Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 17...


__ADS_3

Farel dan Monik sudah sampai di parkiran sekolah tempat Rafi dan Yoga bersekolah. Farel pun keluar dari dalam mobil untuk menjemput mereka. Sedangkan Monik menunggu di dalam mobil.


Di dalam mobil Monik memikirkan cara agar dapat lebih dekat dan akrab dengan Rafi agar rencananya untuk mendapatkan hati dan menjadi istri Farel berjalan dengan lancar.


Tak lama Farel kembali kedalam mobil bersama Rafi dan Yoga.


"Lho ada tante Monik." Ucap Rafi dengan nada yang kesal.


"Ayo Rafi, Yoga ucapkan salam dan salim kepada tante Monik." Ucap Farel tegas.


"Assalamualaikum tante." Ucap Rafi dan Yoga bersamaan dan di lanjutkan salim.


"Oh iya tante punya oleh - oleh kamu pasti suka." Ucap Monik sambil memberikan paper bag yang berisi coklat.


"Makasih tante." Ucap Rafi dan Yoga.


"Oh iya om kita jadikan ke rumah sakit bertemu dengan dokter Ranty?." Tanya Yoga.


"Jadi, memang kenapa?." Tanya balik Farel.


"Gak apa sih Pa, kok ada tante Monik, memang dia juga mau ikut kita ke rumah sakit bertemu dengan dokter Ranty?." Ucap Rafi.


"Ya gak Raf, sebenarnya tante kangen sama kamu sekalian mau memberikan mu oleh - oleh ini, karena papa mu menjemput kamu sekalian saja tante ikut." Jawab Monik dengan tersenyum terpaksa.


"Oh begitu."


"Papa nanti kalau dokter Ranty gak repot kita ajak makan siang sekalian ya." Ucap Rafi.


"Iya. Tapi papa gak janji ya, kalau dokter Ranty bisa kita ajak seperti kemarin. Ok." Ucap Farel sambil mengemudikan mobilnya.


"OK." Ucap Rafi dan Yoga.


Monik yang dari tadi diam akhirnya mulai penasaran dengan dokter Ranty. Monik memutuskan untuk menanyakan siapa itu dokter Ranty.


"Kak dokter Ranty itu siapa sih kok Rafi akrab sekali dengannya?." Tanya Monik penasaran.


Belum sempat menjawab, Rafi pun langsung berbicara menjawab pertanyaan Monik.

__ADS_1


"Dokter Ranty itu calon mama Rafi tante, ya kan Pa?." Ucap Rafi dengan polosnya


"Apa!." Batin Farel dan Monik.


"Sudah diam Raf jalanan lagi macet dan ramai, kamu jangan mengajak papa berbicara dulu. Kamu ngobrol sama yoga saja." Ucap Farel.


"Calon mama berarti dokter Ranty itu calon istri kak Farel juga, gak bisa didiamkan." Batin Ranty kesal.


Setelah pembicaraan itu Farel yang mendengar hanya diam dan cuek seperti biasanya padahal di dalam hati nya sedang gembira. Sedangkan Monik terlihat kesal mendengar ucapan Rafi dan perasaan penasaran terhadap dokter Ranty semakin besar.


Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit tempat dokter Ranty bekerja dan anak Anton di rawat. Setelah memarkirkan mobil mereka semua berjalan masuk kedalam rumah sakit. Farel menyuruh Monik, Rafi dan Yoga untuk menunggu sebentar karena Farel sedang menghubungi Rico. Setelah selesai menghubungi Rico Farel langsung mengajak mereka untuk menuju ruangan dokter Ranty.


"Ingat ya Rafi jangan memaksa dokter Ranty untuk ikut makan siang dengan kita kalau dokter Ranty lagi sibuk." Ucap Farel memperingatkan anaknya.


"Memang dokter Ranty sibuk banget ya Om, nanti aku bilang bunda, kalau tugas dokter Ranty di kasihkan dokter lain biar gak sibuk. Jadi aku dan Rafi bisa bertemu dengannya." Ucap Yoga.


"Benar itu Pa yang di katakan Yoga." Ucap Rafi.


"Ya gak boleh begitu. Itu pekerjaan doktor Ranty dan itu tanggung jawab nya, jadi gak boleh di kasih ke orang lain dan ingat ya janji kalian waktu di mobil." Ucap Farel tegas.


"Iya." Ucap Rafi dan Yoga.


"Gak kok kak." Jawab Monik.


"Ya bosan lah, dari tadi yang di omongin Ranty, Ranty terus." Batin Monik.


"Ya sudah yuk ke sana sekarang." Ucap Farel.


Saat akan mengetuk pintu ruangan dokter Ranty, saat itu juga dokter Ranty dan Cahyo keluar dengan menggunakan pakaian berwarna hijau seperti akan mengoperasi. Mereka pun terkejut karena sama-sama berada di depan ruangan.


"Eh.... Kalian sedang apa kesini?." Tanya Ranty yang terkejut melihat di depan ruangannya.


"Assalamualaikum dok." Ucap salam Rafi dan Yoga.


"Eh iya Waalaikumsalam." Jawab Ranty.


"Kamu duluan saja siapkan ruangan operasi, aku akan segera menyusul mu kesana." Ucap Ranty.

__ADS_1


"Baik dok." Ucap Cahyo lalu pergi meninggalkan Ranty.


"Dokter sibuk ya?." Tanya Rafi.


"Iya dokter ada operasi mendadak sekarang, memang Rafi kesini ada perlu apa?." Tanya Ranty lagi.


"Mau ngajak makan siang lagi di kantin, sekalian mau mengenalkan Yoga sepupu ku." Jawab Rafi yang terlihat kecewa.


"tunggu setelah jam ya dokter kerja dulu." Ucap Ranty Sambil melihat jam tangannya.


"Sekarang jam satu tunggu dokter di kantin jam setengah dua kita bertemu di sana."


"OK dok." Jawab Rafi senang.


"Oh iya sampai lupa. Aku dokter Ranty." Ucap Ranty ramah sambil mengulurkan tangannya kepada Yoga dan Monik untuk bersalaman.


"Aku Yoga dokter, salam kenal ya dok." Ucap Yoga.


"Salam kenal juga." Ucap Ranty.


Saat akan bersalaman dengan Monik, dengan jutek Monik membalas selamanya Ranty hanya sekilas dan langsung melepasnya.


"Monik." Jawab Monik dengan jutek memperkenalkan dirinya.


"Ooo ini dokter Ranty, masih cantikkan aku jauh, memang apa bagusnya." Batin Monik.


Ranty yang tahu dengan sikap Monik seperti itu hanya tersenyum ramah.


"Ya sudah dokter kerja dulu, sampai nanti di kantin."


"Oh iya maaf pak Farel karena sibuk ngobrol dengan mereka sampai lupa menyapa bapak." Ucap Ranty.


"Gak apa kok Ran." Jawab Farel.


"Ya sudah aku pergi dulu. Assalamualaikum." Ucap Ranty dan langsung meninggalkan mereka.


"Waalaikumsalam." Jawab mereka semua.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2