"Mbak tunggu." Panggil anak buah Anton.
Monik terkejut saat anak buah Anton memanggilnya, dia mengira kalau dirinya ketahuan, Monik berusaha untuk tetap tenang. Monik membalikkan badannya kehadapan anak buah Anton lalu membalas panggilannya.
"Iya pak, bisa saya bantu?." Tanya Monik pelan.
"Bisa minta tolong buatkan saya kopi." Jawab anak buah Anton.
__ADS_1
"Baik." Ucap Monik.
Hatinya tampak lebih senang karena rencana terbantu tanpa dia harus susah-susah memikirkan cara untuk menyingkirkan anak buah Anton dan Shanty. Monik berjalan ke pantry lalu membuatkan secangkir kopi untuk anak buah Anton dan tak lupa dia mencampurkan sedikit obat pencahar kedalam kopi itu.
Saat Monik kembali untuk mengantarkan kopi untuk anak buah Anton, Monik berpapasan dengan Rico dan Shanty yang akan menuju ruangan Rico. Saat berjalan Monik melihat tatapan Rico yang sangat menakutkan. Monik langsung menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan. Rico yang melihatnya sedikit menaruh curiga tetapi dia tetap fokus dengan pekerjaannya.
Setelah kejadian itu Monik merasa lega dia berjalan menghampiri anak buah Anton lalu memberikan kopi untuk Nya.
"Ini pak kopinya kalau perlu sesuatu bapak bisa memanggil saya di pantry. Saya permisi dulu." Ucap Monik lalu pergi meninggalkan tempat itu.
"Minum tu kopi." Batin Monik sambil tersenyum puas.
Anak buah Anton meminum kopi itu tanpa menaruh curiga apa pun dan tak lama tiba-tiba perutnya merasa mulas dan ingin ke toilet, dia pun meminta ijin terlebih dahulu kepada Farel setelah Farel tahu dia pun langsung pergi ke toilet.
"Siapa mas?." Tanya Ranty.
"Ini anak buah Anton kirim pesan WA mau ijin ke toilet." Ucap Farel sambil tertawa pelan.
"Memang isi pesan WA nya lucu ya kok habis baca langsung tertawa?." Tanya Ranty.
"Ya gak cuma mau ke toilet aja paket ijin." Jawab Farel.
"Bagus dong, nanti mas Farel cari dia nya gak ada terus marah-marah kasihan juga dia." Ucap Ranty.
"Benar juga ucapan mu. Ayo kita berangkat ke rumah sakit sekarang, kamu juga sudah dapat balasan dari dokter Diana kan?." Tanya Farel.
"Sudah, kita tinggal langsung saja ke sana saja." Jawab Ranty.
"Apa kita gak perlu nunggu anak buahnya mas Anton yang lagi ke toilet?." Tanya Ranty.
"Gak perlu, pasti dia lama kita berangkat saja sekarang." Jawab Farel.
Ranty menganggukkan kepalanya mengiyakan jawaban suaminya.
Mereka pun keluar ruangan bersama setelah selesai menyelesaikan urusan yang ada di kantor, mereka berdua berjalan bersama menuju arah lift. Tanpa mereka sadari ada seseorang memperhatikan dan mengawasi mereka. Monik bersembunyi di balik tembok menunggu kesempatan melancarkan rencananya untuk melenyapkan salah satu dari mereka.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1