
"Apa gak aku antar saja sayang?." Tanya Farel yang sedang menggunakan dasi.
"Gak usah mas, aku cuma sebentar kok di rumah sakit." Ucap Ranty.
"Ya sudah kalau gitu aku akan berangkat sekarang bersama dengan Rafi. Ingat hati-hati jangan ngebut kalau berangkat." Ucap Farel kepada Ranty sambil mencium kening, pipi, bibir dan tak lupa perut Ranty.
Setelah selesai menyiapkan kebutuhan suaminya yang akan berangkat bekerja, Ranty pun mengantarkannya keluar rumah, di luar rumah Rafi yang sudah rapi sedang menunggu papanya untuk berangkat bersama.
"Bunda gak ikut kami berangkat bareng?." Tanya Rafi.
"Gak sayang, bunda berangkat agak siangan karena hari ini bunda sudah mulai cuti karena kalau tidak ada masalah seminggu lagi adik mu akan keluar." Jawab Ranty.
"Ooo, kalau gitu Rafi berangkat dulu ya bunda. Assalamualaikum." Ucap Rafi lalu mencium tangan Ranty.
"Waallaikumsalam, hati-hati ya belajar yang benar." Balas Ranty.
Rafi pun langsung masuk ke dalam mobil.
"Ingat hati-hati berangkatnya." Ucap Farel.
"Iya mas. Buruan berangkat kasian nanti Rafi terlambat sekolah nya." Ucap Ranty.
"Ya sudah kalau gitu aku berangkat dulu. Assalamualaikum." Ucap Farel berpamitan.
"Waallaikumsalam." Jawab Ranty.
Setelah Farel dan Rafi berangkat Ranty pun mulai bersiap-siap untuk berangkat ke rumah sakit untuk menyelesaikan tugas sebelum mengambil cuti melahirkan.
**********
Setelah mengantarkan Rafi ke sekolah Farel langsung menuju ke kantor nya. Perjalanan menuju kantor pun tidak terlalu macet sehingga Farel dengan cepat langsung sampai ke kantornya. Sebelum masuk ke dalam ruangannya dia meminta sekertaris nya untuk menyiapkan jadwalnya hari ini dan memintanya untuk memesankan beberapa makanan karena saat perjalanan ke kantor Farel merasa lapar padahal sebelum berangkat ke kantor dia sudah sarapan terlebih dahulu.
__ADS_1
Di dalam ruangannya Farel terlihat sangat sibuk memeriksa beberapa laporan yang harus dia tanda tangani. Selain sibuk memeriksa dia pun sibuk mengunyah makanan yang dia pesan sebelumnya melalui sekertaris itu. Tak lama Rico dan Anton masuk ke dalam ruangannya untuk meminta pendapat tentang beberapa pekerjaan sebelum mereka berdua melakukan tanda tangan kontrak.
"Tok... Tok... Tok...." Suara pintu diketuk.
Farel yang mendengar langsung menyuruh mereka masuk, karena mulut yang masih penuh dengan makanan akhirnya suaranya tidak terdengar jelas oleh Anton dan Rico yang berada di luar sehingga mereka berdua memutuskan untuk masuk melihat apa yang di lakukan oleh Farel.
"Jegrek." Suara pintu terbuka.
"Astaghfirullah." Ucap Rico dan Anton secara bersamaan saat melihat bosnya itu lagi makan.
"Em...." Jawab Farel singkat lalu melanjutkan kegiatannya.
"Sibuk apa pak bos." Ucap Rico yang masuk ke dalam ruang Farel lalu di ikuti Anton di belakangnya.
"Em...." Jawab Farel.
"Kamu gak dengar ya Rel." Ucap Anton berjalan mendekati meja kerja Farel.
"Aku dengar pak Anton, apa kalian gak lihat kalau aku sedang sibuk." Ucap Farel yang terdengar kesal.
"Sibuk makan." Ucap Rico.
"Siapa bilang aku sibuk makan, walau aku lagi makan tetapi aku tetap memeriksa laporan analisa yang kalian berikan kepada ku. Kenapa laporan ini gak kamu diskusikan dengan Mas Billy saja?." Tanya Farel kepada Anton.
"Pak Billy meminta ku untuk menanyakannya kepada mu tentang hal ini karena kamu yang lebih paham dengan proyek yang kita kerjakan sekarang ini." Ucap Anton.
"Tolong." Ucap Farel menyerahkan sebuah dokumen lalu memintanya membawakannya ke meja tengah agar mereka bertiga bisa berdiskusi.
Sedangkan Farel berjalan ke tempat itu sambil membawa kantong kresek yang berisi banyak camilan miliknya. Kedua sahabatnya yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sikapnya itu.
Di dalam diskusi mereka, Farel yang tampak tidak fokus membuat Rico sedikit emosi karena Farel selalu saja mengunyah dan membuka Snack yang dia bawa di hadapan mereka.
__ADS_1
"Fokus dong Rel, proyek ini besar lho, kita kan gak mau rugi juga." Ucap Rico setelah menjelaskan permasalahan yang terjadi.
"Aku serius kok." Jawab Farel santai.
Setelah menjawab ucapan Rico, Farel pun berubah menjadi serius, dia meletakkan camilannya dan mulai menjelaskan permasalahan dan berdiskusi bersama mereka berdua. Setelah selesai dan mendapatkan titik terang dari permasalahan itu Farel pun kembali mengambil camilan yang dimakannya tadi.
"Gimana menurutmu kalian?." Tanya Farel setelah berdiskusi.
Anton yang mendengar pendapat dan hasil diskusinya hanya bisa mengangguk kepalanya menandakan setuju dengan hasilnya, sedangkan Rico terdiam karena masih memikirkan tentang hasil diskusinya tersebut.
"Apa kamu masih ragu Ric?." Tanya Farel lagi.
"Bukannya ragu tapi masih ada sedikit yang membuat aku takut dengan rencana ini, kalau kita melakukannya apa kita tidak akan rugi di awal." Jawab Rico.
"Untuk masalah itu kita bisa gunakan rencana awal mu, tetapi kita harus meyakinkan klien untuk mau melakukan rencana awal tersebut." Ucap Farel menjelaskan.
Dan akhirnya Rico dan Anton pun setuju dengan rencana itu.
Rico yang heran melihat Farel dari tadi makan hanya bisa menatap sahabatnya itu sambil menggelengkan kepalanya. Sama seperti Rico, Anton juga heran melihat ruangan Farel yang hampir seluruh meja diatasnya terdapat kantong plastik yang berisi berbagai jenis makanan.
"Kamu gak ngidam lagi kan Rel, bukannya Ranty minggu depan sudah akan melahirkan, coba lihat kamu makan segitu banyaknya, sudah berapa banyak donat yang kamu makan?." Tanya Rico sambil menunjuk beberapa kotak yang berbeda di sebelah tempat duduknya.
Farel pun hanya tersenyum. "Aku juga gak tahu, tetapi beberapa hari terakhir ini rasanya perut ku lapar terus, padahal tadi pagi sebelum berangkat aku sudah sarapan." Jawab Farel sedih sambil tetap mengunyah makanan yang sedang dia makan.
"Biarin saja Ric, asal dia senang, apalagi seminggu lagi Ranty mau melahirkan, mungkin bisa jadi efek agar dia gak tegang waktu istrinya mau melahirkan." Ucap Anton.
Rico hanya menggunakan kepala nya mendengarkan penjelasan Anton. "Yang penting kerjaan selesai mau apa saja terserah lah, saya akan tetap dukung bos, tapi ingat jangan ke blabasan." Ucap Rico.
Farel pun mengacungkan jempol nya kepada kedua sahabatnya itu. Setelah selesai dengan urusannya itu mereka berdua berpamitan untuk kembali menjalankan pekerjaan mereka masing-masing.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TETAP DUKUNG DAN TUNGGU KELANJUTANNYA KARENA CERITA NYA AKAN SEGERA SELESAI DAN AKAN ADA CERITA BARU. MOHON MAAF LAMA KARENA ADA BEBERAPA PEKERJAAN LAIN YANG HARUS DI KERJAKAN