Itu Kamu

Itu Kamu
Eps 141


__ADS_3

Setelah dari kamar Rafi, Ranty pun langsung menuju dapur untuk mengambil secangkir kopi untuk Farel lalu masuk kedalam kamarnya. Saat masuk kedalam kamar Ranty melihat Farel yang sudah terlihat lebih segar karena sudah selesai membersihkan dirinya. Ranty pun berjalan kearah Farel yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. Karena tidak mau mengganggu Ranty pun hanya menaruh secangkir kopi di atas meja.


"Ini kopi nya mas." Ucap Ranty kepada Farel dengan suara pelan.


Farel pun membalasnya dengan anggukan kepala dan kedipan sebelah matanya untuk menggoda Ranty.


Ranty yang melihat tingkah suaminya hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Farel menuju walk in wardrobe untuk menyiapkan pakaian yang akan digunakan Farel dan dirinya tidur. Setelah selesai Ranty pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, kurang lebih dua puluh menit waktu yang di butuhkan Ranty untuk membersihkan dirinya. Saat keluar, Ranty melihat Farel yang masih menggunakan kimono handuk dan sibuk dengan laptop ditangannya, tanpa memperdulikan Farel yang sedang sibuk Ranty pun melanjutkan rutinitasnya di depan meja riasnya untuk menggunakan cream diwajahnya. Ranty yang melihat Farel dari kaca merasa sedikit aneh dengan tingkah suaminya malam ini.


"Kenapa gak pakai baju? kan sudah aku siapkan di atas tempat tidur?." Tanya Ranty.


Farel pun tak menjawab pertanyaan Ranty, dia berjalan menuju arah Ranty yang sekarang ini sedang mengeringkan rambut. Tanpa berucap Farel pun langsung mengambil pengering rambut dari tangan Ranty dan membantu nya untuk mengeringkan rambut.


"Apa kamu sudah lupa dengan janji mu yang kamu ucapkan tadi pagi sayang?." Tanya balik Farel.


"Janji?." Ucap Ranty yang masih mengingat - ingat apa yang dia ucapkan.


"Kalau kamu lupa biar aku ingatkan." Bisik Farel ke telinga Ranty yang membuat nya merinding.


Farel mulai perlahan membantu Ranty mengeringkan rambut, tangan Farel pun mulai bermain keseluruhan badan Ranty dan saat itu Ranty mengunakan kaos putih polos yang berukuran besar berwarna putih sebatas paha yang membuat beberapa bagian tubuhnya terlihat, karena bahan kainnya tidak terlalu tebal maka pakai dalam yang dipakainya dapat terlihat jelas oleh Farel yang membuat nafsu nya semakin bergairah malam itu.


Ranty pun menghentikan tangan Farel yang sudah mulai bermain di balik kaos yang digunakan setelah mengingat apa yang telah dia ucapkan sewaktu pagi tadi.


"Tunggu." Ucap Ranty sambil memegang kedua tangan Farel.


"Apa lagi?." Tanya Farel.


Ranty tidak menjawabnya dia menarik tangan Farel dan mengajaknya untuk duduk di atas tempat tidur.


"Aku sudah ingat apa yang mas inginkan....." Ucap Ranty yang terputus karena Farel langsung mencium bibir Ranty.

__ADS_1


Ranty yang hendak berbicara waktu itu pun mulai terbawa suasana yang di buat oleh Farel tetapi Ranty bisa menahan dan meminta Farel untuk mendengarkan ucapan nya terlebih dahulu.


"Tunggu mas." Ucap Ranty yang berusaha menghentikan suaminya.


"Apa lagi? bukannya kamu sudah ingat, kenapa harus tunggu dulu." Protes Farel.


"Ada yang ingin aku sampaikan dulu kepada mu." Ucap Ranty mulai berhati-hati.


"Masalah Monik?." Tanya Farel yang sudah menduga hal itu.


Ranty pun menjawab dengan anggukan kepala. "Gimana mas? mau ya? aku minta mas Farel bisa melapangkan hati untuk dapat memaafkan Monik dan menerima permintaan Tante Sisil ini." Ucap Ranty memohon.


Farel pun terdiam dan menghembuskan nafasnya.


"Baik lah akan ku turuti kemauan mu tapi ini yang terakhir aku menemui Monik dan tante Sisil untuk selanjutnya jangan paksa aku lagi." Ucap Farel yang sudah tidak berselera.


Ranty pun menganggukkan kepalanya. "Makasih ya sayang." Ucap Ranty senang.


"Hari ini aku benar-benar kesal, kamu pasti sudah tahu kenapa aku kesal kan, sebagai hukumannya hari ini akan aku buat kamu kelelahan dan tidak bisa turun dari tempat tidur." Ucap Farel kepada Ranty.


Setelan mengatakan hal itu kepada Ranty Farel pun berdoa sebelum melakukan hubungan, dengan cepat Farel langsung mencium bibir Ranty tanpa memberikan kesempatan Ranty untuk berbicara, Farel begitu ganas malam itu karena sudah terlalu lama memendam rasa, sehingga malam itulah dia bisa meluapkan kepada istrinya. Begitu juga Ranty, dia pun bisa mengimbangi permainan yang dilakukan oleh Farel.


Permainan pun telah selesai, mereka berdua tertidur pulas karena kecapekan. Malam yang panjang mereka lalui dengan mesra terlihat pakaian Ranty yang sobek dan tergeletak di bawah lantai akibat ulah Farel yang begitu bernafsu malam itu.


Suara alarm hp milik Ranty pun berbunyi tepat pukul empat pagi yang membuat Farel pun terbangun dan segera mematikan alarm itu, agar tidak membuat istrinya terbangun. Perlahan-lahan Farel mengangkat kepala Ranty yang saat itu sedang tertidur lelap di lengan Farel, karena ada gerakan yang terasa Ranty pun membalikkan badannya membelakangi Farel yang membuat Farel bisa menarik lengannya tanpa membangunkan Ranty. Farel melihat lengan, leher dan bagian dada istrinya yang terdapat tanda merah akibat perbuatannya semalam hal itu membuatnya tersenyum dan merasakan kepuasan.


Farel pun langsung turun dari tempat tidur untuk membersihkan diri dan mandi besar, saat akan masuk kedalam kamar mandi Farel melihat di depan kaca lengan, leher dan punggungnya terdapat beberapa bekas cakaran dan gigitan yang di buat oleh Ranty, hal itu membuatnya menggelengkan kepalanya yang tidak menyadari kalau istrinya juga bisa sebuas itu seperti semalam.


"Bisa juga kamu membuat tanda seperti ini di badanku." Ucap Farel pelan sambil menatap Ranty yang sedang tidur.

__ADS_1


Setelah mengucapkan hal itu Farel pun bergegas masuk kedalam kamar mandi. Disaat Farel sedang mandi Ranty pun terbangun karena mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Ranty berusaha untuk bangun, dia merasa seluruh badannya sakit seperti habis tertimpa batu, dilihat kaos dan pakaian dalamnya yang tergeletak di lantai sudah robek dan tidak dapat di pakai lagi. Ranty pun mengambil kimono handuk milik Farel lalu memakai nya. Sambil menunggu bergantian kamar mandi dengan Farel, Ranty memeriksa hpnya dan memberitahukan kepada ibu Sisil kalau farel sudah setuju untuk menjenguk Monik dan menemui beliau.


Pintu pun terbuka, Farel keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Farel yang melihat Ranty sedang sibuk dengan hpnya langsung menghampiri nya.


"Sayang." Panggil Farel.


"Hem...." Jawab Ranty yang masih sibuk dengan hpnya.


"Memang ada yang penting ya sampai kamu segitunya melihat hp dan gak menghiraukan aku yang memanggil mu." Ucap Farel kesal.


"Gak juga sayang, ini aku cuma mau kasih kabar sama Tante Sisil kalau kita akan menengok Monik." Ucap Ranty.


"Memang aku sudah bilang setuju?." Tanya Farel.


"Sayang......" Ucap Ranty dengan muka cemberutnya.


"Iya, iya nanti kita ke sana, sekarang kamu mandi dulu, kita sholat subuh berjamaah yuk." Ajak Farel.


Ranty pun menganggukkan kepalanya, saat dia akan berdiri dan berjalan Ranty pun merasa kalau seluruh badannya sakit hingga dia kembali duduk. Membuat Farel yang berbeda di sebelah mencoba membantu Ranty, tetapi hal itu langsung di tolak olehnya karena Ranty tahu kalau Farel sudah selesai berwudhu.


"Stop." Ucap Ranty yang menghentikan Farel untuk mendekat.


"Kamu gak apa sayang?." Tanya Farel khawatir.


"Gak apa, apanya badan ku sekarang ini rasanya sakit semua." Jawab Ranty.


"Maaf, tapi kamu suka kan?." Tanya Farel menggoda.


Ranty tidak menjawab hanya diam dan langsung berjalan masuk kedalam kamar mandi dengan wajah malunya. Farel yang melihat hanya tersenyum dan tertawa, sambil menunggu Ranty selesai mandi, Farel pun merapikan tempat tidur dan membersihkan lantai yang terdapat pakaian Ranty yang tergeletak dan robek akibat ulah nya. Setelah bersih dan rapi Farel langsung menyiapkan perlengkapan sholat, tak lama Ranty pun keluar, mereka berdua langsung menjalankan sholat berjamaah dengan khusyuk.

__ADS_1


TERIMA KASIH


TUNGGU KELANJUTANNYA


__ADS_2