Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 151...


__ADS_3

Farel langsung berlari menghampiri Ranty yang tergeletak di lantai. Dia mencoba membangunkan istrinya dengan menepuk pipi dan memanggil namanya tetapi tidak ada respon, Ayana pun mencoba memberinya minyak angin pada hidungnya tetapi Ranty tidak kunjung sadar. Kepanikan pun mulai terjadi, Farel dengan cepat mengambil kunci mobil milik siapa pun yang berada di atas meja dan langsung menggendong Ranty menuju garasi mobil untuk membawanya ke rumah sakit, ibu Tika yang tahu kepanikan Farel yang bisa membuatnya lupa akan semua hal memutuskan untuk ikut menemani nya ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit Ranty langsung dibawa ke UGD untuk mendapatkan penanganan. Karena Ibu Tika sudah menghubungi dan meminta dokter jaga yang berada di rumah sakit untuk segera bersiap sehingga Ranty pun langsung dengan cepat di tangani. Setelah mendapatkan penanganan dan infus Ranty pun tersadar. Dia sedikit bingung karena saat sadar dia sudah berada di ruangan UGD rumah sakit di mana dia bekerja. Farel yang berada di sebelah Ranty pun senang karena melihat istrinya yang sudah sadar. Ranty pun ikut tersenyum melihat tingkah laku dan wajah suaminya yang begitu menggemaskan seperti anak kecil.


"Kamu kenapa mas?." Tanya Ranty sambil menahan tawa, walau dia habis pingsan Ranty masih bisa tersenyum dan tertawa karena melihat wajah suaminya yang begitu lucu menurutnya.


"Kamu itu yang kenapa?, jelas-jelas aku khawatir, tiba-tiba pingsan, aku takut kalau kamu kenapa-napa......" Ucap Farel panjang lebar menceramahi Ranty.


Ranty yang melihat dan mendengarkan Farel pun langsung mencium bibir suaminya agar berhenti menceramahi nya. Farel yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun langsung terdiam dan hanya bisa menatap Ranty. Tak lama dokter Diana pun datang menemui Ranty dan Farel yang berada di UGD.


"Kamu kenapa dok?." Tanya dokter Diana sambil memeriksa Ranty.


"Aku juga gak tahu dok." Jawab Ranty sambil mengangkat kedua bahunya.


Dokter Diana mengerutkan dahinya karena sedikit bingung dengan jawaban Ranty. "Kamu kan dokter Ran masa gak bisa memprediksi tentang kondisi mu sendiri." Ucap Dokter Diana.


"Aku juga bingung antara benar atau tidak dengan keadaan ku sekarang ini, maka dari itu aku menemui mu sekarang." Jawab Ranty.


"Tapi setidaknya tidak dengan kondisi mu seperti sekarang ini. Untuk saat ini kondisi mu baik-baik saja. " Ucap Dokter Diana sambil sedikit memeriksa Ranty.


"kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah infus mu habis. Aku akan meminta perawat untuk mengantarkan mu ke ruang praktek ku nanti." Ucap dokter Diana kepada Ranty dan Farel.

__ADS_1


"Tapi Ranty gak kenapa-kenapa kan dok?." Tanya Farel yang masih tampak khawatir.


"Untuk saat ini sih dia gak kenapa-napa." Jawab dokter Diana sambil menunjuk Ranty yang sedang menyantap sarapannya.


"Coba saja lihat dia begitu lahap menyantap sarapannya saat ini. Kayak orang yang baru saja tidak terjadi sesuatu pada dirinya."


"Alhamdulillah kalau begitu." Ucap Farel yang tampak mulai tenang.


"Ya sudah, kalau sudah selesai yang di sini kalian berdua langsung pergi keruang praktek ku. Assalamualaikum." Ucap dokter Diana berpamitan.


"Terima kasih dokter." Ucap Ranty.


Setengah jam kemudian Ranty dan Farel pun berjalan menuju ke ruangan praktek dokter Diana diantar oleh seorang perawat. Saat perjalanan ini seperti biasa Ranty yang terkenal sebagai dokter yang ramah selalu menyapa dan di sapa beberapa perawat, dokter, pegawai rumah sakit maupun pasien yang berada di sana.


Saat akan masuk ke dalam ruangan dokter Diana, Ranty sempat bertemu dengan dokter Lana yang baru saja datang ke rumah sakit dan akan menuju ruangan dokter. Mereka sempat berbincang sebentar, Ranty meminta tolong kepada dokter Lana untuk menghandle beberapa pasien yang seharusnya dia tangani hari itu. Setengah pembicaraan itu dokter Lana dan Ranty pun sama-sama berpamitan untuk menuju tempat yang mereka tuju.


Ranty, Farel dan seorang perawat yang mengantar pun telah sampai ke ruangan praktek dokter Diana. Setelah masuk ke dalam ruangan, perawatan yang mengantar pun langsung pergi meninggalkan mereka, Ranty meminta Farel menyerahkan beberapa catatan tentang rekap medis nya kepada perawat yang berbeda di ruangan itu.


Tak lama dokter Diana pun datang setelah memeriksa pasien yang akan melahirkan. Dia meminta Ranty dan Farel untuk masuk keruangan nya.


"Duduk." Ucap dokter Diana kepada mereka berdua dengan tegas.

__ADS_1


"Jangan marah dong dok, aku juga baru saja tahu setelah melakukan test semalam, kalau gak di suruh sama mbak Ayana mana aku test dan mana aku tahu kalau hasilnya juga positif, lagian aku juga gak tahu permasalahan yang ada pada diri ku, aku kan bukan dokter kandungan." Ucap Ranty.


"Siapa juga marah, aku gak marah cuma sedikit kesal aja sama kamu. Dokter kok gak bisa menganalisa dirinya sendiri." Ucap dokter Diana.


"Walau aku dokter aku juga butuh dokter untuk tahu ke adaan ku Diana....." Ucap Ranty yang mulia kesal.


Perdebatan pun mulai terjadi Farel yang tahu hanya melihat dan mendengarkan nya saja, Farel menganggap perdebatan itu tidak akan membuat pertemanan kedua nya saling bertengkar. Beberapa menit kemudian setelah puas mengeluarkan apa yang mereka rasakan akhirnya mereka berdua pun tertawa dan tersenyum.


"Apa sudah puas marah-marah kalian?." Tanya Farel yang dari tadi hanya diam.


"Mas ini kenapa hanya diam saja melihat istrinya di marahin habis-habisan sama ini dokter." Ucap Ranty kesal kepada Farel.


"Kamu itu juga Rel, lihat ada orang yang lagi bertengkar kenapa gak melerai tetapi hanya melihat dan mendengarkan kami." Ucap dokter Diana yang terlihat kesal juga.


"Kalau di lerai gak akan seperti ini kan jadinya. Sudah buruan di periksa, takut kalau ada pasien yang benar-benar urgent lho." Ucap Farel.


Setelah ucapan Farel tersebut, dokter Diana pun langsung bertindak meninta Ranty untuk berbaring di tempat tidur, dokter Diana memanggil suster yang berada di luar ruangan praktek nya untuk membantunya memeriksa Ranty.


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2