
Di ruang makan apartemen milik Ranty yang memang cukup untuk empat orang membuat Edi dan Rafi memilih mengalah makan di depan TV. Acara sarapan pagi pun terasa menyenangkan. Setelah selesai makan Farel membantu ibu Dewi membereskan meja makan dan merapikan ruangan yang akan di gunakan nanti, sedangkan Ranty, Rafi dan Edi pergi kebawa untuk membeli buah dan menunggu kedatangan Sasa.
Di dalam apartemen Ranty, Ibu Dewi sudah selesai menyiapkan dan membersihkan ruangan di bantu oleh Farel. Mereka berdua duduk santai dan berbincang ringan di ruang tamu.
"Nak Farel apa ibu boleh tanya hal pribadi kepada nak Farel kalau nak Farel keberatan menjawab juga gak apa?." Tanya ibu Dewi.
"Silahkan bu, saya akan mencoba menjawab." Jawab Farel.
"Apa nak Farel ada rasa dengan Ranty anak Ibu, soalnya kalau ibu lihat pandangan nak Farel ke Ranty sedikit berbeda. Apa itu benar tebakan ibu?." Tanya ibu Dewi.
Farel tersenyum malu. "Sebenarnya yang ibu tanyakan benar, saya memang ada rasa kepada Ranty dan rasa yang saya miliki ini sudah terpendam lama sebelum saya menikahi istri saya Nata. Rasa ini muncul kembali setelah saya bertemu dengan Ranty lagi." Jawab Farel.
"Memangnya kapan kamu pernah bertemu dengan Ranty?." Tanya ibu Dewi penasaran.
"Tujuh tahun yang lalu bu, saat itu saya bertemu dengan Ranty di dalam bis kota dan waktu itu dia...... " Ucap Farel menceritakan semua kejadian tujuh tahun yang lalu saat bertemu dengan Ranty.
Ibu Dewi tidak bisa menahan tawa nya mendengar lucunya cerita Farel saat pertemuan awal mereka.
__ADS_1
"Ha... Ha... Ha...."
"Kamu lucu banget Rel, masa' naik bis kota bayarnya pakek uang seratus ribu mana ada kembaliannya, ha... Ha... Ha....." Ucap Ibu Dewi sambil tertawa.
"He... He... He..., sudah dong bu jangan tertawa terus saya kan jadi malu." Ucap Farel.
"Ranty tahu kalau kamu suka sama dia?." Tanya ibu Dewi.
"Aku rasa Ranty belum tahu perasaan kepada ku kepadanya dan seenggaknya aku akan berusaha melulu hatinya agar dia punya sedikit rasa terhadap ku." Jawab Farel.
"Ya kamu harus benar-benar berjuang kalau kamu benaran suka dengan nya, karena ibu tahu anak ibu tidak akan mudah membuka hati nya, karena dia pernah di sakiti dan di hianati oleh laki-laki yang sangat dia cintai dan di saat hari pertunangannya....... " Ucap Ibu Dewi menceritakan semua kejadian tentang Ranty.
"Setelah mendengar cerita ibu, gimana menurut mu. Apa kamu masih akan tetap mengejar Ranty. Karena ibu gak mau anak ibu terluka lagi seperti waktu dulu. Apa kamu benar-benar serius dengan nya?." Tanya ibu Dewi serius.
"Saya serius bu, karena saat ini saya tidak mencari pacar melainkan istri dan ibu buat anak saya Rafi, saat saya melihat pertama kali Ranty yang saya pikirkan adalah gadis bis kota cinta pertama saya dan yang saya tidak habis pikir dengan mudah nya Rafi bisa akrab oleh Ranty itu yang membuat pertimbangan saya untuk dapat meluluhkan hari dan perasaan Ranty. Karena hal itu yang membuat mantap memilih Ranty sebagai calon istri ku. Tapi saya masih ragu apa Ranty mau menerima saya yang seorang duda dan punya anak satu." Ucap Farel.
"Ranty pernah bilang kepada ibu, dia tidak mempermasahkan hal itu dan kami menyerahkan semua urusan itu kepada Ranty, yang penting Ranty bisa bahagia apapun yang terbaik untuk dirinya kami restui dan setuju. Ibu senang kalau nak Farel ada rasa ke anak ibu. Jadi ibu minta tolong kalau nak Farel benar-benar serius dengan Ranty buat dia bisa menerima perasaan nak Farel dan buat dia bisa membuka hatinya lagi." Ucap Ibu Dewi.
__ADS_1
Saat mereka masih berbicara tiba-tiba pintu terbuka Ranty, Edi, Rafi dan Sasa pacar Edi masuk kedalam apartemen.
"Assalamualaikum." Ucap salam mereka semua.
"Waalaikumsalam." Jawab Ibu Dewi dan Farel.
"Eh, Sasa kamu sudah datang juga." Ucap Ibu Dewi yang melihat Sasa.
"Iya bu, Sasa tadi bertemu dengan mbak Ranty dan Edi di bawah. Oh iya ini ada lumpia saya bawa dari Semarang untuk oleh - oleh teman Edi nanti." Ucap Sasa yang langsung berjalan menghampiri ibu Dewi dan mencium tangan nya.
"Makasih kamu taruh dapur saja, kamu sudah makan Sa?." Tanya ibu Dewi.
"Sudah bu." Jawab Sasa yang berjalan menuju dapur untuk menaruh lumpia dan membantu Ranty yang sedang berada di dapur.
Di ruang tamu Farel, Ibu Dewi, Edi dan Rafi sedang bercanda gurau sambil menikmati Pizza dan lumpia, sedangkan Ranty dan Sasa berada di dapur sedang memotong buah sebagai pencuci mulut.
TERIMA KASIH
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANNYA