
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, mereka langsung menikmati makanan yang mereka pesan dengan tenang. Sedangkan Monik yang dari tadi sudah gak tahan dengan amarah nya dan kekesalannya terhadap Ranty membuat makanan yang dia pesan menjadi tidak enak untuk dinikmati. Monik menatap dan memandang Ranty penuh dendam dan rasa benci yang amat dalam. Ranty yang tahu bahwa Monik tidak menyukai nya hanya bersikap santai karena dia tidak merasa bersalah kepada Monik.
Ranty meminta ijin kepada mereka semua untuk ke toilet sebentar dan saat itu juga Monik pun mengikutinya Ranty untuk ke toilet. Saat di toilet Monik menunggu Ranty keluar untuk mengajak nya berbicara. Saat keluar Ranty pun terkejut karena di depan pintu ada Monik.
"Dokter ada yang ingin saya bicarakan dengan dokter." Ucap Monik.
"Iya silahkan mau bicara apa?." Tanya Ranty sopan.
"Aku minta dokter menjauhi kak Farel dan Rafi." Jawab Monik keras.
"Memang apa hubungannya mereka dengan mu?." Tanya Ranty lagi.
"Kak Farel adalah calon suami ku dan orang tua kami sudah setuju dengan perjodohan kami dan aku minta jangan mengganggu calon suami orang, apa dokter mau jadi pelakor ya." Ucap Monik
"Jaga ucapan mu, aku gak ada hubungan apa-apa dengan pak Farel, kalau memang aku dekat dengan dia itu hanya karena Rafi dan gak ada hal lain. Kalau memang pak Farel ada hal yang lain sebaiknya yang kamu ingatkan atau peringatkan dia bukan aku." Ucap Ranty tegas yang pergi meninggalkan Monik.
Saat akan keluar dan pergi meninggalkan Monik, tangan Ranty langsung di pegang olah Monik dengan tatapan marah Monik pun langsung mengancam Ranty.
__ADS_1
"Tunggu dokter, aku peringatkan lagi jangan ganggu calon suami ku, sampai aku tahu dokter dekat - dekat dengan kak Farel atau Rafi aku gak akan segan - segan melakukan sesuatu yang dokter tidak kira." Ucap Monik.
Ranty yang kesal langsung memegang erat tangan Monik dan langsung mendorong ke dinding.
"Berani sekali anak kecil mengancam ku. Aku gak takut dengan ancaman mu, karena aku gak melakukan hal yang salah dan ingat aku gak tertarik dengan calon suami mu. Sampai kamu melakukan hal yang tak terduga aku akan membalas lebih dari yang kamu lakukan. Ingat itu!." Ancam Ranty dan langsung pergi meninggalkan Monik yang terlihat takut dengan ucapan Ranty.
"Kurang ajar wanita sialan awas kamu akan aku balas." Batin Monik yang masih mematung di depan toilet.
Dengan perasaan kesal Ranty langsung berjalan menuju meja makan untuk berpamitan kepada yang mereka yang ada di sana, karena moodnya menjadi kurang baik setelah pembicaraannya dengan Monik.
"Aku pamit dulu ya. Ada panggilan tugas dan jam istirahat ku sudah habis. Aku harus kembali kerja." Ucap Ranty.
"Iya Ran aku juga masih belum puas ngobrol dengan mu, kita lama gak ketemu." Ucap Lesti sedih.
"Ya lain kali kita bikin janjian dan ketemuan lagi. Aku juga ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada mu Les." Ucap Ranty sambil memeluk Lesti.
"Dokter kami boleh kan mengunjungi dokter lagi." Ucap Yoga yang juga sudah akrab dengan Ranty.
__ADS_1
"Boleh dong sayang." Ucap Ranty sambil mengelus kepala Rafi dan Yoga.
"Ya sudah saya pamit dulu. Assalamualaikum. Da... Da... Da...." Ucap Ranty.
"Waalaikumsalam." Ucap salam mereka.
Sebelum pergi Ranty msmbisikkan sesuatu kepada Farel. "Maaf pak sebelum saya pergi saya ingin mengatakan sesuatu kepada bapak tolong jaga dan ajari calon istri bapak agar bisa bicara dengan sopan kepada orang yang lebih tua dan jangan suka mengancam." Bisik Ranty dengan nada marah.
Setelah berbisik Ranty pun langsung berjalan meninggalkannya. Saat akan berjalan pergi Farel langsung memegang tangannya karena tidak tahu maksud apa yang Ranty bicarakan.
"Maksudnya?." Tanya Farel.
"Tanyakan dia." Jawab Ranty menunjuk Monik yang sedang berjalan.
Setelah memberikan jawaban kepada Farel Ranty pun langsung melepas tangan Farel yang sedang memegang tangan nya lalu pergi meninggalkan nya.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA