
Farel pun langsung berjalan masuk kedalam kantor, karena jam sudah hampir menunjukan jam lima. Farel langsung berjalan cepat menuju lift dan saat itu Billy yang baru selesai meeting di luar kantor pun juga kembali ke kantor. Billy yang melihat Farel keluar dari dalam mobil dan yang mengemudi kan mobil itu seorang wanita sedikit heran. Karena saat dia berangkat meeting bersama Anton tetapi Farel kembali sendiri. Billy langsung menghampiri Farel yang berada di depan lift.
"Hey." Ucap Billy dan menepuk pundak Farel.
Farel pun langsung terkejut saat Billy menggantinya. "astagfirullah, mas Billy ini ngingetin aja, untung jantung ku kuat, kalau gak bisa - bisa aku pingsan di sini." Ucap Farel.
Tak lama pintu lift terbuka Farel dan Billy pun langsung masuk kedalamnya.
"Anton mana? Kok kamu kembali ke kantor sendirian Rel?." Tanya Billy.
"Tadi waktu mau kembali ke kantor tiba - tiba Anton di telepon istrinya dan bilang kalau anaknya sakit. Ya jadinya aku suruh dia pulang saja." Jawab Farel.
"Terus kamu tadi di antar siapa balik kesini?." Tanya Billy lagi.
"Ceritanya ini aku diintrogasi ya mas. Tadi waktu di bandara aku sempat bertemu dengan......" Ucap Farel terhenti saat pintu lift terbuka dan Farel harus keluar.
"Kita lanjut di rumah saja ya mas. Aku buru - buru ada meeting."
"OK kamu punya hutang cerita ke mas lo ya."
"Siap Pak bos." Ucap Farel yang langsung keluar dan bergegas menuju ruangannya.
**********
Edi yang dari tadi menunggu Ranty di pos satpam akhirnya merasa lega karena sudah melihat mobil kakaknya yang sedang menuju kearahnya. Saat mobil itu berhenti Edi pun langsung berjalan dan masuk kedalaman nya.
"Kok lama sekali sih, sampai jamuran aku nunggu mbak di pos satpam." Ucap Edi.
"Maaf jalanan macet dan waktu di bandara mbak ketemu teman yang lagi butuh bantuan mbak, jadinya lama. Kenapa gak pulang saja sendiri naik ojek online saja dari pada nunggu mbak kelamaan." Ucap Ranty sambil melajukan mobilnya.
"Iya ya, gak kepikiran aku mbak, mbak Ranty sudah sholat belum, lapar nih traktir makan ya." Ucap Edi sambil tersenyum lebar.
"Hari ini mbak gak sholat libur, memang kamu mau makan apa?." Tanya Ranty.
"Terserah mbak aja yang penting mengenyangkan. He... He... He...."
"OK."
Ranty melaju mobilnya dengan cepat bersama dengan adiknya di salah satu rumah makan yang menjual berbagai macam penyetan. Setelah selesai makan mereka pun kembali ke apartemen.
**********
__ADS_1
Farel yang baru saja pulang dari kantor langsung masuk kedalam rumah saat mau masuk kedalaman kamarnya Farel melihat Billy dan Ayana sedang duduk santai di ruang tengah, Farel pun berjalan ke ruang tengah untuk menyapa Billy dan Ayana.
"Assalamualaikum." Ucap Farel dengan wajah lelahnya.
"Waalaikumsalam." Ucap Billy dan Ayana bersamaan.
"Malam sekali kamu pulang, apa semua kerjaan sudah selesai semua?." Tanya Billy.
"Alhamdulillah sudah." Jawab Farel sambil duduk menyandarkan badan ke kursi.
"Mau kopi." Tanya Ayana.
"Nanti saja setelah mandi. Oh iya apa Rafi sudah tidur?." Tanya Farel.
"Sudah mas dari tadi." Jawab Ayana.
"Ya sudah sana buruan mandi biar segar, setelah selesai mandi terus makan dan ingat kamu masih hutang aku penjelasan yang tadi siang." Ucap Billy.
"OK mas."
Farel pun langsung berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua tak lama kemudian Farel yang tampak segar turun ke bawah menuju ruang makan. Di dapur Ayana sedang menyiapkan makanan untuk Farel dan membuat kopi untuk suaminya dan adik ipar nya.
"Ya gak apa, makanan yang kamu siapkan cukup buat aku makan sendiri, kalau kopi taruh saja di ruang tengah biar nanti aku minum bersama mas Billy setelah aku selesai makan." Jawab Farel sambil mengambil nasi dan beberapa lauk untuk dia makan.
"Ya sudah kalau gitu aku keruang tengah dulu ya mas."
"Oh ya, makasih ya Aya."
"Iya mas sama - sama." Ucap Ranty yang pergi meninggalkan Farel yang sedang makan dan menuju ke ruang tengah.
Setelah selesai makan Farel langsung berjalan menuju ruang tengah. Di sana Farel melihat Billy dan Ayana sedang menonton acara TV dan duduk santai sambil berpelukan mesra.
"Ehem, ya yang gini ini yang buat aku iri." Ucap Farel yang berjalan menuju kursi santai yang ada di sebelah Billy.
"Makanya mas buruan cari pasangan yang baru, baik dan cocok untuk mas dan mama buat Rafi." Ucap Ayana.
"Iya biar ada yang ngurus kamu sama anak kamu. Bukannya sudah ada yang membuat hatimu terbuka lagi." Ucap Billy menambahkan ucapan Ayana.
"Iya mas tapi kan butuh proses dan waktu juga gak semudah mas Billy dan kamu Aya. Dan paling membuat aku jengkel kenapa kalian sering mesra - mesraan di depan ku apa kalian gak malu sama aku yang melihatnya." Ucap Farel.
"Ha.. Ha.. Ha.. Buat apa malu lagian yang melihat bukan anak kecil lagi. Memang sengaja aku perlihatkan biar kamu buruan cari calon istri." Ucap Billy menggoda adiknya.
__ADS_1
"Awas tar aku balas." Ucap Farel.
"Aku tunggu! Oh iya kamu punya hutang cerita, kenapa kamu kembali ke kantor tadi tidak dengan Anton tetapi dengan seorang wanita?." Tanya Billy.
"Oh, mas penasaran dengan itu, cerita gak ya!." Ucap Farel gantian menggoda Billy.
"Sudah gak usah gantian menggoda, aku tahu pasti aku kalah kalau soal bercanda." Ucap Billy kesal.
"Iya iya aku cerita. Waktu aku kembali ke kantor aku di antar oleh Ranty." Ucap Farel santai.
"RANTY." Ucap Billy dan Ayana bersamaan.
"Ranty itu maksud nya dokter Ranty mas?." Tanya Ranty.
"Iya." Jawab Farel sambil meminum kopinya
"Kok bisa, terus Anton nya kemana?." Tanya Billy heran.
"Waktu di bandara Anton di telepon istrinya dan bilang kalau Andre anaknya sedang sakit dan aku suruh saja dia pulang dulu, bukannya aku sudah bilang ya mas waktu dikantor dan saat mau keluar dari bandara aku gak sengaja bertemu dengan dokter Ranty yang sedang mengantarkan orang tuanya yang akan kembali ke Semarang. Saat aku menunggu supir kantor yang terjebak macet waktu akan menjemput ku tiba - tiba Ranty menawarkan aku tumpang dan mengantarkan ku kekantor........" Ucap Farel yang menceritakan kejadian itu.
"Terus gimana lagi?." Tanya Billy penasaran.
"Ya sudah habis mas ceritanya." Jawab Farel.
"Aku kira masih ada Kelanjutannya."
"Sudah The End tar tunggu section berikutnya." Ucap Farel.
"Sudah lanjutkan mas akan dukung kamu, mas tahu kalau Ranty itu orang yang baik buktinha Rafi juga suka dengan nya." Ucap Farel memberi semangat.
"Tapi apa yang aku lakuin ini benar? Aku masih belum yakin kalau aku bisa membuka hati dan lembaran baru, walau Ranty adalah gadis bis kota cinta pertama ku." Ucap Farel.
"Mas Farel banyakin berdoa minta petunjuk sama Allah, sholat malam dan mudah - mudahan Alloh cepat memberikan petunjuk untuk mas apa Ranty adalah jodoh mas. Jadi mas bisa berusaha mendapatkan hatinya." Ucap Ayana.
"Benar tu Rel apa yang di bilang sama istri ku. Memang kamu gak kepingin seperti apa yang aku lakuin Ayana." Ucap Billy yang mencium pipi dan memeluk Ayana untuk membuat Farel iri.
"Mas ini!." Ucap Farel kesal.
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA
__ADS_1