
Setelah Rico dan Anton keluar dari ruangan Farel. Ranty pun mulai berjalan menghampiri Farel lalu duduk di sebelahnya.
"Apa sudah ketemu pelakunya mas?." Tanya Ranty.
"Alhamdulillah sudah." Jawab Farel.
"Memang siapa pelakunya, apa benar Monik pelakunya?." Tanya Ranty sambil menyiapkan makan siang yang dia bawa.
"Benar Monik yang melakukannya, kamu harus hati-hati ya. Aku gak mau terjadi sesuatu apapun kepada mu." Jawab Farel.
"Iya mas, mas Farel juga." Ucap Ranty.
"Hari ini kamu ngapain saja sama Lesti, terus untuk persiapan di Semarang gimana?." Tanya Farel.
"Em.... Hari aku dan Lesti bantuin mama melihat beberapa pesanan Sofenir dan undangan yang akan kita pakai untuk acara di Surabaya. Untuk yang di Semarang insyaallah sudah sembilan puluh lima persen selesai persiapannya. Untuk masalah pakaian yang akan kita pakai di Semarang dan Surabaya alhamdulillah sudah selesai semua tinggal besok kita akan fitting baju saja mas." Jawab Ranty.
Farel hanya menganggukkan kepalanya saja mengiyakan jawaban Ranty.
"Kenapa mas?." Tanya Ranty penasaran karena Farel menjawab dengan anggukan saja.
"Aku gak apa - apa cuma heran saja dengan keinginan yang kamu sampaikan kemarin. Apa kamu yakin minta mahar itu dari ku, aku bisa memberimu yang baru." Ucap Farel.
"Memang gak boleh ya mas aku minta cincin pernikahan milik mbak Nata sebagai mahar ku?." Tanya Ranty sedih.
"Boleh, tapi kenapa? Aku bisa membelikan kamu yang baru dan lebih bagus dari punya Nata." Jawab Farel.
"Aku lebih ingin punya mbak Nata karena cincin itu pasti berharga dan memiliki makna dan arti penting buat mas Farel, jadi aku juga ingin kalau benda tersebut menjadi milikku juga, jadi cincin milik mbak Nata dan diriku akan menjadi sesuatu yang berharga milik mas Farel." Jawab Ranty.
"Ya sudah kalau itu keinginan mu, tetapi aku akan memberikan kamu mahar yang lain selain cincin itu." Ucap Farel.
"OK pak bos, ayo makan nanti keburu dingin." Ucap Ranty.
__ADS_1
"Oh iya kapan kamu balik ke Semarang?." Tanya Farel sambil makan.
"Insyaallah kalau persiapan di sini sudah selesai dua hari lagi aku akan ke sana." Jawab Ranty.
"Jadi kita gak akan bertemu selama sepuluh hari sebelum acara pernikahan kita di mulai." Ucap Farel sedih.
"Iya lah mas, sebenarnya sekarang ini kita gak boleh bertemu karena kalau di Semarang sekarang ini aku sudah di pingit. Ya karena masih banyak urusan yang harus di selesaikan, ya mau gak mau harus bertemu." Ucap Ranty.
Farel menganggukkan kepalanya. "Jadi mulai hari ini sampai dua hari kedepan kamu harus temani aku, biar waktu kamu ninggalin aku, akunya gak kangen." Ucap Farel memegang tangan Ranty.
"Gombal mas ini dan ingat tangan mu masih belum sembuh jangan terlalu erat kalau memegang." Ucap Ranty mengingatkan.
"Iya - iya." Ucap Farel.
**********
Di rumah Billy, Ranty dan Farel yang baru saja datang langsung masuk kedalam rumah lalu menuju ke ruang tengah untuk menemui pak Hermawan dan Ibu Tika.
"Assalamualaikum." Ucap Farel dan Ranty.
"Eh, kalian sudah datang. Ayo sini masuk." Ucap Ibu Tika.
Mereka berdua pun langsung masuk dan duduk di ruang tengah bersama mereka.
"Gimana kabar mu Rel? Apa tangan mu sudah sembuh?." Tanya Pak Hermawan.
"Alhamdulillah Pa sudah mulai sembuh dan insyaallah dua hari lagi mungkin aku bisa menyetir mobil sendiri tanpa bantuan Ranty lagi, karena Ranty akan berangkat ke Semarang dua hari lagi." Ucap Farel.
"Oh iya ya dua hari lagi, mama sampai lupa. Untuk persiapan di sana apa sudah siap semua sayang?." Tanya ibu Tika.
"Alhamdulillah sudah siap semua ma. Cuma tinggal acaranya saja." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Nanti kami akan ke Semarang tiga hari sebelum acara akad dan pernikahan kalian di laksanakan." Ucap Ibu Tika.
"Iya kemarin ibu juga sudah mengatakan kepada ku." Jawab Ranty.
"OK kalau sudah selesai semua tinggal acaranya saja. Semoga acara di lancarkan ya pa." Ucap Ibu Tika.
"Amin." Jawab mereka semua.
"Ya mudah - mudahan gak ada kendala atau kejadian seperti acara lamaran mu kemarin. Oh iya apa sudah ditemukam pelakunya Rel!." Tanya Pak Hermawan.
"Sudah Pa." Jawab Farel.
"Siapa? mama juga penasaran sama orangnya? Apa benar Monik seperti dugaan mu?." Tanya ibu Tika.
"Iya ma, Monik yang melakukannya dan dia menyuruh orang untuk mengacaukan dan menggagalkan acara lamaran ku. Pelaku suruhan Monik sudah kami tangkap dan sekarang Anton masih menahannya." Ucap Farel.
"Ya ampun Monik, mama gak menyangka anak kecil yang pemikirannya masih polos itu bisa melakukan hal seperti itu." Ucap Ibu Tika.
"Gak ada hal yang gak mungkin ma, dia terlalu teropsesi dan sangat menyukai mas Farel sehingga dia tidak memikirkan akibat apa yang dia lakukan." Ucap Ranty.
"Terus apa yang harus kita lakukan pa?." Tanya Farel.
Billy yang mendengarkan percakapan itu langsung berjalan keruang tengah dan ikut berpendapat. "Penjarakan saja Pa biar jera." Ucap Billy yang tiba-tiba menjawab.
"Kita gak bisa langsung seperti itu Bil, Papa juga lihat Om mu Agam, dia juga saudara jauh papa gak mungkinkan papa memjaraiin anaknya." Jawab Pak Hermawan.
"Kalau gak di kasih pelajaran itu anak gak akan menyesali perbuatannya." Ucap Billy.
"Iya papa tahu, gini saja untuk masalah Monik akan papa menyelesaikan dan menyampaikannya kepada Agam biar dia saja yang menasihati dan memberikan pelajaran kepada anaknya, untuk orang yang di suruh Monik, masukkan dia penjara suruh Anton untuk melaksanakan tugasnya seperti biasanya biar pelaku itu jera dan tidak melakukan pekerjaan seperti itu lagi." Ucap Pak Hermawan memberi perintah.
Farel dan Billy yang mendengarkan perintah pak Hermawan pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA