Itu Kamu

Itu Kamu
JUMAT


__ADS_3

Kulihat kode passing Bram saat aku dihadang oleh 2 pemain lawan.


Kucari celah, kemudian melempar bola basket ke arah Bram yang dengan cekatan langsung melakukan shooting yang baik ke keranjang, alhasil lemparan itu menjadi penutup poin kemenangan tim kami.


Meski hanya permainan basket biasa, sekedar pelepas stres saat istirahat namun sorak kemenangan dan kepuasan menyelimuti tim .


Tampak Irina di pinggir lapangan lengkap dengan senyuman paling manis miliknya, memamerkan air mineral dan handuk kecil yang tertenteng di tangannya.


"Selamat atas kemenangannya Mr. Long leg" sapanya


"Thanks juga atas air dan handuknya" jawabku sekenanya


Ku usap peluhku dan mengiring Irina ke kursi penonton.


Irina duduk disebelahku dan terlihat berkali-kali membetulkan posisi duduknya.


"Hmm, nanti mau pulang bareng ya Vi " ajaknya


"Kamu kan bawa mobil nah aku bawa motor, gimana bisa pulang bareng? " jawabku


Terlihat jelas kekecewaan di wajahnya namun dengan tetap tersenyum Irina menerima pernyataanku.


Untung saja Irina tak sebawel cewe lain dan kebal dengan tingkah dinginku.


Sebenarnya bisa saja aku dan Irina pulang bersama karna Dito bisa membawa motorku .


Tapi hari ini aku sudah memutuskan akan ke sekolah Ria pulang sekolah nanti.


Aku merindukannya, teramat sangat.


Hingga tak peduli bila nanti perasaan cemburu penuh di dadaku saat melihat sapa mesra Bram padanya.


Aku hanya ingin melihatnya, cukup hanya melihatnya saja sudah mampu meredakan rinduku.


Ria terlalu menarik untuk dilewati hatiku, ia berhasil membuatku menjadi pemuja cinta.

__ADS_1


Selalu berhasil memenuhi pikiranku.


Terlepas dari semua perasaanku pada Ria, di dalam akal sehatku kuakui bahwa semua kebaikan dan kesabaran Irina padaku membuatku merasa bersalah, Dan selama ini Irina belum pernah menunjukkan sifat menyebalkan kepadaku.


Alasan itulah yang membuatku tak tega memutuskan hubunganku dengannya, apalagi aku memutuskan benar-benar menjadi kekasihnya atas dasar rasa cemburu ku pada Ria dan Bram.


Jahat? Tentu saja aku tidak jahat, aku hanya seorang pecundang yang menyembunyikan kebohongan dari sahabat dan pacarku.


Lalu salahkan dengan perasaanku ini?


Kurasa tidak, tak ada yang salah dengan Cinta.


Toh perasaan itu tidak bisa berkehendak memilih siapa, karna jauh di dalam alam bawah sadar yang membuat Cinta itu tertambat pada suatu makluk.


Cinta yang tak pernah aku pikirkan, dan tak pernah terbayang sebelumnya aku akan mencintai gadis seperti Ria.


Ternyata dalam berapa detik saja Cinta itu bisa tumbuh.


"Vi ayok ke kelas, tugas kesenian belum kelar men ntar lagi bel masuk pula , tugas belum kelar yang ada kita kena semprot Bu Inah " ajak Bram


Ku toleh Irina yang masih duduk manis disampingku, mengusap pucuk kepalanya dan pergi ke kelas.


Satya dan Dito berceloteh ria, saling beradu kelakar, Bram yang tampak gelisah duduk di atas motorku dengan bolak balik mengecek ponselnya.


Dan aku yang berjongkok menyeruput es tehku dengan menatap layar hapeku, bersyukur aku mendapat bbm Ria dipertemuan kami kemarin sehingga aku dapat melihat foto Profil bbm Ria.


Ku perhatikan sudah banyak siswi yang pulang, anehnya batang hidung Ria tak terlihat sedikitpun.


Lalu tanpa sadar jariku menekan opsi panggilan , karena gugup aku langsung berlari menjauh dari ketiga temanku itu.


kring kring kring


"Hallo" suara Ria dari seberang ponselku


"Ooh hai"

__ADS_1


"Seger amat panas gini nyeruputin es, bagi dong es teh nya " godanya


Otomatis aku celingukan mencari sosoknya.


Teedengar tawa Ria pecah


" Ngga usah nyariin, hahaha" katanya


"Dimana sih kamunya? " tanyaku


"Rahasia , aku lagi sembunyi dari Bram. "


"Kenapa? "


"Rahasia juga, hahaha"


Dan panggilanpun terputus.


Tak lama aku mendapat pesan


Vi pertemuan kita, cukup kita aja yang tau ya jangan ada orang lain yang tau. Oke sekarang kita punya rahasia berdua. Aku tunggu dirumah hari Jumat malam❤️


Jumat, bearti besok?


Emot Love di akhir pesan?


Seketika ingin rasanya aku melompat kegirangan, tapi kutahan dan bersikap biasa, menyembunyikan percikan bahagia ini dari temanku.


Kulantunkan lagu Cinta dari mulutku dan berjalan mendekati mereka.


"Aku cabut ya, disuruh pulang Ibu" kataku membohongi mereka, sebenarnya aku hanya ingin cepat pulang dan menelepon Ria.


Mendengar lagi suaranya.


Ingin cepat hari berganti malam lalu tidur.

__ADS_1


Lalu terbangun dengan riang di hari Jumat.


**BERSAMBUNG**


__ADS_2