Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 120...


__ADS_3

Desta yang berada di apartemen bersama dengan Monik sedang jelas semua apa yang terjadi, karena rencana yang mereka buat gagal. Hal itu membuat Monik menjadi marah. Monik melampiaskan kemarahannya dengan berteriak-teriak seperti orang yang kehilangan akal sehatnya hal itu membuat Desta semakin khawatir akan mental Monik.


"Cukup Nik, apa kamu gak bisa menyudahi rencana ini, kita sudah gagal, aku gak mau terjadi sesuatu kepada mu dan mental mu jadi seperti ini." Teriak Desta sambil memeluk Monik untuk menenangkan.


"Aku gak akan menyudahi nya sebelum hidup mereka hancur seperti apa yang aku rasakan." Ucap Monik sambil mencoba melepaskan pelukan Desta.


"Aku benar-benar sayang dan suka kepada mu Nik, coba kamu sedikit melihat ku, apa yang kamu lihat dari Farel? dia sudah memiliki seorang istri. Sadar Nik." Ucap Desta.


"Aku gak peduli dengan perasaan mu, aku hanya ingin menghancurkan kebahagiaan mereka. Kalau memang dengan cara ini gak berhasil akan aku hilangkan nyawa salah satu dari mereka." Ucap Monik.


"Jangan gila kamu Nik." Ucap Desta.


Monik hanya tersenyum tidak menghiraukan nasehat dari Desta dan berjalan meninggalkan Desta sebelum Monik benar-benar pergi dari apartemen Desta, Monik pun sempat berbicara.


"Terima kasih kamu sudah membantu dan menemani ku, walau aku tahu apa yang aku minta selalu saja menyusahkan dirimu dan kamu selalu berusaha mengabulkan dan memberi apa yang aku mau. Maaf aku gak bisa membalas perasaan mu.sampai sekaran dan mulai sekarang aku gak akan melibatkan mu dalam rencana ku. Selamat tinggal Desta." Ucap Monik lalu pergi meninggalkan Desta.


Desta yang mendengar ucapan Monik seperti itu hanya bisa terdiam dan otaknya mulai mencerna ucapan Monik tersebut. Tak lama dia pun tersadar dan langsung mengejar Monik yang terlebih dahulu keluar dari apartemen nya.


**********


Seminggu setelah kejadian itu Farel sudah beraktifitas seperti semula, farel kembali bekerja seperti biasa dan keadaannya sudah mulai membaik, dia juga sudah bisa mengontrol pikirannya dan sakit kepala akibat kecanduan kopi pun sudah berangsur sembuh.

__ADS_1


Di dalam ruang kerjanya Farel tampak sibuk mengerjakan pekerjaan yang telah lama dia tinggal. Seperti biasa Rico wakil direktur dan sahabat baiknya setia menemani di dalam ruangan itu untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah tertunda karena dirinya.


"Pekerjaan ini sudah selesai tinggal kamu cek saja semuanya, yang ini tinggal di tanda tangani. Untuk kontrak kerja ini besok kita akan meninjau ke lokasi. Tetapi besok aku gak bisa menemani mu ke lokasi karena aku harus menemani Lesti ke rumah sakit untuk mengontrol kandungannya. Jadi besok kamu akan di temani Adi untuk ke lokasinyanya." Ucap Rico menjelaskan kepada Farel.


"Ok, kamu atur saja dan berikan jadwalnya kepada Shanty agar dia bisa mengatur jadwal untuk ku." Jawab Farel tanpa melihat Rico.


"Oh iya, gimana keadaan Ranty saat ini?." Tanya Rico.


"Alhamdulillah dia baik-baik saja, memang kenapa?." Tanya balik Farel.


"Apa Ranty gak memberitahu mu sesuatu hal?." Tanya Rico lagi.


"Gak tu, memang Ranty kenapa? dan apa yang akan dia beritahukan kepada ku?." Tanya Farel yang terlihat mulai penasaran.


"Gak dia biasa saja tu. Kalau gak ada yang kamu laporkan lagi mending kamu keluar aku lagi benar-benar sibuk. Oh iya tunggu untuk masalah Monik gimana apa sudah ada perkembangan?." Tanya Farel sambil fokus kerja.


"Semua sudah beres tinggal kamu nya saja apa kita perlu bertindak dan melaporkannya ke polisi." Jawab Rico.


"Menurut mu gimana?." Tanya Farel.


"Ya kalau aku langsung aku masukkan penjara biar kapok. Kok masih tanya menurut ku." Ucap Rico kesal.

__ADS_1


"Tapi aku gak tega sama Om Agam dan Tante Sisil. Bisa-bisa Tante Sisil kena serangan jantung kalau tahu ini semua." Ucap Farel.


"Terserah kamu saja kalau memang kamu mau di lanjutkan semua bukti-bukti sudah ada di tangan tinggal menyerahkan saja. Sudah aku balik dulu mau melanjutkan kerja. Kamu hati-hati jangan sampai kena jebakan anak kecil lagi." Ucap Rico yang akan pergi meninggalkan Farel.


"Ok makasih bro." Jawab Farel.


**********


Di Cafe milik Lesti.


"Mau sampai kapan kamu sembunyikan?." Tanya Lesti yang kesal.


"Kapan ya Les? aku juga bingun kapan memberitahu nya, aku ingin memberikan kejutan untuknya." Jawab Ranty.


"Buruan kasih tahu dia, kasih yang ada di dalam perut mu nanti keburu membesar lho." Ucap Lesti.


"Iya, aku sudah ada rencana, insyaallah besok akan aku beritahukan kepadanya." Ucap Ranty.


"Beneran ya jangan Sampai gak." Ucap Lesti sedikit mengancam.


"Ok." Jawab Ranty.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2