
Dokter Diana meminta Ranty untuk berbaring di tempat tidur, di bantu oleh suster dokter Diana pun mulai pemeriksaan, dengan serius dokter Diana mulai menekan perut Ranty dengan alat USG dengan pandangan mata ke arah monitor untuk melihat apa yang terjadi dan apa yang terdapat di dalam kandungan Ranty, tanpa banyak berbicara dokter diana langsung mengalihkan pandangannya menghadap kearah Ranty yang sedari tadi berbaring sambil memiringkan kepalanya dan memejamkan mata tanpa mau melihat layar monitor yang ada di depannya. Dokter Diana pun memahami hal yang di lakukan Ranty itu, karena dia ada sedikit ketakutan yang akan membuat dirinya dan keluarganya kecewa kalau hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan.
"Dokter Ranty?." Panggil dokter Diana.
"Apa sudah selesai dok??." Tanya Ranty yang dari tadi menutup mata.
Farel yang berada di samping Ranty hanya bisa diam karena tidak mengetahui apa yang terjadi dan melihat mereka berdua seperti itu membuat dirinya semakin penasaran dan khawatir akan keadaan istrinya itu.
"Dok, apa Ranty keadaan parah dok?." Tanya Farel Khawatir dengan tatapan serius.
"Coba kamu lihat sendiri di layar monitor, keadaan istri mu sudah sangat parah." Jawab dokter Diana.
Ranty yang mendengar jawaban dokter Diana pun langsung membuka matanya dan melihat monitor yang berada si depan nya. Sesaat Ranty terkejut dan mulai meneteskan air matanya tidak percaya dengan apa yang dia lihat itu. Farel yang melihat Ranty menangis pun mulai gelisah, khawatir dan takut tentang keadaan istrinya yang dia tidak ketahui.
"Apa ini benar dok?Kamu gak bohong kan Diana?." Tanya Ranty sambil melihat layar monitor yang membuatnya menangis.
"Kalau kamu gak percaya akan aku ulangi sekali lagi pemeriksaannya, tetapi kamu harus melihat dan mendengarkan apa yang aku jelaskan ini." Ucap dokter Diana.
__ADS_1
Ranty pun hanya mengangguk kepalanya mendengar ucapan dokter Diana.
"Sus tolong bantu saya lagi." Perintah dokter Diana.
Suster dan dokter Diana pun memulai pemeriksaannya kembali, Farel sedikit bingung dengan apa yang mereka lakukan dia hanya bertanya dan sesekali mengulang pertanyaannya, menanyakan tetang keadaan Ranty saat ini.
"Sekarang akan aku ulangi pemeriksaannya dan kalian berdua harus mendengarkan penjelasan ku dan tidak ada pengulangan lagi, pak Farel jika kamu kurang jelas dengan penjelasan saya mintalah istri mu untuk menjelaskan nya lagi karena dia pasti pahan dan mengerti dengan apa yang saya jelaskan ini. Jelaskan apa yang aku ucapkan sekarang." Ucap Dokter Diana sambil menatap mereka berdua.
Ranty hanya diam sedangkan Farel hanya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari dokter Diana. Dokter Diana pun mulai pemeriksaannya kembali sambil menjelaskan apa yang terjadi.
"Setelah selesai merapikan itu, langsung keluar nanti akan aku jelaskan lebih detailnya lagi." Ucap dokter Diana dan langsung keluar dari ruang pemeriksaan.
Setelah dokter Diana dan suster keluar, Farel hanya bisa memeluk Ranty yang terlihat sedih, Farel mengusap air mata yang keluar dari ujung mata Ranty.
"Apa benar sayang yang semua penjelasan dari dokter Diana itu, dia gak bohong kan?." Tanya Farel sambil menggenggam tangan Ranty.
Ranty nya menganggukkan kepalanya. "Kita keluar saja dulu mas, biar kamu lebih jelas, kita minta dokter Diana menjelaskan lagi. Aku bisa saja menjelaskannya kepada mu, tetapi kita minta dokter Diana saja." Jawab Ranty lalu menggandeng Farel untuk keluar.
__ADS_1
Setelah mereka keluar, dokter Diana meminta mereka untuk duduk terlebih dahulu sambil menunggu dokter Diana menulis rekap medis milik Ranty. Setelah selesai dokter Diana pun mulai berbicara dengan mereka.
"Apa kalian sudah mengerti apa yang sudah aku jelaskan tadi?." Tanya dokter Diana dengan tegas.
"Kami mengerti dok." Jawab Farel.
"Tapi apa benar yang dokter jelaskan tadi benar?, dokter gak bohong kan?." Tanya Farel.
"Apa aku perlu memanggil dokter Teguh untuk mengulang pemeriksaan Ranty lagi." Jawab dokter Diana kesal.
"Gak perlu dok, aku percaya kok dengan hasil pemeriksaan dokter tadi, cuma aku masih terkejut, apa benar ini dok? walau aku bukan dokter kandungan tetapi aku tahu tentang apa yang aku alami ini." Ucap Ranty sambil meneteskan air matanya.
Farel yang berada di sebelahnya hanya bisa menggenggam tangan istrinya. Sedangkan dokter Diana yang berada di hadapan mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA....
__ADS_1