
Di sebuah Cafe seorang lelaki sedang menunggu seorang wanita sambil menikmati secangkir kopi. Tak lama wanita itu pun tiba lalu duduk di hadapan lelaki itu.
"Gimana kabar mu?." Tanya Monik.
"Baik sebelumnya aku minta maaf karena telah gagal melakukan tugas yang kamu suruh." Ucap Desta.
Desta adalah laki-laki yang sudah lama menyukai Monik tetapi perasaannya tidak pernah dia sampaikan kepada Monik karena takut akan di tolak dan di tinggalkan oleh Monik. Sehingga dia lebih memilih diam dan menjadi orang kepercayaan Monik, mau melakukan semua hal yang bisa membuat Monik senang walau dengan cara menyakitkan orang lain asal orang yang dia sukai dan dia sayangi bahagia.
"Gak masalah, masalah itu sudah kelar jadi gak usah di bahas. Kamu sudah bawa yang aku minta?." Tanya Monik.
"Sudah ini." Ucap Desta sambil menyerahkan sebuah map berisi tentang berkas mengenai Ranty.
"Nik apa kamu masih ingin melakukan hal ini? Apa gak ada lelaki lain selain Farel, aku takut kalau kamu akan terkena masalah seperti kemarin?." Tanya Desta.
"Iya aku akan melakukan hal yang bisa membuat ku senang, karena aku gak bisa memilikinya lebih baik gak ada yang memilikinya! Dan kamu gak usah banyak tanya dan ikut campur kalau kamu masih mau kerja serta berada di dekat ku." Jawab Monik yang tahu kelemahan Desta.
Desta hanya diam, sebenarnya dia tahu kalau Monik akan menjawabnya seperti itu tetapi rasa cinta dan sayangnya kepada Monik sudah membukakan mata hatinya sama seperti apa yang dirasakan oleh Monik yang sudah di butakan oleh Farel sehingga dia akan melakukan bermacam cara membuat Farel dan Ranty tidak bahagia.
"Ini uang bayarnya tugas mu kali ini, dan aku minta kamu jangan bilang kepada mama tentang rencana ku kali ini." Ucap Monik lalu pergi meninggalkan Desta.
**********
Malam itu di rumah utama keluarga Hermawan, semua keluarga berkumpul termasuk pak Agus dan bu Cici mantan mertua Farel serta Lesti pun ada di rumah itu.
"Gimana persiapan acara yang di sini apa sudah siap semua Rel." Jawab Pak Hermawan.
"Alhamdulillah Pa sudah sembilan puluh lima persen selesai dan yang lima persennya nanti waktu acara berlangsung." Jawab Farel.
"Jangan lupa tentang keamanannya dan jangan sampai ada kejadian seperti waktu kamu lamaran dulu." Ucap Pak Agus.
"Siap Yah." Jawab Farel lagi.
"Ibu dan Ayah serta keluarga Semarang kapan ke sini sayang?." Tanya ibu Tika.
"Insyaallah kalau gak ada halangan besok siang ma, dari bandara mereka akan langsung ke hotel dan besok waktu acara mereka akan langsung ke sini sesuai dengan rencana dan mudah - mudahan gak ada masalah dan perubahan saja." Jawab Ranty.
"Amin." Ucap beberapa orang yang berada di ruang tengah.
"Mas Bill kemana Ayana kok gak kelihatan?." Tanya Farel yang celingukan mencari Ayana.
"Ayana lagi di kamar lagi flue, sehabis makan malam tadi dia bilang kepalanya pusing dan bersin - bersin terus." Jawab Billy.
__ADS_1
"Biarkan saja dia istirahat, Ayana dari kemarin juga kelihatan repot mengirusi pekerjaan di rumah sakit." Ucap Ibu Tika.
"Iya ma." Jawab Billy.
Pembicaraan pun berlanjut hingga tengah malam. Lesti pun berpamitan pulang setelah urusannya selesai dengan Ranty dan Farel. Sedangkan para orang tua mulai meninggalkan ruang tengah menuju kamar mereka untuk beristirahat sedangkan Farel dan Billy masih asik mengobrol membahas masalah kantor dan hal-hal mengenai bisnis. Ranty memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya sebelum masuk, dia menyempatkan diri untuk masuk ke kamar anak - anak untuk mengucapkan selamat malam.
"Assalamualaikum." Ucap Ranty saat masuk kedalam kamar.
"Waalaikumsalam." Jawab Rafi dan Yoga.
"Lho kok belum tidur! sudah malam lho ini." Tanya Ranty berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di atas kasur Rafi.
"Kami belum ngantuk tante." Jawab Yoga.
"Tapi besok kalian masih sekolah." Ucap Ranty.
"Iya sih bun, gimana kalau kami ikut tidur di kamar bunda saja, jadi bisa temani kami tidur tempat tidur di kamar papa kan besar bisa buat kita tidur bersama." Tanya Rafi.
"Boleh ya....?." Tanya Rafi dan Yoga memohon.
"Gimana ya.....? Ok boleh tapi janji kalian harus tidur." Jawab Ranty.
Mereka pun langsung menuju kamar Farel dan Ranty yang terletak di paling ujung. Rafi dan Yoga langsung berlari masuk ke dalam kamar, mereka membawa serta bantal guling mereka masuk kedalam kamar. Sebelum naik ke atas tempat tidur Ranty meminta Rafi dan Yoga untuk mencuci kaki dan tangan serta menggosok gigi. Setelah selesai mereka dengan cepat naik ke atas tempat tidur menyusun bantal yang akan di gunakan serta posisi tidur mereka.
"OK. Good job." Jawab Yoga sambil mengagungkan ibu jadinya👍.
"Terus papa mu dan Om Yoga harus tidur mana?." Tanya Ranty bingung.
"Papa bisa tidur mana saja. Benar kan Yog?." Tanya Rafi.
"Iya tante, Om Farel bisa tidur sama ayah, karena mama hari ini kena flue berat dan menyuruh ayah tidur kamar tamu tadi. Ouah......" Jawab Yoga yang sudah mulai menguap.
"Ya sudah ayuk kita tidur." Ajak Ranty yang ikut berbaring di antara mereka berdua.
Tak lama Rafi dan Yoga pun tertidur sambil memeluk Ranty. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tiba-tiba pintu kamar pun terbuka dengan cepat Farel masuk kedalam kamar dan mendapati istrinya sedang tidur dengan dua lelaki, Farel terkejut dan langsung merengutkan wajah nya. Ranty yang melihat Farel seperti itu hendak bangun dan menghampirinya tetapi badannya tidak bisa bergerak karena tertahan oleh Rafi dan Yoga yang sedang memeluk dirinya.
"Maaf." Ucap Ranty sedih.
"Kenapa mereka berdua ada di kamar kita?." Tanya Farel kesal.
"Mereka ingin tidur dengan ku, awalnya tadi aku mau menemani mereka di kamar mereka, Rafi minta tidur bersama di sini karena sudah malam dan besok mereka akan sekolah ya mau gak mau aku perbolehkannya mas." Jawab Ranty.
__ADS_1
"Kamu marah ya? Jangan marah ya, mengalah untuk malam ini saja." Ucap Ranty.
Farel menghembuskan nafasnya walau kesal tetapi dia senang melihat Ranty bisa dengan cepat akrab dengan anak dan keluarga nya. Farel pun lebih memilih mengalah dan tidur di kamar Rafi dan Yoga yang ada di sebelah kamar mereka.
"Ya sudah biarkan mereka tidur di sini, kamu juga buruan istirahat, besok kita juga akan sibuk mempersiapkan acara resepsi kita dan menjemput keluarga Semarang. Aku akan tidur di kamar sebelah." Ucap Farel.
"Iya mas. Makasih." Jawab Ranty.
Sebelum keluar Farel menyempatkan untuk mencium Rafi anaknya dan Yoga keponakannya yang terakhir Farel mencium kening Ranty lalu pergi meninggalkan kamarnya.
Setelah keluar kamar Farel pun berjalan ke kamar anak - anak untuk beristirahat, betapa terkejut melihat Billy juga berada di dalam kamar yang sedang berbaring di atas tempat tidur Yoga. Farel pun masuk kedalam lalu duduk di tempat tidur milik Rafi.
"Kenapa mas Billy ada di sini, mas gak lagi marahan dengan Ayana kan?." Tanya Farel.
"Ya gak lah, ngapain juga marahan. Hari ini Ayana lagi gak enak badan, mungkin kecapean karena beberapa hari ini dia sibuk banget di rumah sakit, aku juga sedikit kasihan kepadanya, dia harus belajar mulai dari awal mengenai manajemen rumah sakit yang dia tidak tahu. Aku gak mau mengganggu dia istirahat, makanya aku ke sini mau tidur bareng anak-anak saja. Eh waktu pas masuk kamar mereka, mereka nya gak ada. Kamu tahu gak mereka di mana Rel?." Tanya Billy.
Dengan wajah yang kesal Farel pun langsung menjawab. "Mereka lagi tidur di kamar ku bareng sama Ranty."
"Apa.... Ha... Ha... Ha..., kok bisa mereka tidur di kamar mu?."
"Rafi minta tidur bareng bundanya akhirnya Yoga pun ikutan juga tidur bareng tantenya, nasib - nasib malam pertama gak bisa belah duren gara - gara Ranty kedatangan tamu bulanan, eh mau mesra - mesraan di gangguin anak sama keponakan." Ucap Farel meratapi nasibnya.
"Ya itu namanya hukum karma, kualat ingat gak apa yang kamu lakukan kepada ku dulu. Lagi enak - enak bareng Ayana tiba-tiba buka pintu kamar sembarang, ketuk - ketuk pintu kamar, teriak - teriak di depan kamar orang, telepon di waktu yang gak tepat." Ucap Billy mengingatkan.
"Iya juga sih mas. Aku baru ingat segitunya ya aku mengganggu." Tanya Farel sambil tersenyum.
"Ya ngaca saja sama tingkah anak mu sekarang gak jauh beda sama kamu sebelas dua belas." Jawab Billy.
Farel terdiam sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku capek, besok jadwal ku padat, aku juga harus menggantikan mu untuk meeting dengan klien mu dan Anton gak bisa membantu ku karena harus mengurus persiapan keamanan acara resepsi pernikahan mu. Rico juga baru kembali saat acara resepsi mu. Sekarang aku harus istirahat kamu juga dan ingat setelah acara mu selesai semua kembali kerja. Ingat itu!." Ucap Billy lalu berbaring di tempat tidur Yoga.
Farel pun tersenyum kepada Billy, lalu dia berjalan ke tempat tidur Yoga di peluk ya tubuh katanya yang sedang berbaring sambil berucap. "Makasih banyak mas, sudah membantu dan menjaga diriku dan Rafi."
"Iya sama-sama, sudah sana tidur di tempat Rafi sempit tempat tidur nya." Ucap Farel.
"Sebentar aku ingin seperti ini." Ucap Farel memeluk erat Billy.
Billy hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Ya sudah kita tidur bareng. Kita juga gak pernah tidur bersama kan sejak kita punya kamar sendiri - sendiri." Ucap Billy membalas pelukan adiknya Farel.
Karena malam semakin larut mereka pun tertidur di atas tempat tidur milik Yoga.
__ADS_1
TERIMA KASIH
TUNGGU KELANJUTANNYA